Kakor Brimob: Tak Semua Anggota Saya Lurus

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Insiden penganiayaan wartawan Kantor Berita Antara, Ricky Prayoga (Yoga) oleh oknum anggota Brimob Polri, tidak terlalu ditanggapi serius Kepala Korps (Kakor) Brigade Mobil (Brimob) Polri Irjen Pol Murad Ismail.

Menurut lulusan Akpol 1985 itu, dirinya juga tidak bisa mengontrol satu persatu anggotanya. "Anak buah saya nggak semua, kau tanya lurus. Ada yang bengkok-bengkok juga. Itu yang perlu kita luruskan," ungkap Murad saat ditemui di silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Jenderal bintang dua asal Ambon itu, menilai, insiden tersebut diduga akibat kesalahpahaman kedua pihak. Murad bahkan, cenderung bela anggotanya. "Iya (salah paham). Kalau nggak ada aneh-aneh, nggak mungkin anggota itu (bereaksi)," tutur mantan Kapolda Maluku itu.

Seperti diketahui, aksi arogansi dan kekerasan oknum aparat Brimob, terjadi saat Yoga tengah meliput kejuaraan badminton di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggi sore (18/6).

Saat itu, korban yang tengah menganrtre di ATM JCC, dihampiri seorang anggota Brimob bernama Adam dan memandangnya seolah dicurigai sebagai kriminal.

Saat ditanyakan maksud pandangan yang "menuding" itu, korban justru dimaki dan diseret oleh oknum anggota bersama rekannya.

Kekerasan tersebut terekam video yang kemudian menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat korban dibekap dan ditarik oleh beberapa anggota Brimob untuk dibawa ke suatu tempat. Padahal, korban masih mengenakan "ID card" peliput kejuaraan bulu tangkis Indonesia Terbuka tersebut. (rmol)