KUALA LUMPUR, RadarPena.com - Tim bulutangkis putra Indonesia lolos ke babak final SEA Games 2017 setelah di semifinal mengalahkan Thailand 3-1, Rabu (23/8) sore WIB.

Jonatan Christie cs akan menghadapi Malaysia di final.

Ganda putra Berry Angriawan/Hardianto menjadi penentu kemenangan tim Indonesia dengan membungkam Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, 27-25, 21-9.

“Ini pertama kalinya kami turun, kemarin kan nggak main. Jadi di awal game pertama kami masih meraba-raba kondisi lapangan. Banyak ragu-ragu, harusnya yakin bisa mematikan lawan, malah tidak yakin,” kata Berry seperti dilansir Badminton Indonesia.

Lawan Indonesia, Malaysia, lolos ke final setelah mengalahkan Singapura dengan skor 3-0. Laga final akan berlangsung besok, Kamis (24/8), pada pukul 15.00 waktu setempat. Sedangkan final beregu putri yang mempertemukan Malaysia dan Thailand, akan berlangsung pagi harinya, pukul 09.00. (jpnn)

Indonesia 3-1 Thailand:

Jonatan Christie vs Khosit Phetpradab 21-6, 21-18

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Bodin Issara/Nipitphon Phuangphuapet 21-13, 15-21, 16-21

Ihsan Maulana Mustofa vs Suppanyu Avihingsanon 21-15, 21-14

Berry Angriawan/Hardianto vs Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh 27-25, 21-9

Firman Abdul Kholik vs Kantaphon Wangcharoen tidak dimainkan

JAKARTA, RadarPena.com - Utusan Dagang Inggris untuk Indonesia Richard Graham menawarkan kerja sama dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta. "Pada dasarnya karena pengalaman di Olimpiade 2012, dan atletik internasional, kami menawarkan bantuan, apa yang bisa kami lakukan," kata Graham setelah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (23/8).

Graham menyampaikan tawaran tersebut kepada JK Kalla selalu ketua Pengarah Penyelenggara Asian Games 2018. Menurut Graham, ada beberapa perusahaan Inggris yang sudah menandatangani kontrak dan subkontrak dengan Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) untuk membantu pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang 18 Agustus-2 September 2018. "Ada beberapa perusahaan yang sudah ada kontrak dan subkontrak, seperti Velodrome itu untuk bersepeda yang dibangun oleh desainer Inggris," tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Graham juga menyampaikan pihaknya melalui Kedubes Inggris di Jakarta akan bekerja lebih dekat dengan INASGOC untuk melihat area lain yang bisa dikerjasamakan. Utusan Dagang Inggris untuk Indonesia itu mengaku kali pertama mendiskusikan Asian Games 2018 saat Wapres RI mengunjungi London Sports Stadium 2017 lalu.

Terkait perkembangan terbaru persiapan pesta olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade itu, Graham memuji acara hitung mundur setahun sebelum Asian Games 2018 di Monumen Nasional Jakarta, Jumat (18/8) lalu. "Tentang Asian Games 2018, sekarang sudah peluncuran hitung mundur setahun sebelum pembukaan, bagus sekali, pakai drone yang impresif!" paparnya.

 

BOGOR, RadarPena.com - Wakil Ketua MPR, Mahyudin menyebut insiden bendera terbalik pada SEA Games 2017 di Malaysia, menunjukkan ketidaksiapan negara penyelenggara dalam acara berskala internasional itu. "Saya tidak akan menuduh ada unsur kesengajaan, ini kelalaian panitia. Kealpaan itu, panitia tidak cukup cerdas dan lalai. Kalau Indonesia yang menyelenggarakan pasti lebih baik," kata Mahyudin, dalam sosialisasi Empat Pilar MPR, di Universitas Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/8). 

Politisi Golkar tersebut mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu terbawa perasaan (baper-red) dengan insiden bendera terbalik, apalagi sudah ada pernyataan maaf dari Malaysia. "Tidak perlu diartikan macam-macam, ngak usah juga ikut-ikutan balikin bendera. Kalau orang bodoh, kita jangan ikutan bodoh ya," terang Mahyudin.  Terkait insiden wasit tidak fair di pertandingan Takraw putri Indonesia, menurut Mahyudin, apa yang dialami atlet Indonesia sebagai resiko karena dimana-mana yang menjadi tuan rumah ada kecurangan.  "Resiko jadi tamu emang begitu," imbuhnya.

Tapi, lanjutnya, wasit yang melakukan kecurangan pasti akan ditindak oleh komite kehormatan. Akan ada sanksi sesuai aturan internasional apabila terbukti melakukan kecurangan. "Kita serahkan saja kepada komite kehormatan, perbuatan curang bisa dihukum," papar Mahyudin. Insiden mundurnya timnas sepak takraw putri Indonesia terjadi Minggu (20/8) saat bertanding menghadapi Malaysia di Titiwangsa Indoor Stadium Kuala Lumpur. 

Pertandingan disaksikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Mundurnya timnas sepak takraw ini disebabkan beberapa hal yang di antaranya adalah terkait dengan kepemimpinan wasit asal Singapura, Muhammad Radi yang dinilai banyak merugikan timnas Indonesia. 

Sebelumnya, bendera Indonesia yang tercetak dalam buku pantuan pelaksana SEA Games (SEAG) 2017 di Malaysia terbalik, sehingga dinilai menciderai pembukaan kejuaraan dua tahunan yang berangsung meriah.  Menpora Imam Nahrawi yang menemukan secara langsung melihat kondisi bendera Indonesia yaitu Merah Putih yang dicetak terbaik menjadi Putih Merah. 

Cetakan tersebut berada dalam halaman 80 buku yang dibagikan pada pejabat yang hadir pada pembukaan SEA Games 2017.  Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, secara resmi telah menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Indonesia. 

 

PARIS, RadarPena.com - Rafael Nadal kembali menjadi petenis nomor satu dunia di peringkat ATP untuk kali pertama dalam tiga tahun. Petenis putra Spanyol tersebut terakhir kali bertengger di puncak daftar peringkat ATP pada Juli 2014. 

Nadal yang menyabet gelar Grand Slam ke-15 di Roland Garros tahun ini, menggeser petenis andalan Inggris Andy Murray yang mundur dari turnamen di Montreal dan Cincinnati karena cedera pinggul. Nadal, yang sudah 141 pekan berada di peringkat teratas, juga berjuang mengatasi cedera lutut sejak pertama kali menjadi petenis nomor satu dunia pada Agustus 2008 setelah menembus semifinal Cincinnati. 

Dia mengaku sempat ragu bisa kembali ke posisi puncak daftar peringkat ATP setelah bertahun-tahun.  Nadal, yang dikalahkan petenis Australia Nick Kyrgios di perempat final Cincinnati pekan lalu, sempat terjun ke peringkat 13 dunia di pertengahan 2015 lalu. Sementara Kyrgios, yang sukses melaju ke final Cincinnati pada Minggu, naik lima peringkat ke urutan 18 dan sang juara asal Bulgaria Grigor Dimitrov menjadi petenis No. 9 dunia.

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menggenapkan wakil Indonesia di nomor tersebut pada putaran tiga Kejuaraan Dunia 2017 setelah merebut kemenangan atas Tseng Min Hao/Hu Ling Fang (Taiwan) dengan skor 21-13, 21-11 pada Selasa (22/8) kemarin. Baik Tontowi maupun Liliyana, sama-sama bersyukur mereka mampu tampil baik di pertandingan perdana yang berlangsung di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia tersebut.

"Kami bersyukur bisa maksimal di putaran pertama, lawan sesungguhnya tidak jelek. Walaupun peringkatnya di bawah kami, tapi kami tidak mau meremehkan, kami berusaha terus agar mereka tidak bisa berkembang permainannya," ujar Tontowi, Rabu (23/8).

Senada, Liliyana juga bersyukur atas hasil yang mereka dapatkan dalam pertandingan pertamanya tersebut di Kejuaraan Dunia 2017 yang menurutnya 

sebagai media untuk beradaptasi dengan lapangan pertandingan termasuk arah angin serta cahaya lampu. Dalam laga berikutnya, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan duet Irlandia Sam Magee/Chloe Magee untuk memperebutkan tiket perempat final. Menghadapi lawan yang berasal dari Eropa, Tontowi/Liliyana mengaku tak gentar menghadapi penonton yang kemungkinan besar bakal mendukung Magee bersaudara.

"Maklum saja kalau lawan banyak pendukungnya, ini kan di Eropa. Kami sudah berpengalaman dengan situasi seperti ini, sudah biasa main di All England dan Denmark Open. Ini tidak mempengaruhi kami," tutur Tontowi.

Hasil yang didapatkan Tontowi/Liliyana ini menyusul hasil yang diperoleh Praveen Jordan/Debby Susanto yang sebelumnya melangkah ke putaran tiga Kejuaraan Dunia 2017 usai menyudahi perlawanan kompatriotnya Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia, dengan skor 21-13, 21-11. Tontowi/Liliyana mengincar gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pasangan ini pernah menjadi juara dunia di Guangzhou, China, pada tahun 2013.(rmol)

 

KUALA LUMPUR, RadarPena.com – Indonesia kembali menambah koleksi emas SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pundi-pundi emas itu berasal dari cabang renang, setelah I Gede Siman Sudartawa menjadi perenang tercepat untuk gaya punggung 50 meter di Aquatic Centre di Bukit Jalil, Senin (21/8) petang.

 

Tak hanya memperoleh emas, Siman juga memecahkan rekor SEA Games di nomor 50 meter gaya punggung putra. Dia mencatatkan waktu 25,20 detik. Catatan itu menjadi rekor SEA Games yang sebelumnya 25,27 detik.

 

Untuk medali perak diraih oleh perenang Singapura, Zheng Wen Quah dengan catatan waktu 25,39 detik. Sementara perunggu menjadi milik Paul Le Nguyen dari Vietnam dengan catatan waktu 25,82 detik.

 

Menurut Siman, sebenarnya catatan waktu itu bukan rekor terbaiknya. Namun demikian dia tetap merasa bersyukur karena menyabet emas.

 

 

"Sebenarnya catatan waktu terbaik saya itu 25,04 detik. Tapi, saya sangat bersyukur bisa mengembalikan emas yang sempat hilang dari genggaman dua tahun lalu," kata Siman usai lomba.(dkk/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Indonesia diminta tegas terhadap Malaysia. Insiden bendera Merah Putih yang terbalik menjadi putih merah di majalah dan suvenir SEA Games 2017 menjadi salah satu contoh sikap Malaysia yang tak menghargai Indonesia.

Untuk itu, Sekretaris Fraksi Partai Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dadang Rusdiana mendesak pemerintah untuk menarik kontingen SEA Games.

“Dalam masalah bendera terbalik, Indonesia harus tegas,” kata Dadang, Senin (21/8). 

Dadang menambahkan, makna bendera bagi Indonesia sangat mendalam.

Sebab, kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan dan pertumpahan darah.

“Itu tidak mudah dipahami oleh Malaysia. Malaysia tidak pernah mengalami seperti itu. Jadi, pemaknaan Indonesia terhadap bendera berbeda dengan pemaknaan bendera oleh Malaysia,” ujar Dadang.

Dadang menduga Malaysia menganggap persoalan itu sebagai hal sepele.

“Kita harus memberikan pelajaran,” tegas anggota Komisi X DPR itu.

Dadang menegaskan, Malaysia sudah berulang kali merendahkan Indonesia.

“Oleh karena itu, pemerintah harus tegas. Boleh mereka minta maaf, tetapi kita juga harus memberikan catatan penting,” katanya.

Misalnya, kata Dadang, Indonesia harus menyampaikan protes keras yang didasarkan pada suasana kebatinan masyarakat yang masih merayakan HUT ke-72 RI.

“Kita jangan tanggung-tanggung. Kalau perlu kontingen Indonesia semua ditarik untuk tidak melanjutkan,” pungkasnya. (jpnn)

More Articles ...