Ahok Ungguli Gatot di Posisi Cawapres Jokowi, Ini Kata PKS

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI), mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini mendekam di penjara mengungguli Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk posisi wakil presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengaku aneh, jika saat ini Ahok masih dipilih sebagai pasangan pendamping Jokowi. Pasalnya, warga Jakarta lewat hasil Pilgub DKI Jakarta tidak menginginkan Ahok.

"Kalau ukurannya Pilgub DKI kan jelas berbeda bahwa 58 persen warga Jakarta tidak memenangkan Ahok, dan 42 persen yang memenangkan Ahok," ujar Hidayat Nur Wahid saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/10).

Hidayat Nur Wahid juga mempertanyakan, apakah survei itu dilakukan kepada random atau acak. Atau hanya kepada para pendukung Ahok.

Apabila riset tersebut yang dilakukan survei adalah para pendukung Ahok. Maka hasilnya sudah bisa ditebak. Mereka akan mendukung dan memberikan suaranya disurvei itu kepada Ahok.

"Kalau respondenya adalah pendukung Ahok, bisa jadi 100 persen memanangkan Pak Ahok," kata Hidayat Nur Wahid.

Oleh sebab itu, dia berharap kepada pihak-pihak yang melakukan survei untuk dibuat secara benar. Tidak berdasarkan ada motif di belakangnya. Sehingga publik bisa menpatkan bukti sebenarnya.

"Kalau surveinya yang lebih fair mungkin kondisinya akan berbeda," pungkasnya.

‎Sekadar informasi, dari hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, menyimpulkan Ahok dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pantas menjadi Cawapres Jokowi di 2019.

Ahok, unggul dengan dukungan responden 17 persen. Kemudian disusul oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 10 persen dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 8 persen, sementara 34 persen tidak menjawab.

Survei dilakukan terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun atau sudah menikah di 34 provinsi, pada 17 hingga 24 September 2017, melalui wawancara tatap muka. Adapun metodenya yaitu multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.(jawapos)