YANGON, RadarPena.com – Kabar baik datang dari punggawa Timnas U-19.  Feby Eka Putra sudah siap kembali memperkuat Timnas saat laga lawan Brunei Darussalam sebagai laga pemungkas grup B Piala AFF U-18 2017, di Stadion Thuwunna, Yangon, sore ini (tayangan langsung Indosiar pukul 15.30 WIB).

 

Menurut Ifran, dokter tim, pemain dari Mojokerto itu sudah siap untuk diturunkan dalam laga melawan Brunei nanti sore.

 

Sebelumnya, saat timnas U-19 kalah 0-3 oleh Vietnam (11/9), dia absen karena demam tinggi.

 

Itu tentu menjadi kabar gembira untuk tim. Sebab, tim asuhan Indra Sjafri tersebut butuh mencetak gol sebanyak-banyaknya.

 

Pemain bernomor punggung 14 itu pun punya kontribusi apik buat tim. Dari 11 gol yang dicetak skuad Garuda Nusantara, dia menyumbang 3 gol. Seluruhnya dia cetak kala menang 9-0 atas Filipina (7/9).

 

Winger 18 tahun itu pun tampak dalam latihan ringan bersama tim kemarin sore. Dia berlatih seperti pemain lain.

 

Bahkan, saat memasuki sesi fun game yang dipimpin pelatih fisik Nursaelan Santoso, dia ikut tertawa dan bersenda gurau dengan rekan setim lainnya.

 

”Kondisinya sudah semakin bagus. Melihat saat ini, dia sangat siap untuk tampil besok (hari ini, Red). Kebugaran yang dimilikinya akan sangat membantu untuk pertandingan,” kata Ifran.

 

Sayang, kembalinya Feby diiringi absennya kiper M. Riyandi. Penjaga gawang yang mengalami cedera gara-gara salah tumpuan kala melawan Vietnam (11/9) itu harus absen dalam waktu yang lama. Cederanya ternyata cukup parah.

 

Berdasar hasil tes magnetic resonance imaging (MRI) kemarin sore di Rumah Sakit Shwe Gon Dine, Yangon, dia mengalami dua cedera sekaligus pada lutut kanan.

 

Terdapat masalah pada meniscus dan anterior cruciate ligament (ACL).

 

 

”Butuh waktu lama untuk penyembuhan cedera itu. Paling cepat enam bulan untuk masa penyembuhan,” imbuh dokter 28 tahun tersebut. (dit/c11/tom/jpnn)

YANGON, RadarPena.com - Timnas U-19 Indonesia bakal menghadapi Brunei Darussalam sebagai laga pemungkas grup B Piala AFF U-18 2017, di Stadion Thuwunna, Yangon, sore ini (tayangan langsung Indosiar pukul 15.30 WIB).

 

Brunei memang bukan lawan yang sulit dikalahkan. Hanya, Garuda Nusantara –sebutan timnas U-19 Indonesia– butuh kemenangan besar bila ingin lolos ke babak selanjutnya.

 

Kini Garuda Nusantara berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan enam poin.

 

Di atasnya, terdapat Vietnam dengan 9 poin dan Myanmar dengan 6 poin. Dua tim teratas itu bakal bentrok pada malam harinya.

 

Dengan laga tidak dimainkan secara bersamaan, ada potensi Vietnam dan Myanmar main mata untuk membuat Indonesia tersingkir.

 

Peraturan di turnamen tersebut, jika poin sama, juara grup ditentukan dengan selisih gol. Vietnam saat ini berada di atas angin dengan selisih gol yang fantastis, yakni 15 (16-1).

 

Myanmar berada di bawahnya dengan selisih gol 13 (15-2). Nah, selisih gol Indonesia malah lebih sedikit, yakni 7 (11-4).

 

”Tidak ada masalah meski jadwal kickoff berbeda. Makanya, kami utamakan untuk memikirkan kondisi yang ada di tim ini. Tidak perlu banyak pikirkan hal-hal lain,” kata pelatih Indra Sjafri kemarin.

 

Untuk aman, setidaknya Rachmat Irianto dkk harus menang atas Brunei dengan selisih minimal delapan gol.

 

Dengan begitu, Indonesia akan memiliki 9 poin dengan selisih gol minimal 15. Dengan posisi seperti itu, Vietnam tidak akan mau mengalah kepada Myanmar.

 

Pelatih Indra Sjafri sudah melakukan berbagai persiapan agar bisa menang besar sore nanti.

 

”Cara paling aman, kami harus mencetak gol sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, persiapan yang paling penting, bagaimana supaya kebugaran kembali lagi dan pemain melupakan kekalahan sebelumnya,” imbuh pelatih asal Sumatera Barat tersebut.

 

Namun, Indra tidak ingin terlalu membebani anak asuhnya. Dia ingin penggawa timnas bisa bermain dengan nyaman. Target utama adalah meraih tiga poin dan membuka kans lolos ke semifinal.

 

Pelatih 54 tahun itu optimistis timnya bisa lolos dari penyisihan grup. ”Tidak ada target untuk kejar gol banyak. Tapi, main harus fokus dan tidak membuat kesalahan,” ujarnya.

 

Mengatasi Brunei memang bukanlah hal yang sulit. Di atas kertas, level Brunei berada di bawah Indonesia. Tim asuhan Fujiwara Takao itu selama ini menjadi lumbung gol bersama Filipina di grup B.

 

Brunei pernah kalah 1-8 oleh Vietnam dan 0-7 oleh Myanmar. Terlebih, Brunei sudah tidak punya target apa-apa di laga tersebut.

 

Tim itu sudah dipastikan tersingkir karena hanya menang sekali dalam tiga laga grup B dengan koleksi 3 poin. Takao pun sadar bahwa kualitas anak asuhnya tidak sebanding dengan Indonesia.

 

”Saya akui, Indonesia adalah salah satu tim kuat di turnamen ini. Pemain kami sangat minim pengalaman. Itu berbeda dengan Indonesia yang bahkan sudah pernah menjajal turnamen di Eropa (Toulon Tournament). Tetapi, kami tidak ingin menjadi lumbung gol lagi,” ucap pelatih asal Jepang itu. (dit/c11/tom)

 

Perkiraan Susunan Pemain

 

Brunei (4-2-3-1): 1-M. Amirul Hakim (g); 15-M. Nazhan Zulkiflie, 4-M. Nazif Safwan (k), 5-A. Taufiq Tarmizi, 23-M. Azirul Asmadi; 3-Abdul Wadud Ramli, 8-M. Hanif Farhan; 16-Abdul Hariz Herman, 7-M. Nur Asyraffahmi, 10-M. Abdul Mateen; 19-M. Suhaily Syafiee Abdullah

 

Pelatih: Fujiawara Takao

 

Jersey: Kuning

 

Indonesia (4-2-3-1): 30-M. Aqil Savik (g); 12-M. Rifad Marassabessy, 13-Rachmat Irinato (k), 5-Nurhidayat Haris, 29-Firza Andika; 6-M. Iqbal, 17-Syahrian Abimanyu; 15-Saddil Ramdani, 10-Egy Maulana Vikri, 14-Feby Eka Putra; 19-Hanis Saghara

 

Pelatih: Indra Sjafri

 

 

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, membela penampilan Muhammad Aqil yang gantikan Muhammad Riyandi saat kalah 0-3 dari Vietnam. Menurutnya, Aqil sebenarnya punya kualitas yang sama.

 

Seperti diketahui, Riyandi harus mengalami cedera pada menit 39 dan harus diganti keluar. Dalam 39 menit di lapangan, Riyandi sendiri sukses lakukan tiga penyelamatan.

 

Namun demikian, setelah Riyandi digantikan, Indonesia kebobolan tiga gol. Menurut Indra, tiga gol itu bukan murni kesalahan kiper, tapi bek yang salah antisipasi penyerangan lawan.

 

"Kiper secara kualitas ga jauh beda antara Riyandi dan Aqil. Tadi dia masuk juga tanpa warming up," ungkap Indra.

 

Indra sendiri tak mau cari kambing hitam usai kekalahan ini. Dia memilih untuk coba evaluasi kekalahan tersebut untuk bangkit melawan Brunei, 13 September mendatang.

 

"Kami fokus lawan Brunei di laga selanjutnya. Terkait cedera Riyandi besok kita akan tahu dia harus beristirahat berapa lama karena kita harus periksa dulu," tandas dia.

 

 

(ies/JPC)

YANGON, RadarPena.com - Tampil agresif dan ciamik di Piala AFF U-18, tapi Timnas Indonesia U-19 harus menyerah dari Vietnam 0-3 dalam laga lanjutan grup B di Thuwunna Stadium, Myanmar, Senin (11/9) sore.

Kekalahan ini di luar dugaan, karena secara kualitas di atas kertas harusnya kedua tim berimbang.

Apabila melihat pertemuan kontra Filipina, Indonesia pun harusnya lebih superior, karena Vietnam hanya menang 5-0 sementara Egy Maulana dkk menang 9-0.

Tiga gol kemenangan Vietnam dalam laga ketiga grup B tersebut dicetak oleh Le Van Nam menit ke-41 dan 45, serta Bui Hoang Vieth Anh menit ke-87.

Secara permainan, Indonesia memang bisa unggul ball posession 65-35. Tapi, dari efektifitas serangan, Vietnam memang lebih cerdik dari Indonesia.

Itu terlihat dari permainan mereka yang memberikan pressing ketat kepada pemain Indonesia. Mereka juga mampu mematikan Egy Maulana Vikri.

Pemain yang diagungkan layaknya Messi itu, tak bisa bergerak karena terus ditempel oleh pemain Vietnam.

Dua gol Vietnam pun dihasilkan dari serangan balik dan kelengahan lini belakang Indonesia. Kecerobohan saat memainkan bola di daerah sendiri, membuat mereka harus pontang-panting sendiri.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Liga eropa 2017-2018 telah bergulir satu bulan lebih. Beberapa tim sudah mampu memperlihatkan performa terbaik, sementara beberapa lainnya masih harus mencari sentuhan spesial demi mencapai titik maksimal.

 

Ada beberapa pemain baru sebuah klub yang langsung menjadi sorotan karena performa apiknya. Mereka langsung menjadi andalan tim pada 3-4 laga awal tim di liga masing-masing.

 

Romelu Lukaku - Manchester United

Romelu Lukaku langsung tajam bersama Man United. Lukaku langsung menjadi pembicaraan ketika bergabung dengan Man United seharga 75 juta pound. Pemain ini diharapkan bisa memberikan dampak instan menggantikan Zlatan Ibrahimovic.

 

Benar saja, Lukaku benar-benar memperlihatkan performa di atas rata-rata pada empat laga pertama tim. Dia sudah membuat empat gol sejauh ini dan terus mentereng performanya.

 

Alvaro Morata - Chelsea

Alvaro Morata membuktikan dia tak perlu beradaptasi di Inggris. Sama seperti Lukaku, Morata datang untuk menjadi pengganti striker utama tim sebelumnya, yaitu Diego Costa. Meski Costa belum hengkang, tapi Morata jelas langsung menjadi pilihan utama tim.

Dia sudah mencetak tiga gol sejauh ini dan membuktikan bermain di Premier League bukan masalah bagi striker Spanyol itu. Tak ayal, Morata adalah salah satu pemain anyar termoncer sejauh ini.

 

Kylian Mbappe - Paris Saint-Germain

Kylian Mbappe membuktikan dirinya sebagai pemain muda terbaik saat ini. Sang pemain baru menjalani debutnya pada akhir pekan lalu. Tak main-main pemain 18 tahun itu langsung memberikan performa yang mematikan di lapangan. Pada laga dimana PSG membantai Metz 5-1, sang pemain memperlihatkan ketajamannya.

 

Mbappe langsung beradaptasi sempurna dan membuat satu gol dan satu assist pada laga tersebut. Dia memberikan kombinasi apik bersama Neymar dan Edinson Cavani.

 

Nelson Semedo - Barcelona

Posisi bek kanan tak lagi buntu setelah Barcelona mendapatkan Nelson Semedo. Barcelona kesulitan ketika Dani Alves hengkang beberapa waktu lalu. Sepanjang musim lalu, mereka tak memiliki bek kanan yang benar-benar berkualitas dan konsisten.

 

Tapi, kedatangan Semedo membuat lini ini akhirnya mengalami perbaikan. Sang pemain sangat solid ditambah cukup agresif saat menyerang. Sosok yang ditunggu-tunggu itu pun datang.

 

Milan Skriniar - Internazionale Milan

Milan Skriniar sangat solid di lini belakang Inter. Sosok ini mungkin tak terlalu disorot. Masih sangat muda yakni 22 tahun, dia ternyata langsung menjadi bagian penting lini belakang Inter.

 

Dari tiga laga awal, Inter baru kebobolan sekali dan Skriniar benar-benar memperlihatkan performa yang solid sebagai salah satu bek tengah. Dia pantas dinobatkan sebagai sosok yang sangat moncer.

 

Nemanja Matic - Manchester United

Nemanja Matic tampil impresif sebagai mesin di lini tengah Man United. Gelandang bertahan yang menyempurnakan banyak hal di skuat inti Setan Merah. Sang pemain memberikan keseimbangan yang sangat brilian di lini tengah, dan membuat Paul Pogba bisa lebih leluasa menyerang.

 

Sejak bergabung, Matic tak pernah tak bermain. Menjadi pemain kesayangan Jose Mourinho, dia benar-benar memperlihatkan sesuatu yang spesial.

 

Neymar - Paris Saint-Germain

Neymar memperlihatkan performa super di empat laga pertamanya. Menjadi pemain termahal dunia saat dibeli dari Barcelona seharga 222 juta euro, aneh jika Neymar tak langsung memberikan peran. Pemain ini langsung menjadi sumber kreativitas PSG.

 

Dia benar-benar menggila. Tampil 4 kali di Ligue 1, Neymar sudah membuat 4 gol dan 4 assists. Performanya benar-benar di atas rata-rata pemain menyerang musim ini.

 

 

(rap/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com- Pemain timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri, meminta maaf usai ditaklukkan Vietnam tiga gol tanpa balas. Pemain yang dijuluki Messi Kelok 9 itu mengakui kalau pertahanan lawan sangat rapat.

 

Indonesia sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Namun memang pertahanan Vietnam sangat rapat untuk ditembus.

 

Masalah finishing juga jadi pekerjaan rumah berat bagi Indra Sjafri. Dalam sembilan percobaan, cuma tiga yang menyasar target. Beda dengan Vietnam yang cuma lepaskan tujuh percobaan, tapi empat di antaranya tepat sasaran, dan tiga berbuah gol.

 

"Mohon maaf kami gagal meraih kemenangan. Mereka pintar membaca dan menahan permainan kita. Pertahanan mereka sangat rapat," ungkap Egy.

 

Kekalahan ini sendiri tak bikin Egy Maulana dan rekan-rekan jadi pesimistis. Sebaliknya, mereka malah kian berapi-api jelang lawan Brunei Darussalam.

 

"Vietnam tim bagus. Kita lawan Brunei di laga selanjutnya wajib menang demi asa lolos ke semifinal," tandas dia.

 

 

(ies/JPC)

MANCHESTER, RadarPena.com - Chris Smalling dan Victor Lindelof akan menjadi starter di jantung pertahanan Manchester United (MU) ketika menjamu FC Basel pada pertandingan Liga Champions pada Rabu (13/9) dini hari lusa. Ini setelah duo bek Eric Bailly dan Phil Jones, yang menjadi starter pada empat pertandingan liga pertama musim ini, terkena hukuman larangan bermain oleh UEFA.

Duo itu mengantarkan United menang tiga kali berturut-turut tanpa kebobolan sebelum awal sempurna mereka musim ini berhenti setelah dipaksa seri 2-2 oleh Stoke City Sabtu pekan lalu.

"Dia (Jones) bermain bagus sekali untuk kami. Dia mungkin kelelahan oleh pertandingan berturut-turut bersama tim nasional Inggris, jadi mungkin baik jika dia diistirahatkan, dan ini kesempatan bagi Smalling dan Lindelof untuk memainkan pertandingan Liga Champions," ujar Mourinho, Senin (11/9). Smalling dan Lindelof untuk pertama kalinya akan bermitra sejak United kalah 1-2 melawan Real Madrid pada Piala Super Eropa bulan lalu. 

 

More Articles ...