JAKARTA, RadarPena.com - Keindahan bulan Ramadan ternyata turut dirasakan marquee player Persib Bandung, Michael Essien. Ini dia tunjukkan saat menggelar buka bersama anak panti asuhan di Bandung.

 

Sebenarnya hal ini cukup menarik. Hal itu karena Essien notabene beragama nonmuslim.

 

Kendati demikian, perbedaan agama bukan jadi penghalang. Pemain asal Ghana tersebut bahkan bersyukur bisa merasakan indahnya Ramadan dengan berbagi bersama.

 

"Menyenangkan untuk ikut bergabung bersama anak-anak panti asuhan yang menunggu waktu berbuka puasa bersama mereka," tulis Essien dalam akun Instagra-nya.

 

Essien memang menunjukkan kecintaannya terhadap Indonesia. Beberapa kali dia mengunggah foto bersama anak Indonesia.

 

Hal ini jelas membantunya mengusir penat di tengah padatnya jadwal bersama Persib. Apalagi, saat ini timnya tengah dalam tekanan. (ies/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Pelatih Borneo FC, Dragan Djukanovic, memuji cara bertahan para pemainnya saat kalah 0-1 di kandang PSM Makassar, Senin (19/6) malam WIB. Maklum saja, pertahanan timnya digempur habis oleh PSM, namun hanya kebobolan 1 gol. 

 

Satu gol itu pun berasal dari titik putih, bukan gol open play. Djukanovic menyebut secara taktikal sudah sukses membuat tuan rumah kerepotan untuk membongkar pertahanan tim asuhannya.

 

Meski begitu, Djukanovic juga mengaku bahwa anak asuhnya tak bermain sesuai rencana dalam hal melakukan serangan. Terkesan, para pemainnya lebih banyak menunggu dan hanya mengandalkan serangan balik.

 

"Saya tidak puas dengan cara para pemain melakukan serangan. Namun, saya menilai taktik kami sangat bagus dan saya puas. PSM tidak punya peluang sepanjang laga," beber Djukanovic seperti dilansir liga-indonesia.id.

 

Juku Eja - julukan PSM, disebut Djukanovic tak akan mampu mencetak gol andai wasit Musthofa Umarella tidak menunjuk titik putih. "Saya menilai seharusnya laga berakhir imbang. Kami kalah karena putusan wasit memberikan penalti," imbuhnya. (epr/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pemerintah memang lamban memasok dana untuk cabang olahraga (cabor) yang bakal tampil di SEA Games 2017.

 

Namun, hal itu tak membuat Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) keder.

 

Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari menyebut kendala tersebut sebagai tantangan untuk bisa mempersiapkan atlet lebih baik lagi.

 

"Kendala yang terjadi selama ini masalah klasik. Makanya, kami tidak mau menjadi organisasi manja yang hanya bisa menuntut tetapi tidak mau berusaha sendiri. Seluruh kendala akan kami coba atasi demi menggapai prestasi maksimal di Kuala Lumpur nanti," kata pria yang karib disapa Okto itu.

 

Pada SEA Games Singapura 2015, cabang balap sepeda hanya mampu meraih satu medali emas.

 

Di SEA Games 2017 mendatang, Okto mematok target lebih tinggi..

 

"Kami sudah mempersiapkan 30 atlet yang bakal memperkuat tim balap sepeda Indonesia. Saya yakin kami akan mampu meraih lebih dari satu medali emas," kata Okto.

 

Optimisme Okto cukup beralasan. Sebab, perkembangan prestasi atlet selama menjalani pelatnas cukup menggembirakan.

 

"Saya yakin karena ada beberapa atlet balap sepeda telah melampaui catatan waktu SEA Games. Namun, saya tidak mau menyebut siapa saja yang ditargetkan meraih medali emas. Takut nantinya mereka terbebani," tegasnya.

 

Menurut Okto, kondisi fisik atlet balap sepeda yang dipersiapkan menuju SEA Games Malaysia 2017 sudah mencapai 90 persen.

 

"Agustus nanti sudah seratus persen," jelas pria yang meraih penghargaan Chief de Mission (CDM) Terbaik SIWO PWI Pusat 2017 itu. (jos/jpnn)

 

MALANG, RadarPena.com - Timnas U-19 menorehkan kemenangan 5-0 (1-0) dalam uji coba melawan tim DPFF Malang United di stadion Gajayana, Malang, Selasa (20/6) malam.

 

Lima gol kemenangan skuat Garuda dicetak oleh Feby Eka Putra pada menit ke-13, Firrza Andika (63), dan hattrick Jadug Arya (49, 78, dan 82).

 

Hasil positif ini menunjukkan peningkatan dibanding sebelumnya saat beruji coba kontra Persibo Bojonegoro, Sabtu (17/6) lalu. Saat itu, skuat Garuda Muda hanya imbang 1-1.

 

Setelah ini timnas akan diliburkan sementara waktu sebelum menjalani sesi pemantapan latihan kembali di Jakarta. Rencananya, skuat Garuda Muda akan memantapkan tim dengan menjalani uji coba kontra tim lokal setelah libur lebaran selama sepekan. (dkk/jpnn)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Bhayangkara FC bisa dikatakan liburan dengan nyaman. Hal ini setelah mereka ada di tiga besar sebelum liburan Idul Fitri.

 

Tim berjuluk The Guardian memang sukses mengalahkan tuan rumah Persiba Balikpapan pada Senin (19/6) malam. Kemenangan itu menuntun mereka ada di urutan ketiga klasemen.

 

"Para pemain sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kita ambil kemenangan, bonus dan bisa libur Lebaran dengan tenang. Namun, pemain kami harap tidak cepat puas," kata Pelatih BFC, Simon McMenemy, dalam rilisnya.

 

Perjalanan, kata dia, masih sangat panjang. Apalagi, setengah kompetisi saja belum rampung tergelar.

 

"Para pemain harus tetap fokus jika ingin mencapai target minimal finish di urutan 5 klasemen akhir," beber mantan pelatih Timnas Filipina itu.

 

Untuk mencapai target itu, lanjut Simon, kerja keras harus tetap dilakukan. Masih banyak kekurangan yang ada dalam timnya.

 

"Dalam tiga pertandingan terakhir para pemain sudah mampu menerjemahkan apa yang kami inginkan di lapangan dan itu harus dipertahankan," tandas dia. (ies/JPG)

PALEMBANG, RadarPena.com - Lebih dari 10 pelatih melamar menjadi juru taktik Sriwijaya FC, menggantikan Osvaldo Lessa.

 

Mereka ada yang mengirimkan lamaran secara langsung, tapi ada juga yang melalui perantara agen.

 

"Sepuluh pelatih minat jadi pelatih Sriwijaya FC. Lokal dan asing. Untuk lokal ada sekitar empat pelamar, sisanya asing," ungkap Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris, kemarin. Namun sayang dia engan menjelaskan nama-nama pelatih dimaksud.

 

Dijelaskan pria yang menekuni usaha travel ini, untuk saat ini pihaknya belum tertarik memakai jasa mereka.

 

Manajemen masih ingin memberikan kepercayaan kepada Hartono Ruslan yang telah ditunjuk sebagai pelatih caretaker.

 

Kepada Hartono, manajemen akan melihat perkembangannya di tiga pertandingan awal. Ketika menjamu Perseru Serui (3/7), melawan Arema FC (7/7), dan kontra PS TNI (14/7).

 

Dalam tiga pertandingan ini, Haris menjelaskan, manajemen Sriwijaya FC berharap tidak sampai telan kekalahan.

 

Tiga laga ini minimal dapat tujuh angka. Rinciannya menang saat menjamu Perseru dan PS TNI kemudian imbang melawan Arema FC. Jika skenario ini jalan, mereka minta Sriwijaya FC bisa finish di papan atas di akhir putaran pertama.

 

"Kami berharap pelatih Sriwijaya FC nanti diisi pelatih lokal. Jika Pak Hartono bisa mengangkat penampilan tim, kami tentu akan mempertimbangkannya. Bisa saja dia naik jadi pelatih kepala. Ini karena dia nilai plus dia sudah tahu luar dalam tim," ungkapnya.

 

Pertimbangan memakai pelatih lokal ada baiknya bagi Sriwijaya FC. Ini jika melihat perjalanan tim ini sejak 2005.

 

Hanya pelatih lokal yang mampu memberikan trofi juara di kompetisi dan turnamen resmi federasi. Rahmad Darmawan dan Kas Hartadi.

 

Sementara pelatih asing lebih banyak merana ketimbang berprestasi. Teranyar adalah melorotnya peringkat Sriwijaya FC hingga ke posisi 13 klasemen di pekan 11, saat Yu Hyun Koo dkk diasuh pelatih asing, Osvaldo Lessa. (kmd/ion/jpnn)

SURABAYA, RadarPena.com - Persebaya Surabaya siap menjalani laga tunda grup 5 Liga 2 lawan PSBI Blitar di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta, 11 Juli mendatang.

 

Ini disampaikan oleh manajer Persebaya, Chairul Basalamah.

 

“Tentunya kami mengikuti keputusan penyelenggara. Karena memang kami merupakan tim tamu. Jadi kami harus mengikuti apa yang sudah diputuskan,” ujar Chairul.

 

Sebelumnya PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga telah mengambil alih penyelenggaraan laga dan memutuskan menggelar pertandingan di Jogjakarta. Sedianya PBSI Blitar yang menjadi tuan rumah pada laga ini.

 

Namun karena kesulitan mendapatkan izin penyenggaraan, akhirnya PT LIB mengambil alih. Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigorshalom Boboy menyatakan laga ini dilangsung di Lapangan AAU Jogjakarta.

 

“Sudah 90 persen pertandingan digelar di Jogjakarta dan tanpa penonton,” ujar Tigorshalom.

 

Selain itu, ketika disinggung mengenai pertandingan tersebut yang digelar tanpa penonton, Chairul menyatakan bahwa Persebaya juga menghormati keputusan tersebut.

 

“Ya karena sudah diputuskan seperti itu, kami menghormati karena bolanya sudah berada di tangan PT LIB,” tambah Chairul.

 

Sementara itu, pihak PSBI juga menyatakan tidak keberatan dengan keputusan yang diambil oleh PT LIB mengingat sebelumnya PSBI juga melakukan komunikasi dengan PT LIB usai gagal memperoleh izin.

 

“Kemarin di tanggal 15 kami sudah komunikasikan dengan PT LIB, kami sampaikan surat bahwa kami tidak mendapat izin dan sesuai kesepakatan akan diambil alih oleh PT LIB. Jadi kami serahkan semuanya ke PT LIB,” ujar manajer PSBI Blitar Hardiman Wahyuniarto kepada Radar Surabaya, Selasa (20/6). (dyn/rak/jpnn)

More Articles ...