JAKARTA, RadarPena.com - Kroasia seharusnya sudah lolos ke babak knockout Euro 2016 berkat penampilan dominan mereka saat melawan Republik Ceko namun kemudian terganggu dan akhirnya tergelincir oleh ulah pendukungnya sendiri Jumat (17/6) malam. Begitu keributan terjadi di antara suporter Kroasia menjelang akhir pertandingan Grup D saat mereka memimpin 2-1 yang segalanya telah dikendalikan mereka, maka seluruh kompleksitas pertandingan pun berubah, sehingga Ceko bisa memaksakan seri.

Kekacauan dan interupsi singkat pertandingan setelah kembang api dilemparkan ke dalam lapangan dan para pemain Kroasia terlihat berusaha keras menenangkan para pendukung, jelas menbuat para pemain Kroasia kehilangan fokus. Selanjutnya, Ceko merangsek ke depan. Handball ceroboh Domagoj Vida ketika dia melompat untuk menyambut bola atas di kotak penalti membuat wasit Clattenburg tidak mempunyai pilihan selain menghadiahi penalti yang dengan senang dieksekusi mulus oleh pemain pengganti Tomas Necid untuk menyamakan kedudukan 2-2. "Saya percaya pada diri saya sendiri. Sekalipun saat itu pertama kali saya menyentuh bola, saya yakin saya akan menciptakan gol," kata Vida.

15 menit sebelum itu skenario semacam itu terlihat mustahil. Kroasia tengah meluncur, dengan satu kaki sudah berada di 16 Besar yang untuk pertama kali sejak 2008 berkat penampilan luar biasa mereka.  Sejak peluit tanda pertandingan mulai, mereka mendominasi lawannya, dengan cepat menyapu permainan dari sisi ke sisi dan menyerang secara kilat dari sudut-sudut yang sulit.

Mereka juga bertahan dengan gagah perkasa. Bek petempur Vedran Corluka dengan kepala dibando karena luka yang dideritanya, melambangkan prilaku defensif yang pantang menyerah yang merasuki seluruh anggota tim Kroasia.

Mereka terus mengganggu pemain lawan dengan tekel-tekelnya, turut menekan ke depan dan memenangkan bola sebelum mendorong sejumlah pemain melancarkan serangan balik nan cepat, dan mendapatkan ganjarannya lewat dua gol ciptaan duo Ivan nan perkasa, --Perisic dan Rakitic--.

Statistik menunjukkan ada perbedaan kelas yang jauh antara kedua tim di mana Kroasia memaksakan 11 tendangan penjuru melawan dua sepak pojok Ceko, dan 19 tembakan ke arah gawang melawan tujuh yang dibuat Ceko. Bahkan ketika pemain pengganti Milan Skoda memperkecil ketertinggalan lewat sundulan pada 14 menit sebelum pertandingan usai, terlihat mustahil Ceko akan selamat dari pertandingan ini. Namun, Kroasia ambruk pada menit-menit terakhir, padahal empat poin dari dua pertandingan sudah terlihat dekat di depan mata yang cukup melenggangkan mereka ke 16 Besar.

JAKARTA, RadarPena.com - Tim Nasional Kolombia berhasil melenggang ke babak semifinal Copa America Centenario setelah mengalahkan Peru lewat adu penalti dengan skor 4-2 di Metlife Stadium, New Jersey, Sabtu (18/6). Meskipun Kolombia tampil lebih dominan, kedua tim bermain imbang 0-0 hingga 90 menit pertandingan dan harus dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa adanya babak tambahan waktu.

Empat eksekutor penalti Kolombia sukses menyarangkan bola, yaitu James Rodriquez, Juan Cuadrado, Dayro Moreno dan Sebastian Perez. Sementara di kubu Peru, dua dari empat penendang gagal mencetak gol yakni Miguel Trauco dan Christian Cueva. Sedangkan Raul Ruidiaz dan Renato Tapia berhasil menaklukkan kiper sebagai penenang pertama dan kedua.

Berkat kemenangan ini, Kolombia berhak maju ke babak semifinal pada Rabu (22/6) waktu setempat atau Kamis (23/6) waktu Indonesia barat dan akan menghadapi pemenang antara Meksiko kontra Chile.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Kolombia melepaskan enam tendangan percobaan gol dan memenangi penguasaan bola hingga 53 persen. Salah satu peluang emas yang mereka catatkan terjadi pada menit ke-21 melalui sepakan melengkung James Rodriquez dari luar area penalti, tapi bola membentur tiang gawang.

Kolombia juga membahayakan gawang Peru pada menit ke-54 saat Bacca menanduk bola hasil umpan James Rodriquez dari dalam kotak penalti, namun sundulan pemain AC Milan itu terlalu lemah untuk menundukkan kiper.

Pada menit ke-73, Rogriquez untuk kesekian kalinya menebar ancaman. Menerima umpan tarik Cuadrado ke area penalti Peru, Rodriquez kemudian melepaskan tembakan keras tapi berhasil dihalau baris pertahanan lawan.

Susunan pemain:

Peru (4-2-3-1): Gallese; Corzo, Ramos, Rodriguez, Trauco; Tapia, Vilchez; Polo (Benavente), Cueva, Flores (Ruidiaz); Guerrero.

Kolombia (4-2-3-1): Ospina; Arias, C. Zapata, Murillo, Diaz (Fabra); Sanchez, Torres (Perez); Cuadrado, James, Cardona (Moreno); Bacca.

JAKARTA, RadarPena.com - Para eksekutif Real Madrid telah bertemu dengan ayahanda David Alaba, George, dalam upaya mendatangkan bintang Austria tersebut ke Santiago Bernebeu.

Pertemuan digelar di Muenchen dan Wina. Bayern Muenchen bersikeras tidak akan melepas Alaba, kecuali dalam banderol 63,5 juta pound.

Direktur Kelab Real Madrid Jose Angel Sanchez sudah membuka penawaran pada harga 40 juta pound, namun Muenchen menampiknya. Menurut Muenchen, harga 40 juta pound tidak cocok untuk pemain yang tidak hanya pemain terbaik di Bayern, namun juga pemain yang bisa bermain pada posisi apa saja.


JAKARTA, RadarPena.com - Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo menyindir skuat Islandia yang menggunakan taktik “memarkir bus” di depan gawang saat laga yang berakhir imbang 1-1 antara Portugal versus Islandia pada Euro 2016 di Prancis.

Megabintang Real Madrid tersebut menyumbang 10 dari 24 tendangan ke gawang pada laga yang digelar di Saint Etienne pada Selasa malam (Rabu dini hari WIB), namun pemain berjuluk CR7 itu gagal mencetak gol hingga laga usai.

Ketika Ronaldo frustasi karena sulit mencetak gol, di sisi lain justru tim lawan berhasil mencetak satu angka dari hanya empat tendangan ke gawang Portugal.

“Pertandingan 90 menit yang sulit, karena mereka mencetak satu gol dan itu terjadi setelah mereka posisikan seluruh pemain di pertahanan,” ungkap Ronaldo seperti dilansir Antara, Rabu (15/6).

"Mereka memarkir bus di gawang. Islandia sama sekali tidak berusaha, mereka hanya bertahan, bertahan, dan bertahan. Ini malam keberuntungan mereka. Mereka frustasi, mereka tidak berusaha dan bermain. Itulah kenapa saya pikir mereka tidak akan melakukan apa pun di sini. Menurut saya, itu bentuk mental yang lemah,” jelasnya. Portugal akan menghadapi Austria untuk laga kedua Grup F pada 19 Juni, dan melawan Hongaria pada 22 Juni 2016.

JAKARTA, RadarPena.com - Pertandingan penyisihan grup Copa America Centenario telah selesai dengan delapan tim nasional maju ke babak perempatfinal.
Tuan rumah Amerika Serikat dengan enam poin bersama Kolombia menjadi perwakilan Grup A. Sementara di Grup B, Peru dan Ekuador keluar sebagai juara dan runner up yang lolos ke babak delapan besar.

Meksiko dan Venezuela juga berhasil lolos setelah sama-sama mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan penyisihan. Meksiko menjuarai Grup C karena lebih unggul dalam produktivitas gol.

Chile menjadi negara terakhir yang melenggang ke perempat final setelah mengalahkan Panama 4-2 pada Rabu pagi WIB. Chile berada di posisi dua dengan enam poin dan terpaut tiga angka di bawah juara grup Argentina.

Pertandingan perempat final akan dimulai Kamis (16/6) waktu setempat atau Jumat pagi (17/6) waktu Indonesia Barat, mempertemukan Amerika Serikat dengan Ekuador. Peru dan Kolombia akan bertanding Sabtu pagi WIB dan pada Minggu pagi WIB Argentina akan melawan Venezuela dan Meksiko menghadapi Chile.

JAKARTA, RadarPena.com - Zlatan Ibrahimovic menyepakati syarat-syarat sementara dengan Manchester United dan akan merampungkan kepindahannya ke Old Trafford setelah Euro 2016, kata sumber-sumber yang mengetahui masalah ini kepada ESPN FC.

Ibrahimovic (34) akan bebas transfer ketika kontraknya dengan Paris Saint-Germain habis musim ini, namun baik United maupun manajer baru Jose Mourinho masih menjalin kontak dengan striker itu mengenai kemungkinan kepindahannya sejak Maret lalu.

Manajer asal Portugal itu memberikan persetujuannya untuk mendatangkan Ibrahimovic, dan baik manajer maupun sang pelatih berminat untuk bermitra kembali sejak keduanya menjuarai Serie A di Italia bersama Inter Milan pada musim 2008-2009.

Kesepakatan belum akan diikat penuh sampai beberapa pekan lalu dan sumber-sumber mengatakan kepada ESPN FC bahwa beberapa klausa yang berkaitan dengan kontrak satu tahun Ibrahimovic menyebabkan negosiasi menjadi berlarut-larut.

Bintang Swedia itu akan merampungkan kepindahkannya sekembali dari Euro 2016. Senin lalu dia menjadi faktor timnya menyamakan kedudukan 1-1 melawan Irlandia setelah umpan silangnya memaksa Ciaran Clark menciptakan gol bunuh diri di Stade de France.


WASHINGTON, RadarPena.com - Argentina menjuarai Grup D Copa America setelah mengalahkan Bolivia 3-0 dalam laga terkahir putaran grup di Century Link Field, Washington, Rabu (15/6) WIB.

Dengan kemenangan ini, Argentina berada di puncak klasemen Grup D dengan torehan sempurna sembilan poin dari tiga kali kemenangan, sementara Bolivia di posisi buncit dengan nol poin.

Statistik dari laman Copa America 2016 mencatat, Argentina unggul penguasaan bola hingga 82 persen dan melesakkan 10 kali tendangan percobaan gol, sementara Bolivia hanya melakukannya dua kali sepanjang laga.

Argentina membuka keunggulan pada menit ke-13 lewat tendangan bebas Erik Lamela. Bola yang sempat membentur barisan pertahanan Bolivia akhirnya melesak masuk ke dalam gawang yang dijaga oleh Lampe.

Dua menit berselang Argentina mencetak gol kedua melalui aksi Lavezzi dengan memaksimalkan bola muntahan hasil tandukan Higuain yang tak sempurna dihalau penjaga gawang.

Pada menit ke-32 giliran Victor Leandro Cuesta merobek gawang Bolivia setelah memanfaatkan umpan tarik Lavezzi dan melesakkan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper.

Bintang Barcelona Lionel Messi masuk pada babak kedua menggantikan Higuain, dan mencatatkan beberapa peluang. Salah satunya pada menit ke-60 saat mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kiri gawang Bolivia, namun bola melenceng tipis dari sasarannya.

Messi kembali berpeluang mencetak gol pada menit ke-82 dengan melepaskan tembakan jarak jauh, namun si kulit bundar melambung di atas mistar gawang.

Tiga menit berselang giliran Aguero menjajal peruntungannya dengan melesakkan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun sepakan striker Manchester City itu membumbung di atas gawang.

Hingga pertandingan berakhir, tak ada gol tambahan tercipta. 3-0 untuk kemenangan Timnas Argentina.(ant)

More Articles ...