Top News

JAKARTA, RadarPena.com - ’’Semua dimulai dari sebuah legenda’’. Begitu Anthony Hopkins membawakan narasi trailer terakhir Transformers: The Last Knight yang tayang awal bulan ini.

’’Selama ribuan tahun, mereka bersembunyi. Pada saatnya, mereka akan melindungi bumi dari apa yang akan menimpa,’’ lanjut pria yang membawakan tokoh baru bernama Sir Edmund Burton tersebut.

Kemudian, trailer berlanjut dengan adegan-adegan heroik khas Michael Bay (diiringi backsound musik bernuansa patriotis), pertarungan robot-robot raksasa yang menggetarkan bumi, perpecahan di tubuh Autobots (ketika Optimus Prime menghajar Bumblebee), hingga aksi Mark Wahlberg dan Josh Duhamel.

Penantian penggemar Transformers tanah air berakhir hari ini. Installment kelima franchise kebanggaan Michael Bay itu resmi ditayangkan, mendahului Amerika Utara yang baru mulai diputar pada Jumat (23/6).

’’Ini bakal lebih besar, lebih keren, dan lebih segalanya. Michael selalu ingin memberikan sesuatu yang lebih buat fans,’’ kata Wahlberg saat global premiere di London pada Minggu (18/6).

Well, jika dilihat dari trailer, film yang dibuat dengan bujet USD 260 juta (setara Rp 3,4 triliun) itu menjanjikan segalanya. Terutama dari sisi action dan efek visual.

Namun, ada satu keunggulan ketimbang empat pendahulunya. Wahlberg mengklaim ceritanya lebih bagus dan dalam. Itu penting karena sejak film pertama dirilis satu dekade silam, plot Transformers selalu dikritik jelek.

’’Ya, ceritanya hebat,’’ janji pemeran Cade Yeager tersebut.

Film kelima itu akan mengungkap banyak mitologi Transformers dan hubungan mereka dengan manusia. ’’Invasi robot’’ yang terjadi sejak abad pertengahan tersebut menjadi kunci untuk menyelamatkan dunia di masa depan. Adalah Sir Edmund Burton, seorang astronom dan sejarawan, yang menemukan asal-usul itu.

Lalu, siapa the last knight alias kesatria terakhir yang dimaksud di judul? Paramount sempat memberi sedikit bocoran melalui sebuah video footage yang ditayangkan di CinemaCon 2017 lalu.

Dalam cuplikan berdurasi 20 menit tersebut, jelas bahwa kesatria terakhir yang dimaksud bukanlah Optimus Prime seperti prediksi banyak orang sebelumnya, melainkan Yeager. Dia disebut-sebut terpilih untuk memegang kekuasaan dan perdamaian antara umat manusia dan Transformers.

’’Banyak hal baru di sini,’’ tutur Wahlberg saat ngobrol dengan Jimmy Fallon di The Tonight Show pada Rabu (14/6).

’’Aku dibawa ke Inggris oleh karakter Anthony Hopkins dan bergabung dengan seorang profesor perempuan di Oxford, lalu kami harus pergi dan mencari tahu mitologi Transformers. Bagaimana mereka bermula dan hubungan antara mereka dan manusia,’’ ungkapnya bersemangat.

Satu lagi pertanyaan besar fans, scene pertarungan brutal antara Bumblebee dan Optimus Prime. Banyak teori yang muncul. Salah satu yang paling santer, Prime telah menjadi robot zombi setelah yang dilakukannya di film terdahulu, Age of Extinction. Tepatnya, ketika Prime meninggalkan bumi untuk mencari pencipta Transformers.

Perkiraan itu didasarkan pada serial televisinya, yakni setelah Prime tewas di versi animasi Transformes: The Movie. Itu juga didukung ucapan Wahlberg.

’’Ya, Prime jadi jahat di sini dan kami harus memperbaiki situasi tersebut,’’ ucapnya. Well, semua spekulasi akan terjawab hari ini.

Selain cerita yang dijanjikan lebih seru, The Last Knight melibatkan teknologi terbaru. Bay all-out membuat penampilan seluruh Autobot terlihat real.

Sebanyak 98 persen proses syuting film itu menggunakan kamera IMAX. Artinya, The Last Knight menjadi film Hollywood pertama yang hampir seluruhnya menggunakan kamera IMAX. (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Ingin memberi warna baru dalam web series The Man From Bekasi, Acha Prayogi sengaja menggandeng aktor India, Manish Gopali. Tak hanya Manish, dia juga mengajak Atalarik Syah dan Jenny Cortez.

 

“Kehadiran mereka untuk menghilangkan kejenuhan, karena TV kita keseringan drama penyiksaan,” kata Acha Prayog saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

 

"Ini kita bikin komedi karena Bekasi kan suka dibikin meme, di-bully sama orang Jakarta. Jadi kami pikir kenapa nggak dibuat komedi," lanjut Acha.

 

Menurut Acha, tak hanya artis India, pihaknya juga menggandeng artis dari Thailand. “Karena pengen beda. Kalau sinetron kan sudah ada pakemnya, tapi di youtube bebas-bebas aja. Gandeng Manish untuk sisi drama tapi kontennya tetap comedy action," jelasnya.

 

Manish pun menceritakan perannya dalam web series itu. “Peran saya seorang turis dari India ke Jakarta, dia kehilangan tunangannya yang meninggal," kata salah satu bintang sinetron Thapki ini.

 

"Datang ke sini dia liburan, terjebak dalam situsi pembunuhan, sampai dia jadi target. Wrong man in wrong place. Basicly dia di perjalanan menyembuhkan luka hatinya, dia jatuh cinta dengan cewek Indonesia," lanjut Manish.(mg7/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Belum juga dirilis, tapi hak siarnya sudah dibeli di 113 negara. Begitulah nasib apik yang sedang menaungi Battleship Island. Film garapan CJ Entertainment itu baru ditayangkan bulan depan. Namun, para pembeli sudah dibuat kepincut hanya dengan melihat trailer promo berdurasi tak sampai 3 menit itu.

Kali pertama trailer diputar di European Film Market pada Februari. Studio dari berbagai negara tertarik membelinya. Pembeli bertambah begitu trailer diputar di Cannes Film Market akhir bulan lalu. Dikutip dari Hollywood Reporter, negara yang sudah kontrak untuk turut mendistribusikan film arahan Ryoo Seung-wan itu, antara lain, Prancis, Italia, Rusia, Turki, Jepang, Hongkong, Singapura, Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Amerika Serikat, dan Kanada.

Battleship Island mengambil setting tahun 1945 ketika Perang Dunia II berlangsung. Tentara Jepang menduduki Korea. Ratusan penduduk Korea dipindahpaksakan ke Pulau Hashima yang terletak 15 kilometer dari Kota Nagasaki, Jepang. Mereka dipekerjakan sebagai penambang batu bara di area yang terletak 1 kilometer di bawah permukaan air laut.

Menjalani kehidupan keras seperti neraka dunia, mereka berusaha membebaskan diri. ’’Ini adalah film perang, film penjara, dan film pelarian. Genre itu punya daya tarik yang kuat untuk penonton Prancis,’’ kata Cyris Burkel, akuisisi eksekutif di Metropolitan, distributor film Prancis, sebagaimana dilansir Allkpop.

Menghadirkan visual yang sangat nyata, Seung-wan mengaku tidak mudah membuat film itu. Meski beberapa dibantu teknik CGI, tetap banyak adegan berbahaya yang mesti dilakoni pemain. ’’Pengalamannya begitu menyakitkan secara fisik,’’ ujar Seung-wan sebagaimana dilansir Inquisitr.

Cerita dan visual memang hebat. Namun, boleh dibilang, kunci utama yang membuat film tersebut menarik adalah kehadiran tiga aktor besar Korea. Yakni, Hwang Jung-min, 46; So Ji-sub, 39; dan Song Joong-ki, 31. Mereka menjadi sosok pahlawan yang membantu para penambang bebas. ”Kolaborasi antara Ryoo dan aktor papan atas serta cerita tentang pelarian besar-besaran, tampaknya, menarik perhatian pembeli asing,’’ ungkap Choi Yoon-hee, kepala tim distribusi luar negeri CJ Entertaiment, sebagaimana dilansir Yonhap News.

Tiga aktor itu berakting dengan maksimal. Ji-sub menyatakan bahwa adegan berbahaya yang dilakoninya sangat menantang. ”(Film, Red) itu juga emosional. Saya senang karena kami menyelesaikan filmnya tepat waktu,’’ ucapnya. Senada, Jung-min juga mengungkapkan rasa bangganya. Menurut dia, film yang proses syutingnya dilakukan tahun lalu itu betul-betul dihasilkan dari teamwork yang kuat. ”Ini selesai dan saya ingin bertepuk tangan sendiri. Pemain dan kru bekerja sangat keras,’’ terang Jung-min.

Kabarnya, Battleship Island terjual dengan harga mahal, melampaui harga rata-rata film Korea di pasar internasional. ’’Meskipun kami tak dapat mengungkapkan jumlah uangnya, sebagian besar pembeli Asia telah membayar dengan harga tertinggi untuk sebuah film Korea,’’ tutur Yoon-hee.

Joong-ki yang lekat dengan perannya sebagai Kapten Yoo Shi-jin dalam drama Descendants of The Sun mengaku antusias dengan perannya itu. Dia berusaha menyelesaikan film tepat waktu di sela-sela kesibukannya menghadiri fan meeting dan syuting iklan. ’’Saya telah berlari selama enam bulan untuk menjaga bentuk tubuh. Saya ingin memberikan akting terhebat. Sebab, saya percaya ini adalah proyek besar,’’ kata Joong-ki sebagaimana dilansir Inquisitr.

Daya tarik tiga aktor itu diakui para distributor film beberapa negara. Salah satunya adalah Singapura. ”Faktor besar kami memutuskan untuk membeli hak Battleship Island tak hanya karena plot cerita yang kuat, tapi juga bintang Hallyu Descendants of The Sun Song Joong-ki,’’ ungkap Lim Teck, managing director Clover Films Singapura.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com – ”Saya masuk angin lho, Pak. Dua jam berdiri nggak pakai baju.” Ucapan itu meluncur dari bibir Reyvaldi Zain di Pena Resto Senin (12/6) sore. Reyvaldi adalah pemeran prajurit dalam pentas Sam Po Kong, Sabtu (10/6). Reyvaldi serta para penari pendukung teater tersebut diundang buka puasa bersama oleh Dahlan Iskan dan istri, Nafsiah Dahlan.

Dalam pentas di Ciputra Hall-Performing Arts Centre, Dapur Teater Remy Sylado memang didukung 20 siswa dan mahasiswa Surabaya. Mereka berperan sebagai penari yang melengkapi blocking (tata letak) per adegan.

 

Para penari itu berlatih tidak sampai sepekan. Intensif. Langsung mempelajari tarian pengiring 15 lagu sepanjang pertunjukan. Dan sukses.

 

Dalam perjumpaan selama lima hari itu, para penari tersebut sudah raket (lengket) bak saudara. Karena itu, suasana berbuka kemarin terasa gayeng dan hangat. Penuh canda tawa. Santai banget. Termasuk saat mereka curhat dan berbagi pengalaman tentang penampilan di atas panggung.

 

Bukan cuma Reyvaldi, siswa kelas XI SMAN 20 Surabaya, yang berceloteh. Muhammad Fathin, siswa SMAN 1 Surabaya, ikut-ikutan menggojlok Renaldo Santoso, salah seorang prajurit Majapahit. Aldo, sapaan Reynaldo, jadi bahan candaan lantaran kerap digoda sida-sida. Semacam punakawan banci yang diperankan apik oleh Charles Tjioe. ”Dia (sida-sida, Red) kan pacarnya Aldo,” kata Fathin. Aldo hanya melirik sinis.

 

Turut tampil di panggung teater dan disaksikan banyak mata membuat anak-anak muda itu senang. Ditambah apresiasi yang didapat dari Dahlan Iskan.

 

”Walau cuma figuran, kami mendapat apresiasi tinggi. Saya tersanjung. Bisa makan malam satu meja dengan Pak Dahlan. Foto bareng, dapet tanda tangannya pula,” kata Fathin, lalu tersenyum.

 

Seusai makan malam, para penari live di Instagram@zetizen_surabaya. Mereka memperkenalkan diri satu per satu. ”Halo, kita lagi makan malam bersama Pak Dahlan Iskan,” ucap Nadhiya Shabrina, salah seorang penari Tiongkok.

 

Sembari menggenggam smartphone, Nadhiya yang ditemani Anastasia Blanca berjalan dan merekam kawan-kawannya. Dia juga mengode kawan-kawannya untuk melambai-lambaikan tangan.

 

Dahlan Iskan yang juga ikut siaran membuat gerakan-gerakan lucu dan jahil di belakang para penari. Berbagai pose kekinian dan aksi Boomerang juga mereka lakukan.

 

”Asyik banget bisa ketemu sama temen-temen lagi. Ternyata, Pak Dahlan gaul banget ya,” tambah Naura Jasmine. Naura adalah salah seorang penari Jawa. Masih teringat betul rasa sakit yang harus ditahan kala duduk bersimpuh di panggung. Tidak hanya kesemutan, dia mengaku kakinya mati rasa.

 

Makan malam ditutup dengan foto bersama serta pembagian kenang-kenangan dan sertifikat yang ditandatangani oleh Dahlan Iskan. (esa/c6/dos/jpg)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Seperti yang sudah diprediksi pada awal pemutarannya, The Mummy tak sanggup mendongkel posisi Wonder Woman dari puncak box office Amerika Utara. Bahkan, pada pekan keduanya, Wonder Woman masih perkasa dengan meraup USD 57,2 juta (Rp 761,2 miliar). Sementara itu, The Mummy yang mengandalkan nama besar Tom Cruise hanya memperoleh USD 32,2 juta atau Rp 428,4 miliar. Itu menyedihkan bagi film berbujet Rp 1,89 triliun.

Dengan hasil tersebut, Wonder Woman tak hanya menguasai puncak box office selama dua pekan secara beruntun. Film besutan Patty Jenkins itu juga melampaui perolehan dua film DC dan Warner Bros. Yakni, Batman v Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad. Pada pekan kedua, perolehan dua film itu turun hingga 65 persen.

Total, Wonder Woman sudah mengumpulkan USD 435,2 juta (Rp 5,79 triliun). Sebanyak 47 persen pendapatannya bersumber dari pasar Amerika Utara. ”Kami tahu, kami berkali-kali dikritik karena film DC sukses di box office, tapi tidak memuaskan kritikus,” kata Jeff Goldstein, kepala distribusi domestik Warner Bros seperti diberitakan JawaPos, Selasa (13/6). ”Tapi, cerita Wonder Woman ini benar-benar ditulis dan dieksekusi dengan bagus. Ini bintang baru kami,” lanjutnya.

Di sisi lain, Universal berharap The Mummy lebih sukses di mancanegara. Juga, mereka puas karena pendapatan di luar Amerika Utara telah menembus USD 141,8 juta (Rp 1,89 triliun). Berkat kontribusi itu, tahun ini Universal membukukan total pendapatan USD 3 miliar atau sekitar Rp 39,9 triliun. Salah satu penyumbang terbesarnya adalah Fate and the Furious.

CANNES, RadarPena.com - Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts) diputar di Quinzaine des réalisateurs (Directors’ Fortnight) yang berlangsung paralel dalam Festival Film Cannes 2017 pada akhir Mei lalu. Pada festival yang level artistiknya sering dinilai lebih tinggi daripada Hollywood tersebut, film garapan Mouly Surya itu menuai banyak pujian. Mouly menjanjikan Marlina yang dibintangi Marsha Timothy tayang di tanah air.

Festival Cannes berakhir pada 28 Mei. Mouly kembali ke Indonesia pada 30 Mei. Kegembiraan dan kebanggaan masih terlihat jelas di raut wajah director 36 tahun tersebut. ’’Bangga pasti, seneng banget juga,’’ kata Mouly ketika ditemui dalam acara HOOQ Filmmakers Guild di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, kemarin (12/6).

Walau tahun lalu Mouly juga hadir di Festival Cannes, kedatangannya tahun ini sangat berbeda. ’’Gimana ya, hal ini buat saya nggak bisa diungkapkan dalam kata-kata. Bukan seperti kamu lari, terus menang lomba. Buat saya, ini seperti saya naik level,’’ ujarnya berseri-seri.

Mouly mengungkapkan, sebelum berangkat, dirinya sempat dilanda rasa waswas dan takut. Sebab, berdasar pengalamannya datang ke Cannes, setiap kali ada film yang dianggap jelek, penonton tidak segan meninggalkan ruang skrining. Tanpa peduli siapa saja di ruangan tersebut. ’’Itu seperti hukuman di tempat,’’ tutur Mouly.

Namun, setiba di sana, semua ketakutan itu hilang. Bukan karena Mouly yakin filmnya mendapat respons bagus. Tetapi, dia pasrah. Menurut dia, tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menerima apa pun penilaian penonton. Ternyata memang benar respons penonton yang terdiri atas kritikus, aktor dan aktris, serta sesama filmmaker tersebut sangat positif.

Di Cannes, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ditayangkan lima kali. Empat kali untuk publik dan sekali pemutaran bagi distributor. Dia tidak ikut dalam setiap pemutaran. Hanya, menurut pengamatannya, bioskop yang bisa memuat 850–1.000 penonton selalu penuh.

’’Saat saya menonton di salah satu film, ada satu bagian yang di situ mereka semua tepuk tangan. Sangat antusias dan responsif sekali mereka,’’ ungkap Mouly, lantas tersenyum lebar. Bagian yang mana ya? ’’Ya nggak bisa saya katakan sekarang. Nonton sendiri,’’ lanjutnya ceria.

Antusiasme tinggi juga diperlihatkan audiens dalam sesi diskusi Marlina. Menurut Mouly, mereka tidak hanya memberikan pujian, tetapi juga ketertarikan mengulik film yang ide ceritanya dari Garin Nugroho tersebut. Banyak yang menanyakan seperti apa budaya di Indonesia dan ingin mengetahui seperti apa peran perempuan di Indonesia.

Menurut Mouly, yang dipuji dari Marlina adalah penyutradaraan yang lincah dan segar, pengambilan gambar yang keren, serta scoring musik yang mengesankan. Tidak lupa, akting para pemain seperti Marsha, Egy Fedly, dan Yoga Pratama.

Hal itu sejalan dengan ulasan di sejumlah media. ScreenDaily menyebut Marlina sebagai film yang enjoyable meski mengemban pesan feminisme yang kuat. ’’Marlina mengemas hal-hal sederhana menjadi kisah yang indah untuk diceritakan, diiringi musical score yang benar-benar mencuri perhatian. Film yang sangat pantas diputar di Directors’ Fortnight.’’

’’Kita tidak mungkin mengabaikan capaian Mouly Surya di film ketiganya ini. Ini adalah kisah balas dendam yang mengerikan, tapi dikemas dengan sangat stylish. Potret karakter perempuan kuat yang sangat marah dan tak tahan lagi. Perfect fit untuk Directors’ Fortnight,’’ tulis Boyd van Hoeij, kolumnis The Hollywood Reporter. ’’Intinya, keren,’’ tambahnya.

Menurut sutradara yang menggarap What They Don’t Talk About when They Talk About Love itu, Marlina kini masih ’’jalan-jalan’’. Maksudnya, film tersebut masih diputar di beberapa kota di Prancis. Misalnya, Marseille, Paris, Jenewa, Roma, Milan, Firenze, dan Brussel. Mouly dan timnya sedang berdiskusi dengan jaringan bioskop di Indonesia untuk penayangan di tanah air. ’’Bulannya belum pasti, mungkin November atau Desember,’’ jelasnya. Tidak sabar! (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Keanon Santoso berhasil menjadi idola baru anak muda tanah air. Prestasi masuk dalam Formula 4 South East Asia Championship 2017 membuat pembalap muda tersebut menjadi perbincangan. Apalagi ditunjang dengan ketampanan wajah orientalnya, jadi wajar bila banyak kaum hawa memujanya.

 

Mulai populer membuat Keanon Santoso mendapat sejumlah tawaran untuk terjun ke dunia hiburan. Meski demikian, dia ternyata tidak dengan mudah memutuskan untuk ikut berkarier di panggung entertainment. Menurutnya, dia dan orang tua selaku manajer sangat selektif untuk menerima tawaran tersebut. Sebab cowok yang baru berusia 16 tahun itu ingin tetap dikenal sebagai seorang pembalap dibanding bidang lainnya.

 

"Saya harus selektif pilih tawaran terjun ke dunia hiburan. Gak masalah terjun ke dunia hiburan asal orang tahu saya sebagai pembalap," kata Keanon Santoso saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/6).

 

Keanon Santoso tidak menutup kemungkinan suatu saat terjun ke ranah hiburan. Bila punya kesempatan, dia ingin menjajal bidang seni peran. Terutama untuk ikut terlibat dalam film layar lebar.

 

"Sinetron saya kurang suka, kalau film layar lebar okelah. Atau sekadar jadi bintang tamu di talkshow aja," jelasnya.

"Pokoknya nomor satu itu waktu balapan, tapi kalau ada kesempatan kenapa enggak dicoba," imbuh Keanon Santoso.

 

Sementara itu, Keanon Santoso baru saja menyelesaikan beberapa seri dalam ajang internasional yakni Formula 4 South East Asia Championship 2016-2017. Meski performanya sempat kurang maksimal, dia tetap tidak patah arang. Penggemar Rio Haryanto itu punya misi untuk berkompetisi di GP3 atau F3.

 

"Saya akan terus berjuang, karena saya bangga bisa bawa nama Indonesia di ajang dunia," tutupnya. (ded/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Pengakuan atas Wonder Woman lengkap sudah. Bukan hanya moviegoers yang mengatakan bahwa film besutan Patty Jenkins itu bagus (lewat tingginya perolehan box office). Sesama sineas dan aktor pun memuji habis-habisan film yang dibintangi Gal Gadot tersebut. Di antara mereka, ada yang bermain di Marvel Cinematic Universe (MCU). Marvel adalah saingan berat DC Extended Universe. 

 

Salah satunya adalah pemeran Thor, Chris Hemsworth. ''Aku pikir dia (Wonder Woman) sukses menendang bokong Thor,'' cuit Hemsworth di Twitter. Tak lupa, dia me-mention akun Gadot. Sementara itu, Ava DuVernay, filmmaker yang menolak menyutradarai film solo Marvel Black Panther, memberi selamat Jenkins. ''Dia (Jenkins, Red) menulis sejarahnya sendiri. Keren,'' puji DuVernay. 

 

Hal senada disampaikan Joss Whedon, sutradara The Avenger dan Avenger: Age of Ultron. ''Aku melihat Wonder Woman sendiri beberapa pekan lalu. Jadi diamlah, sudah ada skrining khusus pria,'' tulisnya, juga di Twitter. Cuitan itu sekaligus menepis kenyinyiran sekelompok pria terhadap acara skrining khusus perempuan di Texas. 

 

Pujian lain datang dari sederet aktor dan aktris lain. Sebut saja Dwayne Johnson, Lupita Nyong'o, Kerry Washington, Lynda Carter, dan peraih pemeran pendukung terbaik Oscar 2017 Octavia Spencer. Mereka menyukai ceritanya yang girl power banget. Nyong'o menyebut Wonder Woman menggabungkan keberanian, aksi laga seru, komedi segar, sekaligus sensualitas yang berkelas.

 

Sementara Spencer menulis di Instagram, ''Para perempuan Amazon itu tidak hanya cantik dan sehat. Mereka cerdas, bisa berbicara dalam banyak bahasa, dan berwawasan luas. Yep, mereka punya otak!!!!!'' 

 

Tak mengherankan kalau Wonder Woman banyak orang, terutama perempuan. Film tersebut mengusung pesan feminisme yang kuat. Ada adegan Diana Prince (alterego Wonder Woman) memaksa ikut rapat parlemen yang (di masa itu) melarang keterlibatan perempuan, serta mengalahkan banyak pria sekaligus di medan perang. Diana juga tidak mau menjadi objek para pria.

 

Tak hanya Diana yang menolak menjadi objek. Film itu sendiri pun tidak menjadikan Putri Zeus tersebut sebagai objek. Meskipun outfit-nya superseksi, Jenkins tak pernah mengarahkan fokus kamera ke tubuh Gadot. ''Aku selalu menangkap ekspresi wajah Diana maupun senjata yang dia pegang. Dengan begitu, aku akan memenangkan hati penon-ton perempuan,'' yakin Jenkins. (adn/c17/na/jpg) 

 

JAKARTA, RadarPena.com - Prestasi di bidang film kembali diukir oleh sutradara muda, Lola Amaria. Sineas yang produktif menghasilkan karya-karya idealisnya ini, baru saja mendapat kesempatan hadir di pembukaan Indonesian Movie Week (IMW) 2017 yang berlangsung di Kroasia, pada Minggu (4/6) lalu, waktu setempat. Pemutaran pertama dilakukan di Kota Zagreb pada 3 dan 4 Juni, selanjutnya dilaksanakan di Kota Split pada 5 hingga 7 Juni 2017.

 

Tidak hanya sekadar menjadi tamu, film karya Lola Amaria juga ikut ambil bagian alias diputar di IMW 2017. Film berjudul Labuan Hati itu mendapat kesempatan pada pembukaan diputar dalam perhelatan bergengsi itu. Ada juga film karya Hanung Bramantyo berjudul Gending Sriwijaya yang ikut diputar dalam kesempatan tersebut.

 

"Ini penghargaan luar biasa untuk saya. Mereka tampak sangat excited dengan film saya, yang menggambarkan panorama dan pariwisata terbaik di Indonesia," kata Lola Amaria lewat keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Selasa (6/6).

 

"Bahkan mereka ingin mencontoh membuat film seperti Labuan Hati. Karena di sini (Kroasia) juga banyak kota dengan lautan yang indah," sambungnya.

 

Film Lola Amaria lainnya yaitu, Kisah Tiga Titik juga diputar di dua kota di Kroasia, yakni kota Zagreb dan Split. Penonton yang seluruh warga negara Kroasia serta pejabat setempat berkomentar, bahwa mereka kagum dengan keindahan Indonesia. Terutama untuk alam di Labuan Bajo, Pulau Komodo serta beberapa tempat lainnya yang berada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

"Filmnya ditranslate dalam bahasa Kroasia sehingga penonton paham dengan cerita. Selesai menonton, kami mendapat tepuk tangan yang luar biasa," ceritanya.

 

Selain pemutaran filmnya, Lola Amaria juga melakukan workshop dengan praktisi dan pejabat yang ada di kota Zagreb dan Split, Kroasia. Dari situ, dia bertukar infomasi seputar film di Kroasia dan juga sebaliknya.

 

"Mereka juga tertarik untuk membuat film di Indonesia. Semoga saja ada kerjasama kedepannya," tutupnya. (ded/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pekan pertama penayangan Wonder Woman berakhir cantik sekali (meski yang paling cantik tetap Gal Gadot). Di Amerika Utara, rilisan terbaru Warner Bros. dan DC Comics itu berhasil meraup USD 100,5 juta (Rp 1,335 triliun) selama akhir pekan. Di luar negeri, ia mengumpulkan USD 122,5 juta (Rp 1,631 triliun). So, sekitar Rp 3 triliun sudah dibukukan.

Catatan tersebut mengantarkan film yang disutradarai Patty Jenkins itu membukukan beragam rekor. Wonder Woman menjadi film superhero perempuan dengan pendapatan pekan perdana tertinggi. Jenkins juga menggeser Sam Taylor-Johnson sebagai sutradara perempuan dengan pendapatan opening weekend tertinggi. Pada 2015, film Fifty Shades of Grey arahan Taylor-Johnson dinobatkan menjadi nomor satu dengan capaian USD 85,2 juta (Rp 1,132 triliun).

Wonder Woman pun berada di peringkat ke-16 film superhero dengan pendapatan lebih dari USD 100 juta. Bahkan, pendapatan debut film berbujet USD 150 juta (Rp 2 triliun) tersebut mengungguli beberapa film superhero cowok rilisan Marvel. Yakni, Thor (2011), Thor: The Dark World (2013), Captain America: The First Avengers (2011), serta Iron Man (2008).

Superheroine asal Amazon itu mampu memutus lesunya pendapatan film awal musim panas selama 18 tahun terakhir. Rilisnya Wonder Woman pada awal Juni (untuk Amerika Utara) sukses menaikkan pendapatan awal musim panas hingga 33 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Wonder Woman juga mengubah komposisi penonton. Bila biasanya film superhero didominasi 60 persen penonton pria, kali ini proporsi penonton lebih imbang. Film pertama Wonder Woman selama 76 tahun tersebut didominasi perempuan, yang mencapai 52 persen dari total penonton.

Hal itu sesuai dengan prediksi Jenkins. Sejak awal promo, dia optimistis bahwa Wonder Woman yang penuh dengan adegan laga tetap diminati kaum hawa. ’’Aku yakin, perempuan juga suka film action dengan cerita yang bagus dan koreografi yang matang. Bakal kubuktikan lewat Wonder Woman,’’ ucapnya, sebagaimana dikutip Comicbook.

Warner Bros. pun puas dengan ’’investasi’’ selama nyaris 15 tahun tersebut. Presiden distribusi domestik Jeff Goldstein terang-terangan memuji Jenkins sebagai talenta sejati. ’’Patty punya visi yang memukau. Tentu saja, film ini bakal bisa diterima dan dicintai moviegoers di berbagai penjuru dunia,’’ ujarnya, sebagaimana dikutip The Hollywood Reporter. Dia menggaransi, superhero dengan alter ego Diana Prince itu akan lebih banyak tampil di layar lebar.

Kesuksesan Jenkins juga diharapkan membuka jalan buat sutradara perempuan di Hollywood lainnya untuk berkiprah di film-film blockbuster. ’’Semoga persepsi tidak masuk akal tentang perempuan yang tidak cocok menggarap film berbujet besar bisa runtuh,’’ tutur Paul Dergarabedian, analis media senior ComScore.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Wonder Woman resmi dirilis di Indonesia pada Rabu, 31 Mei 2017. Sementara di Amerika Serikat, film yang diproduksi Warner Bros Pictures, Silver Pictures dan DC Entertainment itu baru gelar Jumat, 2 Juni 2017.

 

Film yang dibintangi Gal Gadot ini berjaya di box office dunia. Ada banyak alasan film yang bercerita dari pedalaman Kerajaan Amazon ini digandrungi di banyak negara.

 

Selain reviewnya yang menarik, pesan kritiknya juga elegan. Namun di beberapa negara, film Wonder Woman dilarang diputar. Salah satunya adalah Lebanon.

 

Pemerintah Lebanon memutuskan untuk menarik semua film Wonder Woman dari theater karena aktor utamanya, Gal Gadot, adalah orang Israel.

 

Menteri Ekonomi Lebanon mengeluarkan perintah pelarangan Wonder Woman hanya beberapa saat sebelum film itu dijadwalkan tayang.

 

Lebanon secara teknis memang masih perang dengan Israel. Padahal, film berbugjet besar itu sudah lolos sensor Lebanon.

 

Tetapi, usaha Campaign to Boycott Supporters of Israel-Lebanon untuk melarang penayangan film itu sukses. Mereka menyebut Wonder Woman adalah film mengenai tentara Israel.

 

Gadot, yang berasal dari Tel Aviv, adalah anggota kombat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama dua tahun dan dinobatkan sebagai Miss Israel pada usia 18 tahun.

 

Campaign to Boycott Supporters of Israel-Lebanon sebelumnya juga berusaha melarang penayangan Batman v Superman yang juga menampilkan Gadot sebagai Wonder Woman. Tetapi, tidak berhasil.

 

Gadot, meski sudah jadi bintang Hollywood, tidak sungkan menunjukkan dukungan politiknya kepada Israel.

 

Saat ditunjuk menjadi Wonder Woman pada 2014, dia menulis diakun Instagramnya mengenai Israel.

 

”Saya mengirim cinta dan doa untuk rakyat Israel. Khususnya untuk anak lelaki dan perempuan yang mempertaruhkan nyawa mereka melindungi negeri saya dari serangan yang dilakukan Hamas. Hamas pengecut yang bersembunyi di balik perempuan dan anak-anak. Kita harus menang!!” tulis Gadot diikuti serangkaian tagar #weareright #freegazafromhamas #stopterror #coexistance #loveidf. (theguardian/tia/JPK/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 segera ada lanjutannya. Rumah produksi Falcon Pictures baru saja mengumumkan jadwal tayang sequel film tersebut.

 

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 bakal beredar di bioskop Indonesia pada momen Idul Adha 1438 H atau awal September 2017 mendatang.

 

Pengumuman tersebut disampaikan lewat official teaser yang juga baru dirilis. Di sana ditampilkan ketiga pemain yakni Tora Sudiro, Abimana Aryasatya, dan Vino G. Bastian tengah menyanyikan lagu khas Warkop DKI. Ada juga terdengar suara komedian senior Indro Warkop yang juga terlibat dalam film itu.

 

"Sampai ketemu di Idul Adha 1438 H," kata Indro Warkop dalam video tersebut.

 

Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 memang patut ditunggu. Pasalnya edisi pertama film ini sukses besar pada penayangannya tahun lalu. Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 bahkan dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan capain 6,8 juta penonton.

 

Tidak hanya itu, film arahan sutradara Anggy Umbara itu juga dianugerahi dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada awal peluncuran. Yakni rekor sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak dalam sehari lewat 556 ribu penonton dan film dengan pencapaian jumlah penonton tercepat mulai 1 juta, 2 juta, sampai 3 juta. (ded/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Film Critical Eleven terus menyedot antusiasme publik. Kini film tersebut telah meraih lebih dari 700 ribu penonton sejak dirilis pada 10 Mei lalu.

 

Angka itu diketahui dari update yang dikeluarkan oleh laman filmindonesia.or.id. Critical Eleven dipastikan telah maraup 764.944 jumlah penonton hingga akhir pekan kemarin (28/5).

 

Critical Eleven merupakan film yang diangkat dari novel karya Ika Natassa yang berjudul sama. Tokoh Ale dimainkan oleh Reza Rahadian, sedangkan Anya diperankan Adinia Wirasti.

 

Critical Eleven, terang Ika, merujuk pada istilah penerbangan. Yakni, tiga menit sebelum take off dan delapan menit sebelum landing yang merupakan masa kritis di mana kecelakaan pesawat sering terjadi. Dia menganalogikan 11 menit tersebut dengan fase pertemuan seseorang. 

 

"Kesan utuh kita mengenai seseorang terbentuk saat 3 menit pertama bertemu dan 8 menit terakhir sebelum berpisah,’’ kata Ika saat jumpa pers, baru-baru ini.

 

Dalam film berdurasi 135 menit arahan Monty Tiwa dan Robert Ronny tersebut, Ale dan Anya bertemu di pesawat ketika hendak terbang ke Sydney. Keduanya lantas menikah dan pindah ke New York, tempat Ale bekerja di sebuah kilang minyak.

 

Ujian datang saat Ale dipindahtugaskan ke Jakarta. Anya, yang sudah nyaman di New York, harus rela kembali ke tanah air. Situasi memburuk sehingga Anya dan Ale sering terlibat pertengkaran karena miskomunikasi atau gengsi masing-masing.

 

Peraihan jumlah penonton Critical Eleven kemungkinan bakal terus bertambah. Pasalanya film produksi Starvision dan Legacy Pictures itu masih beredar di bioskop. (ded/JPG)

 

SEOUL, RadarPena.com - Kyuhyun Super Junior akan dipertemukan kembali dengan pemeran Journey to the West untuk musim keempat mereka.

"Kyuhyun akan tampil di acara kami karena untungnya tidak ada konflik penjadwalan. Pembuatan film akan selesai sebelum pendaftaran militernya," kata jubir Journey To The West 4, seperti dilansir laman Soompi dan diberitakan JPNN, Jumat (26/5).

"Para pemeran lainnya berharap Kyuhyun bisa bergabung dengan mereka dan semuanya berjalan dengan baik," tambah sang jubir tersebut.

Meski begitu, dia masih merahasiakan jadwal pembuatan film dan lokasi syutingnya.

"Kami tidak bisa memberitahu tanggal pembuatan film atau lokasi syuting karena kami telah memutuskan untuk merahasiakannya. Semuanya akan terungkap saat acara ini tayang," tuturnya.

Journey To The West 4 ditayangkan pada Juni mendatang.

JAKARTA, RadarPena.com - Pada awal Mei 2017, laporan muncul bahwa peretas mencuri film Disney terbaru "Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales". Mereka mengancam akan merilis film tersebut secara online jika permintaan uang tebusan tidak dipenuhi.

Dilansir dari laman The Verge, CEO Disney Bob Iger mengatakan Disney tidak di-hack, dan bahwa ancaman tersebut palsu. "Sepengetahuan kami, kami tidak diretas. Kami mendapat ancaman hack untuk sebuah film yang dicuri. Kami memutuskan untuk menganggapnya serius tapi tidak bereaksi dengan cara seperti seseorang telah mendapat ancaman," sambung dia.

Iger menggambarkan keamanan dunia maya sebagai "isu utama" bagi perusahaan tersebut. Meski Disney menganggap ancaman pencurian film itu serius, perusahaan tersebut menolak membayar uang tebusan yang diminta. Pada saat itu, pihak yang tidak dikenal meminta "sejumlah uang," untuk dibayar di Bitcoin, dengan ancaman bahwa film tersebut akan dirilis secara online seperti "Orange is the New Black" milik Netflix pada April lalu.(rmol)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Rafathar membuat banyak penggemar penasaran. Apalagi semenjak official trailer film yang menampilkan anak Raffi Ahmad itu dirilis. Sejak diluncurkan pekan lalu, trailer tersebut telah ditonton lebih dari satu juta kali.

Atas banyaknya pihak yang menonton, Raffi Ahmad selaku ayah sekaligus produser, mengaku senang melihat respons penggemar. Dia pun semakin tidak sabar segera merilis film anaknya tersebut.

 

"Rafathar Movie trailernya tembus sejuta orang yang lihat hanya dalam seminggu lebih yeay. Makasih ya om auntie kakak dan teman-teman yang sudah lihat trailernya. Jangan lupa nonton filmnya 10 Agustus nanti," tulis Raffi Ahmad di akun media sosial Instagram.

 

Belum lama ini, presenter kondang berusia 30 tahun itu telah mengumumkan jadwal tayang film Rafathar. Film yang dibintangi anaknya, Rafathar Malik Ahmad itu dipastikan beredar mulai 10 Agustus 2017 mendatang.

 

Pada postingan yang sama, suami Nagita Slavina itu juga mengunggah poster resmi untuk film Rafathar. Di sana terlihat penampakan Rafathar, Raffi Ahmad, serta Babe Cabita. "Ini dia posternya, buruan lihat trailer officialnya ya, di YouTube channel kita RNR Movie dan official Line Raffi Ahmad ya. 10 Agustus 2017 tayang, pastiin semuanya nonton yah," ucapnya.

 

Film ini menjadi debut Rafathar Malik Ahmad sebagai pemain film. Sang ayah, Raffi Ahmad sengaja membuatkan film Rafathar dengan menggandeng produser Anggy Umbara dan sutradara Bounty Umbara untuk produksi film ini.

 

Menariknya, semua kebutuhan adegan Rafathar bakal diambil secara natural. Nantinya dia dituntun sebaik mungkin. Aksinya akan disempurnakan lewat efek Computer Generated Imagery (CGI). 

 

Selain Rafathar, Raffi Ahmad, dan Nagita Slavina, film ini juga akan dibintangi Fazura, aktris cantik asal Malaysia, Arie Untung, Inggrid Widjanarko, Babe Cabita, dan lainnya. (ded/JPG)

 

PARIS, RadarPena.com - Bintang Hollywood Willem Dafoe akan berperan sebagai pelukis Vincent Van Gogh dalam film terbaru tentang seniman jenius itu yang akan digarap oleh Julian Schnabel. Film "At Eternity's Gate" diambil berdasarkan judul dari salah satu lukisan terakhir Van Gogh yang menunjukkan seorang pria meletakkan kepalanya di tangannya. "Ini film tentang lukisan, pelukis dan hubungan mereka dengan keabadian," kata Schnabel, yang memenangi penghargaan sutradara terbaik di festival film Cannes pada 2007 untuk "The Diving Bell and the Butterfly".

"Film ini diceritakan oleh seorang pelukis. Film ini berisikan apa yang saya rasakan sebagai momen penting dalam hidupnya. Ini bukan sejarah resmi -- ini versi saya," imbuhnya.

Schnabel menulis naskah film tersebut dengan penulis skenario ternama Prancis Jean-Claude Carriere. Film itu -- yang akan digarap di Prancis -- berkisah mengenai kehidupan Van Gogh di Kota Arles, Prancis selatan, dan Desa Auvers-sur-Oise di dekat Paris.(rmol)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (di Indonesia dipasarkan dengan Salazar's Revenge) akan tayang lusa. Alias Rabu (24/5). Begitu banyak yang berubah dan berbeda dengan seri terakhirnya, PotC: On Stranger Tides, yang dirilis enam tahun silam.

Namun, duet sutradara Joachim Ronning dan Espen Sandberg meyakinkan, seri ini bakal lebih mudah dicintai. Berikut obrolan eksklusif dengan keduanya setelah world premiere di Shanghai lalu (12/5).  

Dari trailer yang beredar, kayaknya cerita seri ini berbeda sekali dengan prekuelnya, On Stranger Tides. Ada bintang-bintang lama yang muncul lagi. Kenapa begitu?  

Joachim Ronning (JR): Ketika mulai membuat film ini, kami memang melihat kembali ke bagian pertama franchise Pirates. PotC The Curse of the Black Pearl (2003). Banyak hal yang kami suka di situ. Aksinya keren, spektakuler, petualangannya bagus, komedinya lucu banget, unsur horornya juga mengena. Tapi, yang paling utama, film ini punya hati. 

Ada inti emosional yang sangat kuat, diwakili oleh tokoh Will Turner (Orlando Bloom) dan Elizabeth Swann (Keira Knightley). Kami begitu ingin mengulang kesuksesan film pertama dengan formula-formula yang ada di sana. Paduan aksi, horor, cinta, dan humor. Bagaimanapun, ini adalah film keluarga. 

Mengulang dong? 

JR: Kami cuma menangkap esensinya. Kami tahu, sebagian besar penggemar franchise Pirates paling menyukai film pertama. Termasuk kami. Big fan. Jadi, kami memutuskan untuk membuat cerita yang sama sekali baru, bukan lanjutan dari On Stranger Tides. Dengan elemen-elemen yang ada di film pertama. Termasuk juga Will Turner, yang seperti kita tahu, bakal come back.

Sebesar apa peran Will Turner menurut kalian? 

Espen Sandberg (ES): Film ini bercerita tentang Henry, karakter yang dimainkan Brenton Thwaites. Disney telah mengungkap nama belakangnya, Turner. Jadi, sudah pasti dia anak Will Turner. Peran Will adalah mengantar anaknya menjalani petualangannya sendiri. Dia adalah karakter yang sangat dicintai fans, aku yakin fans sangat happy melihatnya kembali. 

Salah satu beloved character di sini akan mati. Kenapa kalian membunuhnya? 

JR: Kami juga sedih kok. Tapi, menurut kami, kisah itu menjadi bagian penting dari sisi emosional yang berusaha kami angkat. Itu (sisi emosional) adalah jantung film ini. Kami juga ingin menekankan bahwa harta karun tidak melulu berupa emas. 

Apakah karakter Kapten Salazar tidak terlalu mengerikan? Terutama buat anak-anak? 

JR: Iya sih. Kami mengetesnya kepada anak-anak kami dan mereka ketakutan! Tapi, kayaknya kami memang harus sedikit push the envelope (maksudnya memaksimalkan segala potensi) di film ini.   

ES: Well, soal level kengerian itu memang agak tricky buat kami. Garis batasnya tipis sekali antara ngeri dan konyol. Jadi, konsepnya harus benar-benar dipikirkan. Tapi, anak-anak zaman sekarang kayaknya nggak gampang takut juga. Mereka terekspos hal-hal yang lebih mengerikan dari televisi atau game atau bahkan film-film yang terlalu gelap. 

Kita memang harus mendampingi anak-anak saat nonton ini. Kita bisa jelaskan bahwa Kapten Salazar ada di alam semesta yang berbeda dengan kita. So, ya biarkan saja wajahnya menyeramkan, kan kita tidak perlu bertemu dia di dunia yang kita tinggali ini. 

Apakah karakter Brenton Thwaites dan Kaya Scodelario itu versi baru Will dan Elizabeth? 

JR: Bisa dibilang begitu. Dalam versi yang lebih modern. Ketika casting Brenton dan Kaya, kami ingin penonton dapat melihat diri mereka dalam tokoh Henry dan Carina Smyth. Kami tidak ingin pasangan tokoh ini... gimana bilangnya ya... old school. Kami ingin mereka tampil progresif, modern, dan kuat. Terutama karakter yang diperankan Kaya. Dia ini spesial sekali.

Apa adegan yang paling sulit difilmkan?   

JR: Pirates adalah sirkus raksasa. Lokasi syuting selalu dipenuhi ribuan orang, mulai kru sampai pemain ekstra (figuran, Red). Jadi, kayaknya semua adegan susah, hahaha.

Kita bisa melihat versi muda Jack Sparrow di trailer. Seberapa banyak porsi cerita origin? 

ES: Jeff Nathanson menulis skenario yang sangat brilian. Kita bisa mengetahui sedikit latar belakang Jack Sparrow. Seperti pernah dibilang Johnny Depp di konferensi pers, dia adalah tokoh yang tidak punya bangunan karakter. Dia nggak belajar apa pun dari masa lalu. Dia nggak berubah, flat saja hidupnya. Jadi, menurut kami, cerita origin itu penting untuk memberikan sedikit background atas dirinya.  

Apakah akan ada sekuel?  

ES: Hahaha, itu kayaknya bukan kita yang memutuskan. Tapi, segalanya masih bisa terjadi. Kita lihat saja bagaimana performa film ini (di box office). Dan, kalau disukai, mungkin Disney mau bikin lagi, kami siap saja. (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Cek Toko Sebelah menyabet penghargaan tertinggi di ajang Indonesian Movie Actor Awards 2017, Kamis (18/5) malam.

Film garapan Ernest Prakasa ini berhasil menjadi Film Terfavorit.

Cek Toko Sebelah unggul atas film populer lainnya, di antaranya Ada Apa Dengan Cinta 2, Warkop DKI Reborn, My Stupid Boss hingga Koala Kumal.

Dion Wiyoko yang sebelumnya mendapat penghargaan Pemeran Pria Pendukung Terfavorit ini, mewakili Ernest menerima penghargaan yang dibacakan Widyawati dan Cut Mini.

“Terima kasih IMAA, keluarga besar Cek Toko Sebelah,” ujar Dion.

“Ingat, harta yang paling berharga adalah keluarga,” tutup Dion mengakhiri sambutannya.

Gelar Film Terfavorit di IMAA 2017 menambah deretan penghargaan yang diraih Cek Toko Sebelah.

Dalam ajang IBOMA 2017 Maret lalu, Cek Toko Sebelah berhasil meraih penghargaan kategori Film Box Office Terbaik.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Aktor Raffi Ahmad tengah sibuk menyiapkan Film Rafathar yang akan tayang di bioskop Agustus mendatang.

Untuk soundtrack-nya, Raffi mengajak mertuanya, Gideon Tengker ikut terlibat.

Gideon adalah gitaris handal Band Blues yang menganut aliran rock and roll.

Melly Goeslaw‎ yang dipercayakan Raffi menggarap soundtrack Film Rafthar pun setuju.

"Raffi bilang kalau mertuanya gitaris rock and roll. Saya lihat oke juga, nanti ada tiga gitaris handal yang akan berkolaborasi," ujar Melly seperti diberitakan JPNN, Selasa (16/5).

Sementara Gideon merasa senang karena bisa membantu anak dan menantunya membuat film Rafathar yang kabarnya menelan anggaran miliaran rupiah itu.

"Demi anak dan cucu, saya pasti support. Ini filmnya lucu tapi asyik, mudah-mudahan banyak yang suka," harapnya. (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Nama Salman Khan tetap menjadi garansi sebuah film India bakal menjadi box office.

 

Buktinya, belum juga dirilis, film Tubelight yang dibintangi aktor gaek ini sudah meraup untung.

 

Seperti dikutip dari laman Bollywoodlife.com, Jumat (12/5), distribusi Tubelight sepenuhnya akan dikuasai oleh NH Studioz.

 

Atas kesepakatan tersebut, Salman Khan yang juga bertindak sebagai produser, mendapatkan pemasukan Rs 130 crore atau senilai Rp 270 miliar.

 

Selain itu, Tubelight yang disutradarai Kabir Khan tersebut juga telah dibeli oleh distributor di negara bagian Gujarat dan Rajasthan.

 

Para pemilik bioskop bahkan berani menjamin kalau Tubelight akan diisi penuh penonton hingga beberapa pekan setelah rilis.

 

Padahal rencana rilisnya masih pada 23 Juni nanti. Tidak di dalam negeri saja, untuk distribusi film ke luar negeri, studio besar seperti Yash Raj Films dan Fox Stars kabarnya telah mengantre untuk mengambil alih.

 

Trailer Tubelight sudah dirilis sejak Jumat (5/5). Baru seminggu diunggah di Youtube, trailer tersebut sudah ditonton lebih dari 17,5 juta kali.

 

Selain Salman Khan, Tubelight juga dibintangi sang adik, Sohail Khan, artis Tiongkok Zhu Zhu, Mohammed Zeeshan Ayyub, dan Om Puri. (uta/opi/jpnn)