Pengembang Asing Bidik Konsumen Indonesia

Typography

MALAYSIA, RadarPena.com - Pengembang properti dari negara-negara Asia Tenggara masih menjadikan Indonesia bidikan utama. Salah satunya adalah KSK Land yang sedang mengerjakan proyek branded residence sekaligus hotel bintang lima.

Proyek yang diberi nama 8 Conlay itu terletak di Jalan Conlay, Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut CEO KSK Group dan Executive Director KSK Land Joanne Kua Ying Fei, sampai sejauh ini kira-kira ada satu persen pembeli dari Indonesia.

”Tentu saja itu akan bertambah karena kami juga terus melakukan promosi,” tutur Joanne dalam konferensi pers di Marketing Gallery 8 Conlay yang berada dalam satu area dengan proyek yang memakan lahan seluas 1,6 hektare tersebut, Sabtu (27/5)

Selain Indonesia, target yang dibidik adalah para buyer dari negara-negara Asia lain seperti Singapura, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab. Proyek 8 Conlay merupakan proyek pembangunan dua tower apartemen mewah, pusat perbelanjaan, serta hotel bintang lima di kawasan hype, Bukit Bintang.

Proyek itu telah mencapai 25 persen. Mereka menargetkan, pada 2020 proyek tersebut bisa di-launching.  Joanne menargetkan 50 persen pembeli berasal dari Malaysia dan sisanya warga negara asing.

Saat ini tower satu yang terdiri atas 564 unit sudah terjual 75 persen dan ditargetkan sold out bulan depan. Baru kemudian mereka akan membuka penjualan untuk tower dua. Hunian vertikal itu dipasarkan dengan tiga tipe, yakni satu, dua, dan tiga kamar.

Harga yang ditawarkan mulai sekitar Rp 6,5 miliar hingga Rp 15 miliar. Semuanya fully furnished. Diharapkan, penjualan itu menghasilkan gross development value senilai Rp 17 triliun.

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan promosi dalam sejumlah event yang berkaitan dengan lifestyle seperti fashion show. Sebaliknya, pihaknya tidak akan berpomosi dalam event promosi properti berskala besar.

Promosi itu juga akan dilakukan di Indonesia sebagai salah satu target market. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan citra yang ingin dibangun dari hunian eksklusif itu. ”Kami menjual lifestyle melalui 8 Conlay. Itu bisa terlihat dari desainnya,” urainya.

Mengenai desain, pengembang bekerja sama dengan biro arsitektur Yoo Studio yang berisi arsitek-arsitek tenar seperti Steve Leung, Kelly Hoppen, dan Jade Jagger.

Adapun manajemen hotel dan pelayanan di apartemen akan dipercayakan kepada Kempinski. Proyek itu sekaligus menandai dibangunnya Hotel Kempinski sekaligus satu-satunya di Kuala Lumpur. Sebab, pihak Kempinski memiliki kebijakan satu kota satu hotel. Seperti yang diterapkan di kota-kota lain di dunia. ”Small is beautiful. Dengan begitu, kami bisa memberikan semua perhatian kepada satu hotel ini,” terang COO Kempinski Asia Michael Henssler.

Pria asal Jerman itu menambahkan, pihaknya juga akan menjalankan manajemen sehari-hari apartemen tersebut. Standar pelayanan yang diterapkan pun sama dengan hotel. ”Misalnya, pemilik ingin unit dibersihkan sebelum mereka datang. Kami bisa melakukannya,” ujarnya. (c11/sof/jpnn)