2 Petinggi Bank Mandiri Diperiksa Kejagung, Ini Hasilnya

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Dua petinggi Bank Mandiri cabang Bandung diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terkait Kasus dugaan korupsi pengucuran dana kredit Bank Mandiri di Bandung Jawa Barat ke PT. Tirta Amarta Bottling Company (TAB) yang diduga merugikan negara senilai Rp 1,4 Triliun.

Kedua petinggi Bank Mandiri cabang Bandung itu yakni Deru Widyarto selaku Wholesale Credit Risk Head PT. Bank Mandiri Cabang Bandung dan Ferisa Kawun selaku Senior Credit Risk Manager PT. Bank Mandiri Cabang Bandung. Pemeriksaan guna mencari siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas korupsi ini untuk dijadikan tersangka. "Keduanya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum), Moh Rum di Kejaksaan Agung Jakarta, Kamis (12/10).

Saat diperiksa, kata Rum, Deru Widyarto menerangkan restrukturisasi kredit macet PT. Tirta Amarta Bottlin senilai Rp. 1.459.687.000.000,- yang mengalami kolektibilitas V (lima) sejak tanggal 21 Agustus 2016. "Lalu saksi Ferisa Kawun menerangkan hal yang sama dengan saksi deru," jelasnya. Penyidik hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, namun calon tersangka sudah dalam genggaman penyidik.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung belum brencana mencegah berpergian ke luar negeri jajaran petinggi Bank Mandiri terkait kasus ini. "Untuk saat ini belum ada (pecegahan) untuk pihak Bank Mandiri," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik pada Jampidsus), Warih Sadono.

Namun, Kata Warih, seorang Direktur Berinisial R dari pihak swasta dalam kasus ini PT TAB sudah dilakukan pencegahan berpergian ke luar negeri. Ini untuk mempercepat proses penyidikan.

Penyidik pidana khusus kembali membongkar praktik dugaan korupsi di Bank Mandiri. Kali ini dugaan korupsi dalam pengucuran dana kredit Bank Mandiri di Bandung Jawa Barat ke PT.TAB  senilai Rp 1,4 Triliun. Tahap penyelidikan sudah ditingkatkan ke penyidikan sesuai nomor sprindik 64/f.2/fd.1/09/2017 tanggal 11 September 2017.

Penyidik mencurigai adanya dugaan keterlibatan pihak dalam Bank Mandiri dalam memberikan pengucuran dana kredit ke PT TAB, pasalnya ditemukan oleh tim penyidikan adanya mark up jaminan dalam pinjaman kredit tersebut. Tak hanya itu,  penerima atau perusahaan yang menerima dana kucuran kredit juga tidak menggunakan dana Rp 1,4 triliun sebagaimana peruntukannya.(alan jhon)