MADRID, RadarPena.com - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyatakan bahwa Cristiano Ronaldo bisa pergi dari Santiago Bernabeu. Tapi, Ronaldo hanya akan pergi jika ada klub yang berani menebus klausul pelepasannya sebesar 1 miliar euro (sekitar Rp 14,8 triliun). 

Seperti diketahui, kabar Ronaldo akan meninggalkan Madrid merebak. Terlebih kapten timnas Portugal itu telah mengatakannya sendiri. 

Ronaldo kecewa karena dituding oleh Kejaksaan Spanyol dirinya telah menggelapkan pajak sebesar 14,7 juta euro. Dia pun merasa Madrid tak membantunya secara serius untuk lepas dari tuduhan tersebut. 

"Saya belum berbicara dengan Ronaldo. Tapi, saya hanya menegaskan bahwa Ronaldo memiliki klausul pelepasan sebesar 1 miliar euro. Jika tidak ada yang bisa menebusnya, dia tak akan pergi," sebut Perez kepada Onda Cero. 

Imbuhnya, "Situasinya semakin aneh. Saya akan tetap berusaha mempertahankan seorang pemain besar di Madrid. Ronaldo adalah sosok yang baik dan dia profesional. Apa yang dituduhkan kepadanya tentu sangat menyakitkan". 

Perez menambahkan bahwa dirinya tak terlalu mengetahui terkait masalah pajak yang saat ini membelit Ronaldo. Dia pun menyebut bahwa selama ini Ronaldo telah memenuhi semua kewajiban pajak. 

"Kami mendukung dia. Kami sama sekali tak meninggalkan dia. Ronaldo selalu memenuhi kewajibannya terkait pajak. Semoga semua bisa teratasi," pungkas Perez. (jawapos)

BUENOS AIRES, RadarPena.com - Diego Maradona mengkritik penunjukan Jorge Sampaoli sebagai pelatih timnas Argentina, mengatakan bahwa sosok yang telah memenangi Piala Amerika itu tidak lebih baik daripada pendahulunya. Sampaoli mengambil alih jabatan sebagai pelatih Argentina pada awal bulan ini untuk menggantikan Edgardo Bauza, yang dipecat setelah hanya mencatatkan tiga kemenangan dari delapan pertandingan. Sampaoli (57), sebaliknya, telah memimpin Argentina meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertamanya -- namun hal itu tidak cukup bagus untuk Maradona. "Sampaoli tidak tahu lebih dari Bauza," kata Maradona kepada saluran televisi Argentina TyC, Selasa (20/6). "Jika ia (Sampaoli) tidak mengalahkan kami pada final (Piala Amerika 2015) (saat masih melatih) Chile, maka bahkan keluarganya tidak akan tahu siapa dirinya," paparnya.

Maradona juga mengungkapkan kemarahannya terhadap keputusan Sampaoli untuk tidak mengikut sertakan penyerang Manchester City Sergio Aguero, pada pertandingan persahabatan melawan Brazil dan Singapura. "Merupakan suatu kegilaan untuk meninggalkan Kun (Aguero)," tambah Maradona. "Kub memberikan lebih banyak kecepatan kepada Anda, ia membawa arus listrik."

Maradona sakit hati ketika Sampaoli mengundang dia ke Sevilla saat masih melatih klub Spanyol itu, namun tidak menindak lanjuti undangannya untuk menghormati sosok pemenang Piala Dunia 1986 itu, yang bermain untuk Sevilla pada masa senja kariernya, dengan pertandingan penghormatan.

"Sampaoli berbohong kepada saya," gerutu Maradona dari rumahnya di Uni Emirat Arab, di mana ia melatih Al-Fujairah. "Ia mengatakan kepada saya bahwa mereka akan memberikan saya (pertandingan) penghormatan di Sevilla. Kemudian (panggilan melatih) tim nasional datang dan saya tidak pernah mendengar apapun lagi dari dia," pungkasnya.(rmol)

 

MADRID, RadarPena.com - Cristiano Ronaldo belum berbicara dengan pembesar Real Madrid mengenai niat meninggalkan Spanyol. "Dia memang tidak berniat meninggalkan klub juara Liga Champions itu selama musim terakhir," kata Presiden Real Madrid Florentino Perez, Selasa (20/6).

Ronaldo ingin pindah dari Spanyol gara-gara dituduh menggelapkan pajak. Jaksa Spanyol memang lagi menggugat sang pemain dengan tuduhan menggelapkan pajak 14,7 juta euro dengan cara menyembunyikan pendapatan dari hak citranya antara 2011 dan 2014. Ronaldo membantah tudingan ini.

Pemain berusia 32 tahun itu telah menandatangani kontrak baru dengan Madrid sampai 2021 pada November tahun silam dan ada satu miliar euro pada kontraknya itu.

"Saya belum berbicara dengan Cristiano, saya sudah tahu soal itu dari surat kabar. Saya tak punya solusi apa pun tetapi Cristiano, seperti pemain lainnya, terikat kontrak dan dia adalah pemain Real Madrid," kata Perez.

"Saya yakin dia akan berbicara kepada kami mengenai apa yang telah terjadi (dalam kasus pajak), yang sudah pasti mempengaruhi kredibilitasnya, dan kita akan lihat apa yang terjadi," imbuhnya. Ketika ditanya kemungkinan Ronaldo pindah ke klub lain, Perez menjawab, "Saya tak mau berandai-andai," imbuhnya.

Ronaldo bergabung dengan Real dari Manchester United pada 2009 dengan memecahkan rekor pemain termahal di dunia pada harga 96 juta euro dan dia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Madrid dengan 404 gol dari 394 pertandingan. Dia sudah memenangkan tiga trofi Liga Champions, dua trofi La Liga dan dua trofi Piala Raja selama delapan tahun membela Real. "Dia punya kontrak dan dia perlu menuntaskannya. Yang kami tahu dia tidak senang oleh perlakuan yang dia dapatkan dari pers yang menuduh dia menggelapkan pajak," tutup Perez.(rmol)

JAKARTA, RadarPena.com - Pelatih Timnas U-15 Fakhri Husaini sukses membawa pulang gelar juara dari Vietnam.

 

Namun, dia memastikan belum puas dengan hasil tersebut.

 

Dia menyadari bahwa, target utama mereka masih sangat jauh.

 

Memang, oleh federasi, Fakhri dibebankan tugas untuk menjuarai Piala AFF U-15 di Thailand, Juli mendatang dan bisa lolos kualifikasi Piala Asia U-16, September mendatang. 

 

"Berhasil membawa pulang gelar juara dari Vietnam adalah sebuah prestasi yang patut kita syukuri. Namun, itu semua jangan sampai membuat kami untuk berpuas diri, kemudian lengah," kata Fakhri, kemarin (19/6).

 

"Karena target utama kami masih sangat jauh, dan kami semua harus bekerja keras untuk bisa mencapainya," papar dia. 

 

Pria asal Aceh itu mengatakan bahwa, dua even yang akan mereka hadapi tersebut, jauh lebih berat dari Turnamen U-15 International Football Tournament – Tien Phong Plastic Cup 2017 yang baru saja mereka lewati.

 

Dengan begitu, setelah lebaran nanti, Fakhri berencana menggelar pemusatan latihan yang didominasi dengan evaluasi kelemahan mereka selama di Vietnam tersebut. 

 

Fakhri yang sudah tiba di Indonesia bersama skuat Timnas U-15 itu, mengatakan dari pertandingan ke pertandingan, secara over all, permainan tim besutannya sudah sangat apik.

 

Apalagi, saat di pertandingan terakhir, mereka mampu menaklukan Taiwan dengan skor sangat meyakinkan 11-0.

 

"Namun, ada juga beberapa lini yang harus kami maksimalkan lagi. Misalnya komunikasi dan kosentrasi pemain di lini belakang," kata dia. 

 

Sementara itu, salah satu gelandang serang Garuda Asia -- julukan Timnas U-15 -- Hamsah Lestaluhu mengatakan bahwa, dia dan kawan-kawan sudah sangat siap untuk tampil di Piala AFF U-15 di Thailand nanti.

 

"Karena selama tampil di Vietnam, kami mendapat banyak pengalaman di sana," kata pemain asal Tulehu, Maluku itu seperti dilansir Indopos hari ini. 

 

Seperti yang diketahui, Indonesia memborong sejumlah gelar dalam turnamen yang diikuti oleh empat negara: Vietnan, Taiwan, Myanmar dan Indonesia itu.

 

Selain gelar juara, juga Fair Play Award, Top Skor atas nama Rendy Juliansyah dengan koleksi 7 gol serta Hamsah Lestaluhu menjadi pemain terbaik karena tampil menawan sepanjang turnamen. (ben/jpnn)

MAKASSAR, RadarPena.com - PSM Makassar lagi-lagi diangap diuntungkan oleh wasit, usai menang dari hadiah tendangan penalti. Kondisi itu terjadi saat tim berjuluk Juku Eja tersebut menaklukkan Borneo FC 1-0 dalam laga lanjutan Go-Jek Traveloka Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Senin (19/6) malam.

 

Memang, gol kemenangan PSM didapat melalui penalti Reinaldo Elias pada menit ke-65. Padahal, dalam tayangan ulang, hadiah penalti tersebut masih bisa diperdebatkan.

 

Nah, saat disebut timnya menang karena bantuan wasit, pelatih PSM, Robert Rene Alberts meradang dan menegaskan timnya layak menang. Dia berdalih, selama 90 menit timnya bisa dominan dari sang lawan.

 

"Saya kira layak menang, karena selama 90 menit pertandingan kami menguasai pertandingan," katanya, kepada awak media usai laga.

 

Dia malah menyebut tim lawan yang beruntung karena lini depan PSM tidak dalam performa terbaik tadi malam. Pelatih asal Belanda tersebut menyesalkan finishing yang kurang akurat, sehingga PSM gagal menang banyak gol. "Saya justru kecewa banyak peluang yang terbuang sia-sia. Harusnya kami cetak empat gol," tuturnya. (dkk/jpnn)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Persib Bandung tak memiliki striker yang tajam untuk musim ini. Niat memaksimalkan pemain naturalisasi asal Belanda, Sergio Van Dijk untuk menjadi tumpuan di lini depan, gagal tercapai karena dia bermasalah dengan lututnya.

 

Pemain 32 tahun itu, akhirnya memutuskan segera terbang ke Belanda untuk mencari solusi penyembuhan cedera yang kambuh lagi saat Persib melawan Barito Putera, Minggu (18/6) lalu. Dia keluar lapangan saat laga belum genap 20 menit.

 

Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menyebut, Sergio tak bisa dipaksakan dan memaksakan diri bermain untuk saat ini.

 

"Saya tak bisa menyebutkan detail cederanya apa, tapi yang pasti Sergio sudah menyatakan menyerah," kata Djadjang.

 

Namun, dia memastikan menyerah bukan berarti putus asa serta gantung sepatu. Justru, dia dalam waktu dekat akan terbang ke Belanda kemudian mencari tahu bagaimana solusi dan jalan pengobatan terbaik yang harus ditempuhnya.

 

"Kami hanya bisa mensupportnya agar bisa lepas dari bayang-bayang cedera. Sehingga ke depannya tak lagi terjadi atau mengalami cedera yang sama," katanya.

 

Bagaimana dengan kontraknya? pelatih 59 tahun itu belum mau memberikan penjelasan panjang. Hanya, sat disebut ada kemungkinan Van Dijk tak lai bersama Persib sampai akhir musim, Djadjang menyebut bisa.

 

"Bisa saja begitu (Van Dijk tak main sampai akhir musim, red). Tapi kami berharap dia bisa cepat pulih dan merumput lagi," tandasnya.(dkk/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Polda Metro Jaya siap membantu The Jakmania untuk berdialog dengan suporter Persib Bandung, Viking. Hal ini bisa jadi jalan untuk perdamaian kedua suporter ini.

Sebelumnya, Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief, memang membuka pintu perdamaian kepada pendukung Persib. Dia ingin mengakhiri segera pertikaian kedua suporter ini.

 

Sebab, kedua suporter ini memang punya sejarah rivalitas yang panas. Jelas, ini harus segera diselesaikan dengan damai.

 

"Kami sangat menginginkan perdamaian. Kebetulan saya kenal dengan petinggi Bobotoh. Nanti ada renkosiliasi lagi, semoga terwujud," ungkap Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Suntana.

 

Sementara Ferry Indrasjarief ingin ada hal yang benar-benar konkret soal perdamaian ini. Dia sekali lagi menegaskan ingin berdiskusi dengan Viking.

 

"Kenapa selama ini gagal? Karena harus ada dialog. Kami akan berusaha untuk ke arah itu. Kalau Jakmania yang ada di Jakarta bisa aman, tapi bagaimana kalau yang di luar kota? Ini yang harus kami minimalisir," sahut Ferry memungkasi. (ies/JPG)

More Articles ...