Rumah di Atas Rp 500 Juta Masih Ramai Peminat

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Pengembang properti masih berorientasi pada segmen pasar paling gemuk.

Terutama market rumah tapak dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

Karena itu, pengembang siap meluncurkan produk untuk menggaet market tersebut.

General Manager Citra Harmoni Hartono Winarko menyatakan, permintaan rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar masih tinggi. Terutama dengan harga Rp 500–700 juta.

”Produk kami dalam rentang harga tersebut bisa dikatakan sudah habis. Tersisa produk di atas harga tersebut hingga di atas Rp 1 miliar,” katanya, Kamis (18/5).

Karena itu, pada semester kedua, pihaknya mengembangkan cluster baru yang membidik segmen pasar gemuk.

Yakni, Rotterdam tahap kedua yang merupakan pengembangan dari cluster sebelumnya yang sebanyak 101 unit.

”Kami siapkan tiga hektare dengan total 120 unit,” jelasnya.

Marketing Manager Citra Harmoni R. Mayasari mengungkapkan, peluncuran cluster baru tersebut diproyeksikan bisa mengejar target penjualan tahun ini yang dipatok Rp 200 miliar.

Hingga sekarang, realisasi penjualan baru tercapai 25 persen dari target.

”Terus terang agak slow, semestinya minimal sudah 50 persen dari target,” imbuhnya.

Laju penjualan melambat karena pasar tidak bisa menyerap produk yang tersedia.

"Kami hanya mengandalkan kcluster lama. Misalnya, Riverside yang tersisa 30 persen atau 50–60 unit,” ungkapnya.

Penyerapan pasar terhadap produk itu terbilang lambat. Sebab, dari segi harga, pengembang tidak lagi menyasar segmen market paling gemuk.

Sementara itu, Senior Vice President Bank Mandiri Region VIII Susatyo Anto Budiono menyampaikan bahwa pasar properti tetap stabil bila nilai tukar stabil dan IHSG naik.

Hal itu ditambah dengan adanya suku bunga single-digit juga bakal mengerek pasar properti.

”Sekarang properti mulai membaik. Bunga bank sudah turun. Jadi, seharusnya tahun ini pasar properti bisa lebih baik lagi daripada tahun lalu,” paparnya.(jpnn)