JAKARTA, RadarPena.com - Kepolisian bakal bertindak tegas dalam mengamankan laga kandang Persija Jakarta di Stadion Patriot. Bahkan, mereka akan pulangkan The Jakmania yang tak bertiket sejak keluar pintu tol.

 

Sebelumnya, Persija memang harus bermain tanpa penonton saat jamu Sriwijaya FC di Cikarang. Hal ini sebagai hukuman dari tak tertibnya beberapa oknum suporter mereka.

 

Sebab, dalam beberapa laga kandang terakhir ada oknum suporter yang memaksa masuk ke dalam tanpa tiket. Terlebih aksi ini menyebabkan beberapa polisi luka.

 

"Kami akan bersama-sama mencegah hal itu kembali terjadi. Kami akan turun langsung ke kantong-kantong pendukung Persija, bahkan akan ada pencegahan bagi penonton tak bertiket sejak di pintu tol," ungkap Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Suntana.

 

Hal ini dilakukan agar situasi bisa terkendali. Saat di sekitaran Stadion Patriot, Bekasi, semua suporter dipastikan sudah punya tiket.

 

"Kalau tak punya tiket nanti kami suruh putar balik. Nanti kami akan duduk bersama, Jakmania sendiri akan pasang imbauan spanduk soal hal tersebut," pungkas dia. (ies/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Ada-ada saja ulah akun media sosial klub-klub di Jerman. Setelah Hertha Berlin, kini giliran tim kasta ketiga Jerman, Fortuna Koeln, yang coba merayu Cristiano Ronaldo dengan cara unik.

Sebelumnya, Hertha coba membujuk Ronaldo untuk gabung dengan tawaran berupa dukungan sepenuh hati dari suporter. Hal itu sekaligus menyindir suporter Real Madrid yang beberapa kali sempat mencemooh Ronaldo.

 

Sementara pada Senin (19/6), Fortuna Koeln coba memikat Ronaldo dengan cara yang makin membuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, jika mau gabung Fortuna Koeln, Ronaldo akan mendapatkan bir gratis seumur hidup.

 

Serupa Hertha, Fortuna Koeln juga sadar mereka tak punya uang unguk bisa mendatangkan megabintang asal Portugal tersebut. Karenanya, Fortuna Koeln coba menawarkan sebuah hal yang dianggapnya akan sulit ditolak Ronaldo.

 

"Hey @Cristiano kami masih mencari seorang striker. Kami tak punya uang, tapi kami menawarkan Anda Koelsch gratis seumur hidup #ronaldo #fortuna," bunyi cuit di akun @fortuna_koeln.

 

Koelsch sendiri merupakan bir lokal di wilayah Cologne. Namun, agaknya upaya Fortuna itu akan sulit terealisasi meski hanya sekadar canda. Apalagi, Ronaldo dikenal sebagai atlet yang terbiasa dengan hidup sehat, tanpa rokok dan alkohol. (ira/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - AC Milan mendapat kritik akibat dinilai tak mampu melindungi pemainnya, Gianluigi Donnarumma. Kritik itu dilantunkan oleh agen Donnarumma, Mino Raiola.

 

Seperti diketahui, Donnarumma diisukan akan hengkang dari Milan menyusul keputusannya tak memperbarui kontrak. Hal itu memunculkan kegeraman di kalangan fans Milan.

 

Suporter garis keras Milan, Ultras, tak berhenti menyerang Donnarumma dengan kritik keras. Beragam sindiran pun dilontarkan, hingga ancaman pembunuhan terhadap kiper berusia 18 tahun itu dan keluarganya.

 

Raiola, yang semula diam saja, akhirnya buka suara untuk melindungi kliennya. Dia mengatakan, semula Donnarumma sudah siap meneken kontrak baru. Namun, situasi mendadak berubah karena sikap yang belakangan muncul.

 

"Situasi telah menjadi terlalu keras dan bermusuhan, hingga tidak ada jalan keluarnya. Kami mengambil keputusan yang tidak kami inginkan, tidak ada hubungannya dengan uang. Kami diancam, keluarga Donnarumma diancam, keduanya tidak bermain lagi dengan ancaman kematian. Anda tidak dapat mempertahankan pemain dengan mengancam dia," kata Raiola saat berbicara dengan Sky Sport Italia, Mediaset Premium, dan Rai Sport.

 

"Kami bahkan tidak sempat membicarakan uang atau mengeluarkan klausul, karena kami tidak diizinkan untuk sejauh ini, atau memikirkan yang terbaik untuk Gigio. Dia siap menandatangani kontrak baru, tidak ada keraguan dalam pikirannya. Mereka memaksa kami untuk meninggalkan negosiasi karena lingkungan yang tercipta di sekitarnya," sambungnya.

 

Menurut Raiola, Milan sendiri yang telah "memaksa" Donnarumma mengambil keputusan tak memperbarui kontrak dan berpotensi hengkang. Kubu I Rossoneri pun dinilai tak bisa melindungi pemainnya dari segala hujatan hingga ancaman yang datang.

 

"Saya mengambil tanggung jawab. Mereka memaksa kami, Milan yang kehilangan Donnarumma. Dia berkata kepada saya, 'jujur saja Mino, saya tidak merasa benar melakukan negosiasi saat orang-orang ini menghina dan mengancam saya dan keluarga saya'," urai Raiola lagi.

 

"Misalnya, ada spanduk di depan markas klub. Pihak klub seharusnya bisa melindungi pemain dan melepaskan spanduk. Klub harus mendukung pemain dan mendorong kariernya, tidak mengancam dengan meninggalkannya di tribune," tegasnya.

 

Juara Spanyol dan Eropa, Real Madrid, diyakini berada di posisi terdepan untuk perburuan Donnarumma. Juventus juga tertarik mendatangkannya sebagai calon penerus Gianluigi Buffon. Namun, Raiola menegaskan, sejauh ini belum melakukan negosiasi dengan pihak manapun.

 

"Saya belum berbicara dengan klub besar manapun. Kami tidak memiliki kesepakatan dengan tim lain. Dia sudah memiliki tawaran dari Juventus, Real Madrid. dan klub besar lain saat berusia 14 tahun. Jadi, jika dia ingin pergi, pasti sudah melakukannya sejak dahulu, saya bisa meyakinkan Anda bahwa tidak akan ada transfer cepat," jelas pria yang juga menaungi beberapa pemain kenamaan lain seperti Zlatan Ibrahimovic hingga Mario Balotelli itu.

 

"Saya sudah memastikan kami tidak akan pergi dengan status bebas transfer, jadi tidak ada terburu-buru untuk menandatangani kontrak. Saya menginginkan pendekatan yang lebih bertahap," tutup Raiola. (ira/JPG)

SURABAYA, RadarPena.com - Evan Dimas Darmono seolah sedang memberikan sinyal kepada Persebaya Surabaya untuk segera merekrutnya paa musim depan. Sebab Evan Dimas ingin bermain di hadapan publik Surabaya dan mendapat dukungan penuh dari Bonek.

Evan Dimas sebenarnya pernah memperkuat Persebaya pada tahun 2012 silam. Saat itu dia berstatus pemain magang. Karena berkas alih statusnya tak kunjung disahkan oleh kepengurusan PSSI dan operator kompetisi saat itu, Evan gagal membuat debut bersama Persebaya.

Lima tahun berselang, Evan Dimas membuka kans untuk kembali ke Surabaya. Sulung dari empat bersaudara tampaknyanya sudah rindu bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Persebaya yang tak pernah absen menghijaukan stadion.

"Saya juga ingin bermain dengan teman-teman yang dahulu. Kami pernah bermain sama-sama, tapi itu dahulu sekali," sambung Evan. 

Sosok kawan dekat Evan tak lain adalah jenderal lapangan tengah Persebaya, Misbakhus Solikin. "Jadi saya berharap suatu saat, kalau bisa secepatnya atau tahun depan, kami bisa bermain bareng lagi," harap pemain asal Desa Ngemplak, Surabaya ini.

Peluang Persebaya untuk menggaet Evan Dimas sangat terbuka lebar. Sebab kontrak Evan bersama Bhayangkara FC akan habis akhir tahun 2017 nanti.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - PSM Makassar kembali memuncaki klasemen Liga 1 usai menaklukkan Borneo FC dengan skor 1-0 di Stadion Andi Mattalatta, Senin (19/6). Pahlawan kemenangan PSM di laga ini adalah Reinaldo Elias da Costa, yang notabene mantan pemain Borneo FC.

 

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, PSM sudah mengambil insiatif menyerang sejak awal laga. Pertandingan berumur 10 menit, PSM sudah membuka peluang melalui tendangan bebas Wiljan Pluim yang bolanya masih tipis di atas mistar gawang Borneo.

 

Perjuangan kedua tim untuk menampila permainan atraktif di laga ini memang sedikit terkendala lapangan yang basah akibat guyuran hujan. Namun, semangat juang para pemain PSM untuk mengejar gol tak lantas mengendur. Meski, hingga jeda pertandingan tak ada yang mampu mencetak gol.

 

Selepas jeda, pelatih PSM, Robert Rene Alberts coba melakukan perubahan taktik demi menambah daya gedor. M. Rahmat dan Ferdinand Sinaga masuk menggantikan Romario Rumpaisum serta M Arfan. Kehadiran keduanya membuat agresivitas serangan tim berjuluk Juku Eja ini kian meningkat.

 

Hasilnya, akeselerasi M. Rahmat memaksa kiper Borneo, Muhammad Ridho, melakukan pelanggaran padamenit ke-65. Wasit menunjuk titik putih sebagai ganjaran untuk tuan rumah. Reinaldo yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan peluang untuk memecah kebuntuan PSM.

 

Tertinggal satu gol, Pelatih Borneo, Dragan Djukanovic, coba meningkatkan daya gedor dengan memasukkan Patrich Wanggai untuk menggantikan Riswan Yusman pada menit ke-75. Tak berselang lama, Patrich hampir menyamakan kedudukan untuk Borneo. Tapi, bola sepakannya dari luar kotak penalti masih sedikit menyamping dari gawang PSM kawalan Syaiful.

 

Perjuangan Borneo untuk menyamakan kedudukan akhirnya tak membuahkan hasil. PSM mampu mempertahankan keunggulan 1-0 sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan. Kemenangan membawa PSM kembali ke puncak klasemen dengan 23 poin, unggul satu angka dari Madura United.

 

Sementara, Borneo lagi-lagi belum mampu meraih hasil maksimal dalam laga tandangnya sepanjang Liga 1. Kekalahan membuat tim berjuluk Pesut Etam itu tertahan di posisi ke-14 dengan 14 poin.

 

SUSUNAN PEMAIN

 

PSM Makassar (4-3-3): 51-Syaiful; 33-Zulkifli Syukur, 23-Hamka Hamzah, 86-Steven Paulle, 14-Fathur Rachman; 10-Marc Klok, 15-M. Arfan (3-Ferdinand Sinaga 59'), 32-Nurhidayat Haris; 80-Willem Jan Pluim, 9-Reinaldo Elias da Costa, 95-Romario Rumpaisum (11-M. Rahmat 46')

 

Pelatih: Robert Rene Alberts

 

Borneo FC (4-2-3-1): 20-M. Ridho; 18-Ricky Akbar Ohorella, 4-Matheus Henrique, 5-Kunihiro Yamashita, 17-Abdul Rahman; 78-Riswan Yusman (27-Patrich Wanggai 75'), 11-Ponaryo Astaman; Terens Puhiri (76-Rifal Lastori 88'), 87-Flavio Beck Junior, 33-Wahyudi Hamisi (22-Sultan Samma 63'); 12-Lerby Eliandri

 

Pelatih: Dragan Djukanovic

 

(ira/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Jerman meraih kemenangan pada laga perdananya di Grup B Piala Konfederasi 2017. Menghadapi Australia di Stadion Fisht Olympic, Senin (19/6), Die Mannschaft menang 3-2.

 

Jerman, yang turun dengan banyak pemain muda, sempat menggebrak pada awal laga. Pertandingan baru berumur lima menit, Larst Stindl sudah mampu membuka keunggulan Jerman setelah bola sepakannya mengoyak gawang Australia yang dikawal Matthew Ryan.

 

Selepas gol itu, Jerman semakin mendominasi permainan. Berbagai peluang emas lanjutan mampu diciptakan anak asuh Joachim Loew. Namun, justru Australia yang bisa membalas pada menit ke-41 melalui gol Tom Rogic.

 

Akan tetapi, Jerman akhirnya bisa kembali unggul semenit jelang jeda. Sebuah pelanggaran di kotak penalti Australia memaksa wasit Mark Geiger asal Amerika Serikat menunjuk titik putih. Julian Draxler yang dipercaya menjadi algojo dengan mudah menaklukkan Ryan. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Jerman.

 

Selepas jeda, Jerman kembali memulai dengan inisiatif serangan. Permaian tempo tinggi diperagakan juara Piala Dunia 2014 itu. Hasilnya, Leon Goretzka berhasil menambah keunggulan Jerman usai bola tendangan kaki kanannya melesak ke gawang pada menit ke-48.

 

Meski tertinggal 1-3, Australia tak patah arang. Sebuah kemelut di kotak penalti Jerman pada menit ke-56 akhirnya bisa dimanfaatkan oleh Socceroos. Memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Bernd Leno, Tomi Juric dengan leluasa menceploskan bola ke gawang dari jarak dekat.

 

Skor yang kembali menipis membuat Pelatih Australia, Ange Postecoglou, coba mengubah taktik dengan melakukan pergantian pemain. Setelah memasukkan Robbie Kruse pada awal babak kedua, dia juga menghadirkan dua penyerang senior, James Troisi dan Tim Cahill.

 

Namun, upaya Australia mencetak gol penyeimbang tak berbuah hasil sampai peluit akhir pertandingan berbunyi. Jerman menuntaskan perlawanan Australia dengan kemenangan 3-2. Hasil ini membawa Jerman menyamai poin Cile, yakni 3, di klasemen Grup B. Sementara, Australia dan Kamerun sama-sama belum meraih poin.

 

SUSUNAN PEMAIN:

 

Australia (3-4-2-1): 1-Mathew Ryan; 2-Milos Degenek, 20-Trent Sainsbury, 8-Bailey Wright; 7-Matthew Leckie, 21-Massimo Luongo (10-Robbie Kruse 46'), 5-Mark Milligan, 16-Aziz Behich, 13-Aaron Mooy, 23-Tom Rogic (14-James Troisi 71'), 9-Tomi Juric (4-Tim Cahill 87')

 

Pelatih: Ange Postecoglou

 

Jerman (3-5-2): 12-Bernd Leno, 18-Joshua Kimmich, 2-Shkodran Mustafi, 16-Antonio Ruediger; 20-Julian Brandt (17-Niklas Suele 63'), 7-Julian Draxler, 21-Sebastian Rudy, 8-Leon Goretzka, 3-Jonas Hector; 9-Sandro Wagner (11-Timo Werner 57'), 13-Lars Stindl (14-Emre Can 78')

 

Pelatih: Joachim Loew

 

(ira/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Penjaga gawang muda berbakat Italia, Gianluigi Donnarumma, tengah menjalani polemik terkait keinginannya pergi dari AC Milan, klub yang mengorbitkan namanya. Punya agen semacam Mino Raiola, yang juga mengurusi nama-nama pesohor seperti Paul Pogba, Romelu Lukaku, Mario Balotelli dan Zlatan Ibrahimovic, menjadi keuntungan sekaligus kerugian bagi Donnarumma.

Keuntungannya, Donnaruma berkesempatan mendapatkan nilai kontrak dengan jumlah digit yang tak sedikit, meski tentu saja Raiola juga mengutip uang lelah yang tak sedikit dari kesepakatan-kesepakatan yang ada.

Kerugiannya, reputasi buruk Raiola terutama di antara para penggemar membuat Donnaruma menjadi sasaran empuk bagi kemarahan pendukung atas sepak bola kiwari yang tak jauh-jauh dari persoalan kapital.

Setelah Donnaruma mengkonfirmasi ia tidak akan memperpanjang kontraknya dengan AC Milan yang habis tahun depan, penjaga gawang berusia 18 tahun itu mendapat kejadian memalukan saat membela timnas Italia melawan Denmark dalam Kejuaraan Eropa Kelompok Usia di bawah 21 tahun (U-21). Sejumlah pendukung Italia melemparkan uang kertas mainan ke gawang yang di kawal Donnarumma, hingga pertandingan sempat dihentikan sejenak demi memberikan kesempatan petugas lapangan membersihkan uang-uang kertas mainan di mulut gawang itu.

Pelemparan uang mainan itu seolah menjadi kelanjutan dari pernyataan sejumlah pendukung ultras Milan, Curva Sud, yang meminta klub kesayangan mereka membekukan Donnarumma.

Pelemparan uang mainan dan kecaman dari Curva Sud mungkin tak cukup menggentarkan kebulatan tekad Donnarumma meninggalkan Milan, namun Raiola kepada sejumlah media sebagaimana dilansir ESPN mengklaim bahwa kliennya menerima ancaman pembunuhan selama proses negosiasi kontrak.

Ancaman pembunuhan terhadap Donnarumma dan juga keluarganya, dijadikan Raiola sebagai alasan utama untuk penjaga gawang masa depan Italia itu meninggalkan Milan, meski tentu saja Raiola juga akan mendapatkan cipratan uang yang tak sedikit dari kesepakatan kontrak sang klien dengan klub baru. "Kami mengambil keputusan yang tidak ingin kami ambil. Ini bukan soal uang. Kami diancam. Keluarga Donnarumma diancam, bahwa ia tidak akan bisa bermain lagi dan diancam dibunuh. Anda tidak bisa menahan pemain pergi dengan mengancamnya," kata Raiola, meski tak memberikan bukti keras apapun mengenai klaim ancaman terhadap Donnarumma tersebut. Saga Donnarumma, agaknya akan masih mewarnai bursa transfer musim panas kali ini, meskipun Milan seharusnya tidak perlu ambil pusing, karena mereka masih memiliki Alessandro Plizarri yang baru-baru ini tampil cemerlang untuk timnas Italia U-20 dalam drama adu penalti untuk memastikan tempat ketiga Piala Dunia. Loyalitas memang hal yang langka di kondisi sepak bola kiwari, lagipula para pendukung Milan juga bersorak ketika timnya yang didukung pemilik baru bergerak aktif sudah mengamankan empat pemain anyar bahkan ketika bulan Juni belum memasuki tanggal tua.(rmol)

 

More Articles ...