Top News

JAKARTA, RadarPena.com - Jurus perjalanan wisata pengenalan (FamTrip) kembali dikeluarkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kali ini, yang disasar potensi-potensi wisata MICE (Meeting, Incentife, Conference, Exbition) yang ada di Indonesia.

Empat penyedia bisnis (MICE) langsung diundang melakoni FamTrip ke Jogja-Bali, 2-6 Agustus 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, famtrip ini dalam rangka memperkenalkan sekaligus mempromosikan Wonderful Indonesia ke beragam destinasi wisata prioritas Indonesia. Yang dibidik, mengejar target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara 2017 khususnya dari pasar Asia Pasifik.

“Kegiatan Fam Trip dengan mengundang Biro perjalanan adalah salah satu bentuk promosi destinasi yang efektif. Selain dapat mengenal lebih jauh karakter destinasi, Biro Perjalanan bisa membuat paket wisata Indonesia ke negara asalnya. Ingat, seeing is believing!" ujar Pitana.

Kegiatan FamTrip kali ini, lanjut Pitana, dilaksanakan dengan membawa para wedding planner. Diharapkan dengan membawa para wedding planner ini agar para peserta dapat membuat paket-paket wisata terkait dengan wedding.

"Para peserta diarahkan mengunjungi destinasi-destinasi di Jogja Bali yang dapat dibuat sebagai paket wedding. Kami akan goda para wedding planner ini untuk merancang serta menjual paket wedding kepada para biro perjalanan dan membawa lebih banyak paket wisata terkait wedding. Para wedding planner yang dipilih adalah para wedding planner pilihan dan kredibel," papar Pitana.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsenius Jemadu mengharapkan para penyedia Bisnis (Biro perjalanan) India bisa menikmati keelokan panorama dan budaya tradisional Jogja dan Bali yang pada akhirnya terdorong untuk membuat dan menjual paket produk wisata terkait weeding kepada masyarakat di India.

"Nantinya saat berada di Jogjakarta, peserta Fam Trip akan diperkenalkan kepada destinasi wisata yang memiliki sejarah dan keindahan Candi terbesar dunia yaitu Borobudur dan Prambanan. Setelah itu, rombongan akan bergerak ke Bali selain menikmati keindahan Bali, juga untuk menikmati kuliner khas Bali di samping juga masakan khas India," ujar pria yang kerap disapa VJ tersebut.

Setting-an perjalannnya disiapkan serius. Arahnya, membuat semua biro perlanan wisata India puas. Semua akan diboyong ke desa wisata Leke Leke di Bedugul. Kawasan itu merupakan lokasi yang siap untuk disambangi wisatawan India dalam melakukan aktivitas Tubing.

"Nantinya para penyedia biro perjalanan India ini dapat menikmati keelokan panorama dan budaya tradisional Jogja dan Bali yang pada akhirnya terdorong untuk membuat dan menjual paket produk wisata baru ke India setelah mengikuti FamTrip ini," harap pria murah senyum ini.

Seperti diketahui, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan India sebesar 546.000 pada 2017 ini bisa tercapai.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kepada seluruh timnya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, penjelasan terbaik, pemilihan destinasi yang tepat dengan pasar, mengetahui karakter dan kebiasaan wisman dengan cermat.

"Berikan mereka keberhasilan sentuhan yang terasa di saat datang ke Indonesia. Biarkan mereka merasakan kehangatan dan keindahan Indonesia saat melaksanakan Fam Trip," kata Menpar Arief Yahya. (adv/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Sawahlunto International Songket Carnival 2017 atau biasa disebut SISCa 2017 sebentar lagi bakal digelar. Perhelatan berlevel internasional itu dimulai tanggal 25 hingga 27 Agustus 2017, di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf menjelaskan, acara yang sudah digelar untuk ketiga kalinya ini penuh dengan rangkaian acara yang sangat menarik. ”Kami laksanakan lagi karena semangat kami menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga akan Songket Silungkang. Kami gelar sebagai pemicu semangat penenun untuk terus berkreativitas dengan tradisi turun temurun nenek moyang nagari Silungkang. Ini poin yang kami usung,” ujar Ali.

Lebih lanjut Ali mengatakan, perhelatan yang pernah menyabet rekor MURI untuk peserta dengan songket terbanyak pada tahun 2015 lalu ini sangat dinantikan oleh masyarakat lokal Sawahlunto maupun wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto dengan penuh antusias.

"Kali ini kami mengusung tema Heritage for Sustainability, event ini kami harapkan mendulang kesuksesan serta berdampak positif secara maksimal terhadap perekonomian masyarakat lokal Sawahlunto,” katanya. Acaranya ? banyak banget. Wisatawan nantinya akan disajikan puncak acara karnaval atau arak-arakan yang menampilkan kreativitas desain dengan bahan utama Songket Silungkang. Kata Ali, event yang termasuk sebagai 10 nominator Festival Pariwisata Terpopuler di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 ini diharapkan benar-benar dapat mengangkat nama Songket Silungkang di pentas nasional maupun Internasional.

Nanti ada Pameran Songket Internasional (25-27 Agustus 2017), Fashion Show Cilik (25 Agustus 2017), SISCa Night (26 Agustus 2017), Konferensi Songket Nusantara (26 Agustus 2017), Karnaval Songket Silungkang (27 Agustus 2017). ”Penuh warna dan penuh atraksi,” kata Ali bangga. Ali juga menginformasikan jika sobat wisata berminat mengikuti SISCa 2017 silahkan menghubungi tim yang akan menyambut para wisatawan yakni Nofriadi 081277864810, R. Ady Negoro 081372394801, Wulandary 085375018585 dan Suci R 081261050964.

Sekadar informasi, Songket Silungkang dibuat secara tradisional. Alat yang digunakan sebagian besar masih memanfaatkan tenaga manusia. Hal ini justru menjadi keunikan tersendiri, karena pengarjin bisa melakukan modifikasi beragam motif songket dan warna sesuai dengan keinginan pembeli (pasar).

Warna paling dominan yang digunakan adalah warna merah dan hitam. Sedangkan songket modifikasi saat ini sudah kaya akan warna, seperti warna hijau dan biru. Tak hanya warna, motifnya pun sudah banyak mengalami penyesuaian agar terlihat modis dengan model masa kini.

Songket merupakan produk tekstil yang telah dikenal sebagai warisan budaya. Songket dikenal bukan hanya karena keindahan kilau benang emas dalam berbagai motif yang unik saja, melainkan juga karena fungsi sosialnya sebagai alat kelengkapan kostum tradisional.

Salah satu jenis songket yang memiliki sejarah panjang adalah Songket Silungkang dari Sumatera Barat. Songket Silungkang dikenal sebagai sebuah produk peradaban bernilai tinggi yang diminati oleh banyak wisatawan dan telah menjadi salah satu sumber ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat dan pariwisata Sawahlunto.

“Saya berharap Silungkang dapat terus menjadi inspirasi, tak hanya menjadi objek budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber kreasi terutama bagi para desainer dan pelaku industri sehingga dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya festival ini, Pemanfaatan kekayaan budaya lokal, seperti songket, dalam industri akan mengangkat nama Indonesia karena keunikan dan keunggulannya. Selamat dan sukses untuk acara SISCa 2017,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. (adv/jpnn)

UBUD, RadarPena.com - Pamor Pulau Bali memang tidak pernah redup di mata dunia. Tiap kabupaten di daerah yang berjuluk Pulau Dewata ini selalu menjadi pusat perhatian dunia. Yang terbaru, ada Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali, yang dinobatkan sebagai salah satu dari 15 kota terbaik di dunia versi media traveling Travel+Leisure.

Dengan skor tinggi yakni 90,13, Ubud berhasil 'menyihir' wisatawan dunia dengan menempati posisi ke-9 kota terbaik di dunia dan menempati posisi ke-4 kota terbaik di Asia.

Penghargaan tersebut didapat dari penilaian pembaca Travel+Leisure lewat penghargaan rutin tahunan Worlds Best oleh Travel+Leisure.

Pembaca Travel+Leisure yang pernah berwisata ke Ubud mengaku seni interior khas Bali sangat menawan di tiap sudut Ubud. Selain itu, keramahtamahan penduduk selalu menjadi kenangan manis para wisatawan yang pernah datang.

"Saya suka segalanya dari Ubut. Ubud memesona bagi siapa pun yang suka seni dan ketenangan, daripada pantai dan pesta," tulis salah satu pembaca Travel+Leisure.

Sawah Tegalalang, Jatiluwih dan resort-resort keren yang sukses menyihir pembaca Travel+Leisure. Ubud juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang mempesona. Dari mulai Monkey Forest yang pernah dijadikan lokasi syuting Eat, Pray, Love Julia Roberts.

Bukit Campuhan, Nyuh Kuning Village, Tegalalang, Puri Ubud, Pura Sarawati hingga arum jeram di Sungai Apung, semua ada di Ubud. Bagi Anda yang menyukai olah raga Yoga, Ubud bisa menjadi salah satu tempat favorit.

Sejumlah pesona tadi akhirnya sukses menempatkan Ubud di peringkat ke-9 mengalahkan Roma di Italia dengan posisi 12 dan Barcelona, Spanyol di posisi 15. "Daftar kota terbaik di dunia mencerminkan pembaca kami yang tertarik dengan Asia, ada tujuh dari 15 destinasi urban di kawasan Asia," tulis situs Travel+Leisure.

Tak hanya itu, dalam ajang penghargaan yang sama, Ubud juga berada di posisi keempat untuk kategori kota terbaik di kawasan Asia. "Aku begitu dimanjakan dengan kebaikan dan orang bijaksana yang aku temui ke mana pun aku pergi di Ubud," tulis pembaca Travel+Leisure lain.

Beberapa waktu lalu, Mantan Presiden AS Barack Obama beserta keluarga mengunjungi Pulau Bali. Presiden ke-44 Amerika Serikat itu juga banyak menghabiskan waktu di daerah Ubud.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut award ini sangat kredibel, karena dipilih oleh media yang punya pamor di dunia untuk travellers.

Award juga juga memberi rasa percaya diri bahwa Bali memang hebat, di mata orang lain yang menilai. Apa lagi karena lembaga dunia, tentu sudah menggunakan global standar dalam menjuri.

Bali sendiri, jika dikalibrasi dengan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum, dengan 14 pilar itu, memberi kontribusi yang besar dalam mengangkat daya saing pariwisata Indonesia. “Bali paling lengkap 3A nya, Atraksi, Akses, Amenita. Tapi ke depan akan terus diperkuat,” ujar Arief.

Menteri asal Banyuwangi itu mengatakan, Ubud tak hanya memiliki produk yang bagus. Daerah yang mendapat julukan sebagai Spirit of Bali ini juga memiliki banyak hal yang bisa dijual dan unggul, baik alam maupun budayanya.

Tri Hita Karana, misalnya, menjadi filosofi yang dipegang teguh oleh Ubud. Filosofi ini memberi ajaran untuk berbuat baik dengan sesama, Tuhan, dan alam.

Arief meyakini dengan filosofi yang kuat ini, produk dan proses yang dihasilkan akan menjadi lebih bagus dan lebih abadi. “Karena sudah ada nilai-nilai spiritual di dalam produk dan layanan seni, budaya, dan pariwisata yang ada di sini,” kata Menpar Arief.(adv/jpnn)

 

 

Berikut adalah daftar 15 Kota Terbaik di Dunia versi Travel+Leisure:

1. San Miguel de Allende, Meksiko

2. Charleston, AS

3. Chiang Mai, Thailand

4. Kyoto, Jepang

5. Florence, Italia

6. Oaxaca, Meksiko

7. Hoi An, Vietnam

8. Cape Town, Afrika Selatan

9. Ubud, Indonesia

10. Luang Prabang, Laos

11. Santa Fe, AS

12. Roma, Italia

13. Siem Reap, Kamboja

14. Udaipur, India

15. Barcelona, Spanyol

 

Daftar 10 Kota Terbaik di Kawasan Asia versi Travel+Leisure adalah sebagai berikut:

1. Chiang Mai, Thailand

2. Kyoto, Jepang

3. Hoi An, Vietnam

4. Ubud, Indonesia

5. Luang Prabang, Laos

6. Siem Reap, Kamboja

7. Udaipur, India

8. Bangkok, Thailand

9. Tokyo, Jepang

10. Thimphu, Bhutan

CENGKARENG, RadarPena.com - Semangat Indonesia Incorporated yang dicetuskan Kementrian Pariwisata di bawah komando Arief Yahya terus mengalir. Bahkan makin deras ke semua lini, semua sektor, semua bidang. Maju bersama dengan cara bersama-sama.

Kali ini, ada Garuda Indonesia dan BNI, dua BUMN yang berkolaborasi. Dua perusahaan plat merah itu bersinergi meng-create program “Ayo Liburan” yang merupakan program kolaborasi dan sinergi antara dua BUMN dalam upaya mendukung pariwisata nasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung mengapresiasi inisiatif dua BUMN besar tersebut. Program paket perjalanan wisata “AyoLiburan” diyakini dapat berkontribusi pada pencapaian target 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 wisatawan nusantara pada 2019 mendatang.

“Program #AyoLiburan ini merupakan salah satu langkah nyata, inovasi dan kreatif dalam membuat paket-paket perjalanan wisata yang menarik, serta menjadi trigger bagi traveler untuk tidak melewatkan penawaran menarik tersebut,” ujar Menteri Arief yang meresmikan peluncuran program paket perjalanan wisata “#AyoLiburan” bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di area hangar Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Cengkareng, Minggu (23/7).

Menteri asal Banyuwangi itu juga menyebut program Ini menunjukkan komitmen CEO-nya sangat tinggi. Garuda Indonesia terus menerapkan rumus 3C dengan benar, yakni calibration, confidence, dan credibility dalam menjaga reputasi dunia.

“Sebagai National Flag Carrier, Garuda Indonesia harus terus berinovasi memperluas jaringan dan menjadi jembatan Nusantara dari berbagai penjuru dunia. Kita harus mengkalibrasi atau mengukur apakah yang kita lakukan untuk kemajuan pariwisata Indonesia. Garuda sudah on the track sesuai dengan standar dunia,” kata Arief Yahya.

Program “#AyoLiburan” merupakan program paket perjalanan wisata hasil kerjasama antara Garuda Indonesia dengan BNI yang menawarkan paket perjalanan wisata lima destinasi menarik di Indonesia di antaranya Belitung, Labuan Bajo, Malang, Padang dan Banyuwangi. Bagi yang berminat, paket ini bisa dinikmati di periode perjalanan bulan Agustus – November 2017.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan, program “#AyoLiburan” ini akan semakin memudahkan para traveler untuk dapat mengeksplorasi berbagai destinasi pariwisata tanah air. Ini sekaligus membantu mendorong promosi pariwisata nusantara dan Pesona Indonesia dan Wondeful Indonesia.

“Para traveler kini akan semakin dimudahkan dengan adanya paket perjalanan wisata ini. Cukup akses program #AyoLiburan pada aplikasi GA mobile atau website www.garuda-indonesia.com pada gadget masing-masing, kemudian pilih 5 destinasi menarik, tentukan tanggalnya, lalu lakukan pembayaran dengan harga yang kompetitif. Sangat mudah dan simple”, jelas Pahala.

Selain tiket penerbangan, harga yang ditawarkan bagi para traveler juga telah mencakup biaya untuk akomodasi (hotel), paket tour (land arrangement), biaya masuk ke berbagai obyek wisata, land transport hingga paket kuliner yang khas pada lima destinasi tersebut.

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni mengungkapkan, dalam rangka Revamping Kartu Kredit BNI Style Titanium, BNI berkolaborasi dengan Garuda Indonesia pada program “#AyoLiburan” sebagai salah satu daya tarik untuk segmen anak muda yang gemar travelling.

"Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan BNI terhadap pengembangan pariwisata Indonesia yaitu dengan meningkatkan akses ke destinasi-destinasi wisata unggulan tanah air, sekaligus menambah mudah akses ke destinasi wisata tersebut melalui tiket-tiket perjalanan yang lebih terjangkau harganya," ujar Achmad Baiquni.

Untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi para traveler, pada program paket perjalanan wisata #AyoLiburan ini para traveler juga akan ditemani beberapa Travel Influencer. Di kota Malang para traveler akan ditemani Ana Octarina, anggey Anggraini. Untuk kota Belitung, ada Marischka Prudence Labuan Bajo, Febrian. Sementara Banyuwangi, dan Goenrock di Padang.(adv/jpnn)

DIENG, RadarPena.com - Ada empat kelemahan yang masih menjadi kendala bagi kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Yakni lama tinggal wisatawan di obyek wisata masih relatif singkat dan atraksi wisata belum tergarap dengan baik.

Selain itu, aksesibilitas belum memenuhi syarat sebagai destinasi pariwisata nasional, dan amenitas atau sarana penunjang pariwisata yang masih sangat terbatas.

Hal itu menjadi bahan masukan bagi Tim Kunspek Komisi X DPR Ri saat berkunjung ke Kawasan Wisata Dieng, dalam rangka meninjau perkembangan penataan kawasan wisata tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana mengatakan bahwa Dieng telah menjadi salah satu obyek wisata sejak delapan tahun yang lalu. Namun, kehadiran uluran tangan pemerintah masih belum dirasakan.

"Ada permintaan dari Pemerintah Kabupaten Kota Banjarnegara dan Wonosobo untuk dibuatkan jalan baru selain yang sudah ada, ini bertujuan agar akses wisman maupun wisnus ke lokasi wisata ini menjadi lebih lancar. Karena saat digelar acara Dieng Culture Festival, telah terjadi kemacetan yang sangat panjang," ungkap Laila di Dieng, Jateng.

Laila mengatakan, jalan yang ada sekarang terlalu kecil. Karenanya harus ada terobosan agar masalah tersebut bisa segera diatasi sebagai tindak lanjutnya.

"Kemacetan panjang yang terjadi itu kalau tidak segera dicarikan solusinya, maka akan menjadi hal yang tidak menunjang pariwisata di sini. Wisman dan wisnus akan merasa kapok untuk datang kembali," ucap politikus F-PAN itu.

"Perlu ada uluran tangan dari pemerintah dengan segera, agar ada solusi mengenai akses jalan menuju Kawasan wisata Dieng. Selain itu, harus ada komunikasi untuk membangun sinergi di antara Kementerian terkait," tambahnya. (adv/jpnn)

 

 

DIENG, RadarPena.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan perlu ada sinergitas antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian PUPERA terkait pengembangan destinasi wisata di Kawasan Dàtaran Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara.

Mengingat akses jalan yang ada saat ini masih belum memenuhi syarat sebagai destinasi pariwisata nasional. "Jumlah wisman dan wisnus yang datang ke sini akan jauh dari target yang ingin dicapai, kalau aksesibilitasnya masih seperti ini. Sehingga perlu didesak mengenai pengerjaan pembangunan jalan Tol Jakarta - Semarang, selain itu harus juga difasilitasi akses jalan dari Tol menuju kawasan wisata strategis nasional," ucap Fikri, saat meninjau Komplek Candi Arjuna di Dieng, Jawa Tengah, Sabtu (22/7).

Menurutnya, semua problematika yang dihadapi tersebut tidak akan menjadi suatu masalah, kalau semua pihak, dalam hal ini kementerian-kementerian terkait bisa duduk bersama.

"Kalau ternyata memang kita banyak kendala, maka bisa juga melibatkan pihak swasta, namun dengan catatan jangan sampai menimbulkan penilaian miring seperti yang pernah ada sebelumnya, yakni hal itu hanya akan membesarkan swasta, dan masyarakatnya ditinggalkan tanpa mendapat manfaat apapun," tandasnya.

Fikri juga mengatakan, kalau bidang pariwisata ingin dijadikan andalan penerimaan devisa negara, maka pemerintah harus bisa memenuhi unsur aksesibilitas, amenitas atau sarana penunjang, dan atraksi.

Sementara untuk kawasan wisata Candi Borobudur yang juga dikunjunginya, Fikri menilai sudah ada perkembangannya, meskipun masih ada tuntutan dari Badan Pengelola kawasan candi tersebut.

"Ke depan, peran masyarakat akan lebih diberdayakan. Misalnya untuk mengelola home stay dan sebagainya. Jangan sampai ada lagi pandangan negatif yang mengatakan bahwa ada candi yang dijuluki sebagai salah satu keajaiban dunia, tetapi masyarakatnya hanya menjadi tukang parkir dan tukang asongan," pungkasnya. (adv/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Kerjasama bidang pariwisata bahari antara Indonesia dan Singapura terus dijajaki. Setelah beberapa bulan lalu sukses menggelar dialog The 1st Joint Working Group Meeting (JWGM) on Tourism" di Jakarta, keseriusan Singapura tergambar dalam penyelenggaraan Cruise Dialogue & 2nd Tourism Working Group Meeting yang diselenggarakan pada Kamis, 20 Juli 2017, di Resorts World Sentosa, Singapura.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisara I Gde Pitana mengatakan, kegiatan JWGM on Tourism sebagai tindak lanjut dari hasil nota kesepahaman bersama (MoU) kedua negara saat leader retreat di Semarang pada November 2016 lalu.

JWGM on Tourism juga dalam rangka mendukung dan melaksanakan kerja sama pengembangan pariwisata yang telah disepakati.  "Di situ dikatakan untuk bekerja sama pariwisata di bidang MICE, cruise, dan investasi. Itu baru MoU dan tidak mungkin langsung implementasi tanpa melalui pertemuan teknis terlebih dahulu. Maka dari itu, kita buat working group ini dalam bentuk join working group meeting," kata Pitana di Jakarta.

Pitana menjelaskan, pada pertemuan kedua tersebut ada tiga pertemuan B2B untuk menghasilkan kerjasama yang nyata antara Indonesia dengan Singapura. Hasil pertemuan kemudian disepakati dalam MoU on Tourism mengenai Cruise, MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), dan Investasi di bidang pariwisata.

Pertemuan ini sekaligus juga sebagai persiapan untuk enam Working Group Ministerial Meeting pada akhir Juli 2017 dan persiapan Leaders Retreat kedua kepala negara pada September 2017 di Singapura.

“Hasilnya, Genting Hongkong perusahan yang membawahi Crystal Cruises, Star Cruises, dan lainnya tertarik untuk masuk ke seaports Benoa, Tanjung Mas, Tanjung Perak. Juga ada Oceania Group yang tertarik untuk masuk ke seaports Jakarta, Surabaya, Benoa, Komodo, Semarang (total 12.000 pax). Lalu ada Royal Caribbean yang ingin masuk ke Benoa di Bali, Komodo karena tertarik dengan wisata di Pulau Komodo dan Lombok karena Lombok sangat bagus namanya di industri Cruise),” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Pitana, pada pertemuan tersebut juga membahas dialog mengenai cruises yang mempertemukan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Singapura, dan Cruise Community di Asia Tenggara yang bertujuan untuk membahas Seaport Development Plans. Khususnya di Indonesia, untuk mendukung Cruise Tourism Program.

“Pada pembukaan dialog tersebut, dipresentasikan oleh Joel Katz (Managing Director CLIA Australia) yang membawakan materi tentang cruise industry, perkembangan cruise di Asia, serta oppotunity dan challenges di Asia Tenggara, dilanjutkan dengan Ketua Tim Percepatan Pariwisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo yang membawakan tema tentang 'Update on Indonesia’s Cruise Progress' dan mengahasilakan rencana pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Pelindo III dengan STB & Cruise Industries pada 28 Juli di Benoa, Bali,” papar Pitana.

Begitu juga dengan kegiatan MICE. Di singapura setiap tahunnya ada ratusan kegiatan pertemuan internasional. Kemudian dijajaki untuk coba dibawa ke Indonesia.

"Singapura harus melibatkan Indonesia sedikitnya pada 10 event MICE di Singapura untuk Pre & Post Tour. Di sisi pengembangan kualitas menghasilkan program beasiswa dan on job training (OJT) minimum 30 pelajar per semester, serta President SACEOS, Janneth Tan, siap untuk bekerjasama dengan private sector dan asosiasi khususnya INACEB, dan siap memberikan training programs" kata dia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi hasil pertemuan JWGM on Tourism dengan hasil program kegiatan yang real dan deal untuk diimplementasikan kedua pihak serta berusaha menghilangkan kegiatan yang bersifat seremonial.

Dia mengatakan harus ada satu program yang bisa langsung diimplementasikan, apakah terkait dengan program kapal pesiar, promosi bersama bidang MICE ke Bintan, Batam atau Karimun, maupun penunjukan lokasi investasi di tiga destinasi yang diminati investor Singapura. "Apakah Danau Toba, Mandalika atau Yogyakarta. Yang terpenting jangan banyak serimonialnya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Arief mengatakan, Indonesia akan meminta operator cruise Singapura untuk dapat menaikkan dan menurunkan penumpangnya di lima pelabuhan besar yaitu; Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, dan satu pelabuhan lain yang diusulkan, yaitu Tanjung Mas, Semarang, sekaligus disiapkan paket-paket wisatanya.(adv/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI ber-Indonesia Incorporated dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, Filipina. Kali ini menggelar acara Wonderful Indonesia Festival 2017 yang bertajuk Promosi Terpadu Bidang Perdagangan, Pariwisata dan Investasi 2017. Acara itu digelar di Gioretta Activity Center-Palm Drive Makati Filipina tanggal 27-28 Juli 2017, mendatang.

“Event Promosi terpadu ini even tahunan yang merupakan salah satu upaya kami tebar pesona ke Filipina untuk menjaring pasar, sekaligus membawa branding ‘Wonderful Indonesia’, untuk memasarkan paket destinasi-destinasi wisata unggulan Indonesia dan mengincar pasar Filipina yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam lima tahun terakhir di era keterbukaan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA),” ujar Deputi Pemasaran Mancangera Kemenpar I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Rizki Handayani.

Pitana menilai, potensi pasar wisatawan Indonesia dari Filipina masih cukup besar. Tahun 2017, Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 15 juta orang, 185.000 di antaranya diharapkan berasal dari Filipina.

Kemenpar melihat potensi pasar Filipina yang masih cukup besar, berbagai upaya pun dilakukan oleh Indonesia untuk bisa membuat wisatawan asing jatuh hati dan mau berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Menurut Rizki, dengan Even Promosi Terpadu Bidang Perdagangan, Pariwisata dan Investasi ini diharapkan akan lebih banyak terjalin kontrak bisnis antara sellers Indonesia dengan buyers di Filipina. Selain itu, perkembangan destinasi pariwisata Indonesia bisa semakin dikenal. “Harapan utama, segala upaya kami mampu mendongkrak kunjungan wisatawan Filipina ke Indonesia,” ungkap wanita yang biasa disapa Kiki itu.

Promosi Terpadu ini sekaligus memperingati 72 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia ini juga ingin menjadikan Filipina sebagai salah satu pasar potensial dan bisa menjadi penyumbang surplus perdagangan Indonesia. “Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 37 pengusaha di bidang perdagangan atau UKM dan Pariwisata,” jelasnya.

Sedangkan menurut Rizki Handayani, bentuk dukungan Kemenpar sendiri adalah berupa Pengiriman tim kesenian yang terdiri dari 4 penari yang akan membawakan tarian dari daerah Manade dan beberapa daerah lainnya, Dekorasi booth Wenderful lndenesia seluas 2x2m2 dan Pengiriman bahan promosi dan souvenir.

"Dalam promosi terpadu ini nanti, selama dua hari, selain menggelar pertemuan bisnis (B tp B meeting) antara buyers dengan sellers, akan hadir pula narasumber yang akan menyampaikan perkembangan pariwisata Indonesia, dilanjutkan dengan diskusi interaktif," ujarnya.

Menpar Arief Yahya sendiri menyampaikan bahwa Filipina tempat yang sangat potensial untuk melanjutkan program promosi Kemenpar yang sebelumnya fokus pada branding dan advertising.

"Pameran bersifat business to customer yang memungkinkan para pelaku industri di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka dan menawarkan paket-paket wisata Indonesia.Juga Promosi yang selama ini bertitik berat di branding dan advertising, mulai bergeser ke selling. Branding sudah dilakukan gencar di tahun pertama, Advertising digeber tahun kedua. Tahun ketiga sudah harus selling to the point," terang Arief Yahya

Untuk 2017, pemerintah sudah mematok target kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%. Sementara devisa yang dihasilkan sebesar Rp 200 triliun.

Penyerapan tenaga kerja dipatok 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta, serta indeks daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di ranking 50 dunia. "Kita nomor 3 dalam hal harga yang kompetitif. Dengan USD yang sama, bisa mendapatkan fasilitas dan services yang lebih banyak. Ini salah satu poin yang menarik bagi wisman, khususnya wisman Filipina" pungkasnya.(adv/jpnn)

FLORES, RadarPena.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meninjau langsung perkembangan pembangunan Kawasan Marina Wisata PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan penutupan Tour de Flores, Selasa (18/7). Penutupan Tour de Flores digelar pada tanggal 19 Juli 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti, mewakili Menpar Arief Yahya, langsung menyambangi ASDP. Rencananya, Menpar Arief juga hadir ke Labuan Bajo, NTT, tetapi harus menghadiri Rapat Koordinasi dan Peluncuran Badan Otorita Borobudur (BOB) di panggung tertutup Sendratari Ramayana, kompleks Candi Prambanan, Jogja.

Esthy mengatakan, hal ini dilakukan Kemenpar agar semua yang berkaitan dengan rumus Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan 3A (Akses, Amenitas, dan Atraksi) bisa terealisasi dengan baik.

Esthy juga mengatakan bahwa kunjungannya ini ingin melihat perkembangan proyek tersebut yang terdiri dari pelabuhan marina, peningkatan fasilitas dermaga penyeberangan, hotel, serta area komersial lainnya.

”Karena ini bagian dari percepatan 10 destinasi prioritas di Labuan Bajo. Hanya dengan semangat Indonesia Incorporated inilah Labuan Bajo akan semakin meningkat dan bertambah siap menyambut wisatawan mancanegara, semoga ini bisa terlaksana dengan baik dan rampung pada Desember 2018 nanti,” ujar Esthy.

Esthy juga menutup perhelatan Tour de Flores 2017 yang juga masuk dalam program yang didukung Kemenpar.

“Marina ASDP itu nantinya akan menjadi tempat bersandar kapal-kapal wisata berbagai jenis, phinisi maupun yacht, dan tentunya menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara melalui laut. Selama ini semua kegiatan wisata laut masih bercampur aksesnya dengan kegiatan peti kemas, menjadi sulit untuk pengelolaan profesional. Ini salah satu upaya dari Pemerintah untuk mendorong penataan kawasan pelabuhan Labuan Bajo,”tambahnya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa proyek ASDP dengan nilai total investasi sekitar Rp 400 miliar itu telah dilakukan pelaksanaan pemancangan tiang pertama (ground breaking ) pada April 2017.

”Kami mendapatkan kabar up date bahwa Marina ASDP direncanakan rampung dan beroperasi pada Desember 2018. Jika ini sudah jadi, aksesibilitas Labuan Bajo melalui laut untuk wisatawan semakin terbuka lebar,” tambah Shana Fatina, PIC Pokja Percepatan Destinasi Labuan Bajo.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, pembangunan dan pengembangan kawasan komersial Labuan Bajo ini sejalan dengan road map perusahaan yang telah disusun, yakni RE - ASDP.

Road map tersebut terdiri dari Re-formulation of Business Foundation (2016), Acceleration of Commercial (2017), Services to The Nation (2018), Drive to Excellent (2019) dan Performance to The Best (2020).

Proyek pembangunan kawasan komersial Labuan Bajo merupakan proyek sinergi Badan Usaha Milik Negara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Patra Jasa.

Kawasan komersial ini akan dikelola perusahaan patungan ketiga pihak tersebut, di mana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi pemegang saham mayoritas 51 persen karena pengembangan proyek berada di atas lahan milik ASDP (landlord), PT Patra Jasa sebesar 25 persen, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 24 persen.

“Tahun ini merupakan waktu percepatan sisi komersial. Kami berharap, ASDP bisa lebih besar berperan buat negara, membangun konektivitas tanpa bergantung kepada pemerintah, serta dapat lebih memajukan pariwisata nasional dengan standar dunia. Karenanya, kami ingin mengembangkan Labuan Bajo,” kata Faik Fahmi dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Diketahui, Labuan Bajo ditetapkan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai salah satu 10 Bali Baru bersama Danau Toba, Raja Ampat, Wakatobi dan lainnya. Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi pariwisata berbasis bahari yang lengkap, dan serius untuk dikembangkan.

Soal potensi alam, Labuan Bajo memang punya segalanya, mulai dari eksotisnya Pulau komodo, satu-satunya binatang purba yang masih tersisa di muka bumi, panorama Pulau Padar yang sangat indah, hingga sensasi tracking ala Jurrasic di Pulau Rinca.Pengakuan datang dari CNN Travel 2015 silam.

Saat itu, Labuan Bajo dinobatkan CNN sebagai snorkel site kedua terbaik di dunia. Nomor satunya Raja Ampat Papua dan nomor tiganya Kepulauan Galapagos di Amerika Selatan.

Faik menerangkan, seiring dengan pengembangan kawasan komersial dan sektor pariwisata di Labuan Bajo, maka direncanakan pembangunan proyek hotel di atas lahan seluas 8.000 meter persegi.

“Kami melihat prospek bisnis properti, khususnya hotel sangat bagus ke depannya. Keberadaan hotel ini akan sangat menunjang pariwisata, karena lokasinya sangat strategis, berada di tepi pantai di Jalan Soekarno Hatta. Sehingga, untuk view hotel sangat indah dan sempurna, karena menghadap ke laut, ini penuh sensasi,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa Marina ASDP sangat strategis untuk pariwisata Indonesia karena menjadi integrasi kawasan bersandar kapal, Tempat Pelelangan Ikan, dan Kawasan Kuliner yang akan menjadi Icon kota Labuan Bajo. Diharapkan menjadi ruang publik masyarakat dengan wisatawan, sehingga wisatawan menjadi bagian dari komunitas Labuan Bajo.

"Tentunya Kemenpar mendukung pembangunan pariwisata dengan memperhatikan bentang alam dan kelestarian. Sesuai dengan prinsip kami, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," pungkas Menpar Arief Yahya.(adv/jpnn)