Kejagung Isyaratkan Ada Tersangka Baru Korupsi Kapal Pertamina Transkontinental 

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung mengisyaratkan akan ada tersangka baru   dalam kasus penggadaan kapal anchor handlinh tug supply (AHTS) atau kapal untuk mendukung kegiatan lepas pantai,  2012 - 2014. Penetapan tersangka baru nantinya karena penyidik menemukan ‎adanya dugaan kick back (suap).

"Setelah dilakukan pendalaman tim menemukan adanya kick back yang nilainya miliaran rupiah," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  Warih Sadon‎o di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (19/6).

Dia menjelaskan kini tim penyidik terus mendalami dan mencari bukti kemana saja aliran dana miliaran rupiah dikucurkan yang menyebabkan kerugian negara Rp 35,3 miliar. 

"Yang jelas kick back tidak hanya diduga mengalir ke tersangka,  tetapi kepada para pihak lain. Kita tengah kumpulkan bahan keterangan dan baru tentukan sikap," jelasnya.

Diketahui, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yakni Suhermanto selaku Mantan Dirut PT Pertamina Transkontinental (PTK).  Penetapan tersangka,  2 Juni 2017 sesuai dengan surat perintah penyidikan (Sprindik)  nomor Print-19/F.2/Fd.1/06/2017. 

Suherimanto melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP. 

Kasus ini berawal pengadaan kapal anchor handling tug supply (AHTS) Transko Celebes dan AHTS Transko Andalas senilai US$ 28,4 juta, 2012-2014. Kapal jenis AHTS adalah kapal untuk mendukung kegiatan minyak dan gas bumi lepas pantai. Pengadaan kapal terjadi saat Ahmad Bambang duduk sebagai Direktur Utama Pertamina Transkontinental.

Bambang sudah dua kali diperiksa sesuai surat panggilan,  7 Desember 2016 dengan surat nomor R/786/f.2/fd.1/11/2016, 28 November 2016 dan 23 Januari 2017 sesuai surat panggilan nomor B-28/f.2/fd.1/01/2017,  5 Januari 2017.

Peran  Bambang diduga menghapuskan denda keterlambatan penyerahan kapal USD 5.000 per hari. Penyerahan Transko Andalas terlambat 77 hari menjadi 10 Agustus 2012, dari seharusnya 25 Mei 2012.  Transko Celebes terlambat 105 hari menjadi tanggal 8 Oktober 2012 dari seharusnya 25 Juni 2012. Total denda keterlambatan kedua kapal sebesar USD 910 ribu.(alan jhon)