YANGON, RadarPena.com - Tim yang akan lolos dari Grup A Piala AFF U-18 mulai terlihat. Dua Tim Malaysia dan Thailand makin dekat dengan semifinal. Dalam matchday 3 Grup A, Jumat (8/9), Thailand dan Malaysia menang dari masing-masing lawannya.

 

Thailand menang 1-0 atas Kamboja, sementara Malaysia memetik tiga poin setelah mengalahkan Timor Leste 3-0.

 

Sebelumnya, Thailand telah meraih dua kemenangan yakni atas Timor Lester (3-0) dan Laos (2-1). Sedangkan dua kemenangan Malaysia diraih dari Laos (4-1) dan Singapura (3-1).

 

Di klasemen sementara, Malaysia lebih berhak di puncak menyusul selisih gol yang lebih baik ketimbang Thailand (10-2 vs 6-1).

 

"Kami tidak bermain terlalu baik hari ini, tapi itu cukup untuk mendapatkan tiga poin," kata penyerang Malaysia, Muhammad Hadi Fayyadh Abdul Razak di laman Asean Football. (adk/jpnn)

 

Klasemen Grup A Piala AFF U-18

No. Negara Main Menang Seri Kalah Gol Nilai

 

1. Malaysia 3 3 0 0 10-2 9

2. Thailand 3 3 0 0 6-1 9

3. Singapura 3 2 0 1 9-6 6

4. Kamboja 3 0 1 2 4-7 1

5. Timor Leste 3 0 1 2 1-7 1

6. Laos 3 0 0 3 2-7 0

 

 

LIVERPOOL, RadarPena.com - Pelatih Everton Ronald Koeman memastikan penyerang Wayne Rooney akan bermain melawan Tottenham. Sebelumnya, Rooney tertangkap saat menyetir dalam keadaan mabuk. Rooney ditangkap pekan lalu dan diadili pada 18 September setelah dibebaskan dengan jaminan atas insiden tersebut. Pemain berusia 31 tahun tersebut sudah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan Liga Premier Inggris untuk Everton setelah bergabung kembali dengan klub masa kecilnya dari Manchester United pada musim panas ini.

Koeman tidak mampu merekrut seorang penyerang top lainnya sebelum jendela transfer musim panas ditutup dan harus tetap memercayai Rooney meski terlibat masalah di luar lapangan.

Pelatih asal Belanda tersebut membacakan sebuah pernyataan terkait kasus Rooney dalam konferensi persnya pada Kamis dan mengungkapkan bahwa mantan kapten tim nasional Inggris itu mungkin akan mendapatkan tindakan lebih lanjut oleh Everton. "Jelas saya sangat kecewa dengan situasi Wayne Rooney," kata Koeman.

 

JAKARTA, RadarPena.com - Manajer Everton Ronald Koeman mengaku sangat kecewa oleh dakwaan mengemudi dalam keadaan mabuk yang dilakukan Wayne Rooney. Dia menyatakan akan mendisiplinkan pemain itu pada waktu yang tepat.

Rooney (31) ditangkap untuk kemudian diadukan polisi ke pengadilan Jumat dini hari. Dia akan diadili di Stockport Magistrates Court pada 18 September, tepat pada hari di mana dia sedianya bermain di Old Trafford untuk pertama kali sejak pindah dari Manchester United.

"Jelas saya sangat kecewa oleh situasi berkaitan dengan Wayne Rooney ini. Kami sudah berbicara Selasa dan ketua Bill Kenwright juga telah berbicara dengan Wayne mengenai situasi ini," kata Koeman, Jumat (8/9).

"Sejalan dengan masalah disiplin pada umumnya maka ini akan diatasi secara internal pada waktu yang tepat dan inilah yang bisa saya katakan menyangkut kasus Wayne Rooney," imbuhnya.

Koeman bulan lalu berbicara mengenai dampak positif Rooney yang sudah mencetak dua gol dalam tujuh penampilannya sejak kembali ke klub masa kecilnya itu, terhadap suasana di ruang ganti pemain.  Ketika ditanya apakah situasi ini akan mempengaruhi penilaian kepada sang pemain dan apakah akan berdampak kepada seleksi pemain oleh manajer.

JAKARTA, RadarPena.com - Gelandang serang muda Liverpool, Ben Woodburn, menjadi pembicaraan banyak orang. Sang pemain baru saja menjalani debut bersama timnas Wales senior dan langsung memberikan dampak signifikan.

 

Dia membuat satu gol dan satu assist krusial pada dua laga Pra-Piala Dunia yang berujung kemenangan. Nama Woodburn pun langsung harum dia dipuja sana-sini.

 

Sang pemain memang sudah menjadi bagian tim utama Liverpool sejak pertengahan musim lalu, walau dia lebih sering menjadi pelapis. Masih 17 tahun, Woodburn diprediksi bisa jadi bintang masa depan The Reds.

 

Meski begitu mantan pemain Liverpool, Craig Bellamy, punya pendapat menarik soal sang pemain. Dia mengaku Liverpool tak boleh terburu-buru memberikan kepercayaan penuh kepada pemain ini.

 

"Saya tak yakin bahwa Ben Woodburn perlu untuk dilibatkan lebih banyak dengan tim senior Liverpool. Dia masih 18 tahun, ia masih memiliki waktu yang panjang dan klub tahu apa yang tengah mereka lakukan untuknya. Saya sangat setuju dengan rencana mereka untuk Ben. Dia adalah bocah yang tahu apa yang tengah ia pelajari dan melakukannya dengan baik," ujarnya kepada Express.

 

"Beberapa tahun ke depan adalah periode penting untuk kariernya sebagai pemain muda dan saya tahu dia berada di tangan yang bagus. Liverpool sangat perhatian dengan dirinya dan mereka akan terus mengembangkan dirinya, namun tak perlu terburu-buru," pungkas dia.

 

 

(rap/JPC)

LOS ANGELES, RadarPena.com - Sebanyak 41 kota di Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Pengajuan gabungan dari Amerika Utara itu dianggap sebagai calon favorit untuk 2026, dengan hanya satu penawaran lain dari Maroko. Daftar 41 kota itu sudah difinalisasi setelah tiga kota yang diundang untuk mengajukan penawaran San Diego, Green Bay dan Calgary gagal memenuhinya.

AS, Meksiko dan Kanada akan mengajukan antara 20 hingga 25 lokasi kepada FIFA, dengan 12 lokasi kemungkinan akan dipilih sebagai kota tuan rumah turnamen itu, dan akan jadi yang pertama dalam penggunaan format 48 tim FIFA.

"Kami sangat senang dengan pengajuan yang telah kami terima, terutama komitmen tiap kota untuk melakukan inovasi dan keberlanjutan," kata direktur eksekutif komite pengajuan, John Kristick, Jumat (8/9). Kota-kota yang tidak menjadi tuan rumah pertandingan bisa dipilih sebagai tempat lain yang diperlukan untuk turnamen itu, seperti base camp. Menurut seorang pejabat, 60 pertandingan akan digelar di Amerika Serikat, sementara Kanada dan Meksiko masing-masing menghelat 10 laga.

Stadion yang sedang dipertimbangkan di Amerika Serikat termasuk beberapa tempat yang telah digunakan pada Piala Dunia 1994 termasuk Pasadena Rose Bowl. Tempat-tempat lainnya termasuk Stadion Los Angeles baru, serta Stadion AT&T di Arlington, Texas.

BUENOS AIRES, RadarPena.com - Hasil buruk Argentina dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan (Conmebol) memunculkan kecemasan bagi warga Argentina. Mereka khawatir jika Lionel Messi tidak terlibat dalam kompetisi sepak bola empat tahunan yang digelar di Rusia tahun depan.

Kecemasan itu muncul menyusul laga imbang yang membosankan saat Argentina ditahan Venezuela 1-1 di Buenos Aires yang membuat pasukan Jorge Sampaoli tersendat pada posisi lima klasemen sementara atau satu tingkat di bawah posisi aman (1-4) untuk lolos otomatis ke Rusia.

Pelatih veteran Cesar Luis Menotti yang pernah menukangi Tim Tango era 70-an, mendeskripsikan pertandingan melawan Venezuela sebagai  menyeramkan.  Dia heran mengapa Jorge Sampaoli, juga seperti pelatih sebelumnya, belum juga menemukan ramuan terbaik untuk memaksimalkan potensi Messi dan bintang-bintang Argentina lainnya.

"Sesungguhnya ini mengejutkan. Melihat semua ini adalah kejutan! Saya memainkan dua dua melawan Venezuela: di Caracas kami menang 7-0 dan di Rosario 11-0. Delapan belas gol dalam dua pertandingan!" kata Cesar Luis Menotti, Jumat (8/9). "Dan sekarang saya melihat sulitnya mengalahkan Venezuela. Ada sesuatu yang tidak kami lakukan dengan baik," papar Menotti, yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1978.

Argentina mengalami paceklik gol karena melewati 309 menit tanpa mencetak gol dalam kualifikasi walaupun akhirnya mendapatkan gol bunuh diri saat Venezuela. Menotti menyudutkan mantan pelatih Chile dan Sevilla, Jorge Sampaoli, tidak menerapkan taktik yang sesuai. "Jangan samakan saat memimpin Sevilla dengan Argentina, apalagi jika Anda memiliki Messi," pungkasnya.

 

JAKARTA, RadarPena.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaikkan status dengan menetapkan tiga tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Tipikor Bengkulu. Suap kepada hakim dan panitera pengganti Pengadilan Tipikor Bengkulu itu diduga terkait dengan perkara korupsi yang telah diputus.

 

Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan, OTT di Bengkulu itu merupakan hasil kerja sama lembaga antirasuah itu dengan Mahkamah Agung (MA). Sebab, KPK memperoleh informasi dari MA perihal akan adanya transaksi suap kepada hakim dan panitera pengganti Pengadilan Tipikor Bengkulu.

 

“KPK mendapat dukungan dari teman-teman MA,” ujar Agus dalam jumpa pers di KPK, Kamis (7/9) malam.

 

Seluruhnya ada enam orang yang terjaring OTT itu. Yakni hakim Dewi Suryana (DSU) yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, panitera pengganti bernama Hendra Kurniawan (HKU), dua orang PNS berinisial Syuhadutal Islamy (SI) dan S, pensiunan panitera berinisial DHN, serta swasta berinisial DEN.

 

Agus menjelaskan, mulanya KPK pada Rabu (6/9) malam sekitar pukul 21.00 menangkap DHN, S dan DEN di Bengkulu. Penangkapan dilakukan di rumah DEN.

 

KPK lantas menemukan sebuah kuitansi bertanggal 5 September 2017. “Bertuliskan panjar pembelian mobil,” sebut Agus.

 

Selanjutnya setelah lewat tengah malam atau Kamis (7/9) dini hari, KPK menangkap HKU di rumahnya. Selain itu, tim KPK juga bergerak ke rumah Syuhadatul yang ternyata berada di luar kota.

 

Sedangkan pada pukul 02.46, KPK menangkap Dewi dan mengamankan uang Rp 40 juta. “Total ada lima orang yang ditangkap di Bengkulu,” sebut Agus.

 

Adapun Syuhadatul ditangkap di Hotel Santika, Bogor, Kamis (7/9) pukul 10.30. “Kemudian dibawa ke KPK,” sambung Agus.

 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam kesempatan sama menjelaskan, pemberian uang untuk Dewi terkait dengan perkara tindak pidana korupsi di Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu tahun 2013. Terdakwanya adalah Wilson SE.

 

Pengadilan Tipikor Bengkulu mulai menyidangkan perkara Wilson pada 26 April. Begitu Wilson disidang, keluarganya berupaya mendekati hakim melalui DHN.

 

Pihak keluarga Wilson ingin majelis hakim menjatuhkan hukuman ringan. Hingga akhirnya terjadi kesepakatan soal angka, yakni 125 juta.

 

Selanjutnya pada 20 Juli 2017, JPU membacakan suran tuntutan. Pada persidangan itu, JPU meminta majelis hakim menjatuhkan putusan berupa penjara selama 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta.

 

Tapi sebelum sidang putusan, S membuka rekening di BTN atas namanya sendiri. Dia lantas menyetor dana Rp 150 juta.

 

Selanjutnya, Pengadilan Tipikor Bengkulu menjatuhkan vonis untuk Wilson pada 14 Agustus 2017. Putusannya adalah hukuman 1 tahun dan 3 bulan plus denda Rp 50 juta subsider sebulan kurungan.

 

Namun, uang suap tak serta-merta diserahkan ke Dewi. “Penyerahan belum dilakukan karena menunggu situasi aman terlebih dahulu,” ujar Basaria.

 

Baru pada 5 September 2017, ada penarikan dana sebesar Rp 125 juta dari rekening milik S di BTN. Selanjutnya, KPK melakukan OTT keesokan harinya atau Rabu (6/9).

 

Selain menemukan uang Rp 40 juta di rumah Dewi, KPK juga mendapati Rp 75 juta di rumah DHN. Uang itu merupakan bagian dari komitmen fee Rp 125 juta guna meringankan putusan hukuman bagi Wilson.

 

“KPK menyimpulkan ada tindak pidana korupsi dan meningkatkan penyelidikannya ke penyidikan serta menetapkan tiga tersangka, yaitu DSU, HKU sebagai penerima dan SI sebagai tersangka pemberi,” ujar Basaria.

 

 

Dewi dan Hendra dijerat dengan Pasal 12 huruf c dan atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Sedangkan SI selaku pemberi dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf atau b dan Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor junnto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.(dna/jpc/ara/jpnn)

More Articles ...