BALI, RadarPena.com - Bali United dipastikan bisa menurunkan striker andalannya Irfan Bachdim saat menantang Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Rabu (9/8) lusa. Selain Bachdim, Bali United akan menurunkan penggawa anyarnya Steven Imbiri.

Bachdim sempat absen di sejumlah pertandingan Serdadu Tridatu -julukan Bali United, karena hukuman akumulasi kartu merah. Kartu merah tersebut dia peroleh ketika Bali United menjamu Barito Putera di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Setelah hukuman itu selesai, Bachdim langsung dimasukkan dalam daftar 20 pemain Bali United yang akan menantang tim Mutiara Hitam-julukan Persipura di Stadion Mandala. Bachdim akan mengisi lini depan Bali United bersama Yandi Sofyan, Sylvano Comvalius dan I Made Adi Wirahadi.

Sementara itu pelatih Widodo Cahyono Putro mempersiapkan tiga penjaga gawang. Mereka adalah I Made Wardana, Wawan Hendrawan, dan Alfonsius Kelvan. Masuk ke lini belakang, Bali United tak akan diperkuat Ricky Fajrin. Pemain asal Jawa Tengah itu harus absen karena membela Timnas U-22.

Mereka yang akan memperkuat lini belakang Bali United adalah Ahn Byungkeon, Agus Nova Wiantara, Dias Angga Putra, I Made Andhika Wijaya, Hasim Kipuw, Felisianus Junius, Abdul Rahman dan Ngurah Wahyu Trisnajaya.

Sementara lini tengah Bali United diisi oleh Fadil Sausu, Muhammad Taufiq, Syakir Sulaiman, Marcos Flores dan Steven Imbiri. Selain Ricky, pemain Bali United lain yang bergabung dengan Timnas U-22 adalah kiper Diky Indriyana, Miftahul Hamdi dan Yabes Roni Malaifani.

 

(saf/JPC/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Persija Jakarta akan kirimkan surat protes soal wasit di laga melawan Barito Putera, Minggu (6/8). Mereka merasa tak puas dengan kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah.

Wasit Paolo R asal Banda Aceh dianggap beberapa kali salah dalam ambil keputusan. Gol Muhammad Rifqi pada menit ke-53 yang dipermasalahkan.

Menurut Pelatih Stefano Cugurra Teco, Rifqi sudah dahulu dalam posisi offside sebelum menerima bola muntah. Hal inilah yang diprotes manajemen Persija.

"Kalau langkah yang akan tim lakukan kami akan mengajukan protes terhadap Komdis. Kami langsung bikin surat dan kemarin sudah kami kirim," ungkap Asisten Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.

Kinerja wasit Paolo memang disoroti Persija dalam dua hal. Selain gol offside, pada menit akhir, menurutnya pemain Barito sempat melakukan handsball.

 

(ies/JPC/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Timnas U-22 Indoensia sudah siap tempur jelang SEA Games 2017. Mereka sudah pelajari kekuatan dari Thailand yang bakal jadi lawan perdananya.

Setelah tampil kurang istimewa di Kualifikasi Piala Asia U-23, timnas U-22 Indonesia bakal coba peruntungan di SEA Games 2017. Mereka ditargetkan bisa raih emas dalam ajang multievent tersebut.

Kini, mereka dihadapkan ujian berat pada SEA Games 2017. Anak asuh Luis Milla tergabung di Grup B bersama juara bertahan, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Kamboja, dan Filipina.

Pada laga pembuka, Garuda Muda langsung menghadapi lawan berat. Mereka akan melawan Thailand di Stadion Shah Alam pada 15 Agustus 2017.

"Kemarin melawan Thailand di Kualifikasi Piala Asia U-23, dan tentu sudah punya gambaran lawan mereka. Pekan ini, kami persiapkan dengan baik lagi," ungkap pemain timnas, Gavin Kwan Adsit.

Gavin mengakui saat ditahan imbang Thailand, Indonesia tak maksimal. Apalagi, kala itu lapangannya tak memadahi.

"Waktu itu agak becek, situasi ke depan akan berbeda tapi kami mengenal pemain dan cara bermain mereka jadi mudah-mudahan bisa beradaptasi mengalahkan mereka di SEA Games," tandas dia.

 

(ies/JPC/JPG)

PALEMBANG, RadarPena.com - Pemain Sriwijaya FC tercatat sebagai salah satu pemain paling banyak mengoleksi kartu kuning sepanjang putaran pertama Liga 1 2017.

Salah satu di antaranya adalah Firdaus Ramadhan. Dia mengoleksi kartu kuning terbanyak setelah enam kali dihukum wasit.

Kemudian Yu Hyun Koo dan Marckho Merauje dengan lima kartu kuning.

Setelah itu barisan pemain penyerang dengan Hilton Moreira sebagai pengoleksi terbanyak setelah koleksi empat kartu kuning kemudian Rahmad Hidayat dengan tiga kartu kuning.

Total, secara keseluruhan Sriwijaya FC koleksi 38 kartu kuning. Jumlah ini memang lebih sedikit jika dibandingkan PS TNI yang koleksi 58 kartu kuning.

Pelatih Sementara Sriwijaya FC, Hartono Ruslan mengaku, keseringan pemain mendapat kartu bisa mempengaruhi ritme permainan.

Tapi semua itu masih lumrah, terutama para pemain bertahan. Ini karena mereka dihadapkan pada posisi sulit. Mereka tidak boleh kecolongan dan harus mengambil keputusan dalam merebut bola dari kekuasaan pemain lawan agar tidak menimbulkan bahaya bagi gawang tim berjuluk Laskar Wong Kito.

"Pemain bertahan banyak koleksi kartu karena mungkin kondisi sering terserang. Pemain bertahan berusaha melakukan perlindungan dengan segala cara yang salah satunya harus berakhir dengan kartu. Jadi ini situasi yang lumrah," ungkapnya.

Lebih dari itu, arsitek kelahiran Malang ini mengaku, banyak kartu dikoleksi karena dipengaruhi karakter pemain.

Misal, Yu yang lugas. Lalu Hilton yang sering protes. Selain itu juga karena faktor pengalaman.

"Tapi semua itu bisa kok diatasi. Nanti kita bicarakan agar pemain tidak banyak dapat kartu," ungkapnya. (kmd/ion/jpnn)

Pemain Penerima Kartu Kuning Terbanyak Putaran I

7: Sandi Darma Sute (Persija Jakarta), Jorge Gotor Blas (Mitra Kukar), Manahati Lestusen (PS TNI)

 

6: Rizky Dwi Febrianto (Madura United), Zulkifli Syukur (PSM Makassar), Ahmad Alfarizi (Arema FC), Ivan Carlos (Persela Lamongan), Vladimir Vujovic (Persib Bandung), Firdaus Ramadhan (Sriwijaya FC)

JAKARTA, RadarPena.com - Timnas U-22 Indonesia harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki tim jelang SEA Games 2017. Mereka diakui lemah pada 25 menit awal.

Garuda Muda kembali menjalani pemusatan latihan (TC) usai gagal lolos Piala Asia U-23. Mereka mempersiapkan diri untuk menatap SEA Games 2017.

Jelas, mereka harus matang-matang persiapkan tim. Sebab, di sana pasukan Luis Milla ditargetkan bisa raih emas.

"Kami memang 25 menit pertama lemah, contohnya saat lawan Malaysia. Kami mengalami masalah. Jadi, kali ini harus fokus dari awal sampai akhir tak boleh blunder," ungkap pemain timnas, Gavin Kwan Adsit.

Gavin sendiri optimistis bisa bawa Indonesia berjaya di SEA Games 2017. Dia harap bersama rekan-rekannya bisa lupakan kegagalan di Pra-Piala Asia U-23.

"Kami kali ini mengembalikan kerja sama, mengembalikan fisik dan teknik, kami sudah sempat refresh saatnya kami fokus untuk SEA Games agar mendapatkan hasil yang maksimal," tandas dia.

 

(ies/JPC/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Barcelona membantai klub Brasil, Chapecoense, dengan lima gol tanpa balas dalam ajang Trofeo Joan Gamper di Stadion Camp Nou, Selasa (8/8) dini hari WIB. Meski skornya terbilang sangat telak, ini bukan kemenangan terbesar yang diraih Barcelona selama gelaran Trofeo Joan Gamper.

Sebelumnya, Barcelona juga pernah menang 5-0 saat melawan tim raksasa Italia, Napoli, pada edisi 2011. Lebih telak lagi kala Barcelona menang 6-0 atas Club Leon (Meksiko) pada 2014 dan menang 8-0 atas Santos (Brasil) setahun sebelumnya.

Chapecoense sendiri merupakan klub Brasil keenam yang pernah diundang Barcelona untuk berpartisipasi di ajang Trofeo Joan Gamper. Sebelumnya, lebih dahulu hadir Flamengo, Botafogo, Vasco Da Gama, Internacional, dan Santos.

Tahun ini, Barcelona mengundang Chapecoense sebagai bentuk pengormatan atas tragedi kecelakaan pesawat di Kolombia pada tahun lalu. Dalam musibah itu, sebagian besar anggota skuad Chapecoense yang tengah menuju Kolombia guna melakoni laga final Copa Sudamericana, menjadi korban tewas.

Namun, alih-alih memberi hiburan untuk para pemain dan fans Chapecoense, Barcelona justru melakukan pembantaian. Tampil dengan kekuatan terbaik, termasuk Lionel Messi, anak asuh Ernesto Valverde ini sudah membuka skor sejak laga berumur enam menit melalui Gerard Deulofeu.

Bahkan, lima menit kemudian skor bertambah usai Sergio Busquets ikut mencatatkan namanya di papan skor. Barcelona lantas melengkapi keunggulan 3-0 sebelum jeda melalui gol Messi pada menit ke-28 usai menyambar bola sodoran Deulofeu.

Pada paruh kedua, Barcelona melakukan beberapa pergantian pemain demi penyegaran. Termasuk memainkan Denis Suarez dan Paco Alcacer. Menariknya, nasib kedua pemain itu bertolak belakang saat turun pada menit ke-46 dan ke-77.

Setelah Luis Suarez memperbesar keunggulan Barcelona menjadi 4-0 lewat gol hasil kerja sama apik dengan Messi, giliran Denis Suarez yang mencetak gol kelima untuk tuan rumah pada menit ke-74. Menerima umpan terobosan Messi, Denis Suarez dengan tenang melesakkan boa ke gawang dengan sepakan kaki kanan.

Sementara Alcacer, gagal memaksimalkan peluang penalti yang didapatnya pada menit ke-89. Hadiah penalti didapat Barcelona menyusul pelanggaran pemain Chapecoense terhadap Nelson Semedo. Alhasil, skor 5-0 untuk Barcelona bertahan sampai laga tuntas.

Bagi Barcelona, ini menjadi kemenangan ke-40 yang mereka raih di ajang Trofeo Joan Gamper. Sejauh ini, cuma ada satu tim yang pernah menang lebih dari dua kali selain Barcelona, yaitu klub Jerman, FC Koeln.

 

(ira/JPC/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak menjamin cabang olahraga yang tak masuk dalam surat keputusan (SK) akan mendapat bonus.

Pasalnya, pemerintah hanya mengalokasi bonus bagi peraih medali yang cabornya masuk dalam SK pada SEA Games 2017.

Kontingen Indonesia berkekuatan 870 orang. Jumlah itu terdiri dari 533 atlet (35 cabor), 170 pelatih, dan 55 ofisial tambahan.

Dari jumlah tersebut, terdapat 122 peserta mandiri dari tiga cabor di luar SK.

"KOI tidak bisa menggaransi adanya bonus bagi cabor di luar SK yang meraih medali. Semua itu tergantung dari kebijakan pemerintah. Kalau memang pemerintah mau memberikan bonusnya tidak ada masalah," kata Plt Sekjen KOI Hellen Sarita de Lima, Senin (7/8).

Selain berbicara bonus, Hellen menjelaskan masalah penginapan bagi atlet telah diatasi chief de mission (CdM).

"CdM telah mengupayakan tempat penginapan berada dekat dengan lokasi pertandingan," kata Helen.

Hellen menjelaskan, ada sosialisasi tentang tanggung jawab manajer bilamana terdapat kerugian yang ditimbulkan atlet selama berada di tempat penginapan saat tampil di SEA Games 2017.

"KOI itu kan tidak punya dana. Jadi, semua kerugian yang ditimbulkan selama atlet tinggal di hotel adalah tanggung jawab penuh manajer tim," tegasnya.

Disinggung adanya cabor yang ingin berangkat lebih awal, Hellen tidak mepermasalahknnya.

 

"Boleh-boleh saja cabor berangkat lebih awal tetapi tidak ada tambahan dana," ujarnya. (jos/jpnn)

More Articles ...