Istri Agus Terduga Teroris Surabaya: Suami Saya Tak Pernah Keluar...

Typography

SURABAYA, RadarPena.com - Selepas penggeledahan barang bukti terduga teroris, suasana di jalan Tanah Merah II, berangsur-angsur sepi. Petugas pun sudah melepas Police Line dari depan gang rumah Agus Trimulyono.

Setelah rumahnya digeledah, istri Agus, Alfiah, angkat bicara soal penangkapan suaminya tersebut. Dia mengaku kaget suaminya itu ditangkap oleh Densus. 

"Saya tidak tahu apa-apa. Kata tentangga, suami diculik empat orang terus dinaikkan motor honda Beat warna hitam," cerita Alfiah kepada wartawan.

Soal kasus dugaan terorisme yang dilakukan suaminya, Alfiah sama sekali tidak percaya dan mengada-ada. 

Karena selama ini, suaminya bekerja sebagai penjual sayur, berangkat jam 06.00 pagi. Setelah itu, pukul 13.00-16.00, Agus nyambi sebagai kurir ekspedisi.

Dia menceritakan, sebelum tinggal di Surabaya, keluarga Agus berpindah-pindah, mulai di Malang lalu Nganjuk. Alfiah pun cuma bisa pasrah saat polisi menggeledah rumahnya. 

"Ya saya bilang ke polisi, silakan saja dicari kalau ada. Wong yang dibawa itu hp mati, hp loakan," ucap perempuan dengan empat orang anak tersebut.

Alfiah sendiri mengatakan bahwa kondisi suaminya sebenarnya sedang tidak enak badan. Setelah tahu suaminya ditangkap, dia berusaha menghubungi keluarga besarnya.

Soal dugaan video menenteng senjata AK-47 di Suriah yang viral di Youtube, Alfiah yakin bahwa itu bukan suaminya. Karena selama 12 tahun menikah, suaminya tidak pernah keluar Indonesia.

"Paspor saja kami nggak punya, bagaimana bisa ke luar negeri," lanjutnya. 

Alfiah membenarkan, bahwa suaminya memang menyimpan buku-buku Islam Fundamentalis. Selama ini, Alfiah tahu betul.

Buku dan majalah tersebut ikut dibawa oleh polisi. Dia menegaskan bahwa buku-buku itu hanya untuk menambah pengetahuan tentang agama. 

"Memang ada buku-buku organisasi Islam. Tapi apa salahnya kalau baca itu, kan nggak dipraktikan," tegasnya. (jawapos)