BEKASI, RadarPena.com - Kiper Persija Jakarta Andritany menaruh rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam terhadap kiper Arema FC dan timnas, Kurnia Meiga.

 

Pasalnya, Meiga sampai hari ini, Rabu (20/9) masih absen memperkuat Arema FC karena menderita penyakit misterius.

 

Andritany berharap yang terbaik untuk koleganya di tim nasional timnas tersebut.

 

Meski belum datang dan menjenguk langsung, Andritany mengaku sudah mengetahui kondisi Meiga dari pemberitaan media massa. Dia pun mengakui, masih belum mengetahui kondisi terkini dari temannya di timnas tersebut.

 

"Saya mencoba menghubungi Meiga. Namun, belum ada jawaban. Saya sangat berharap Meiga lekas sembuh," katanya, Rabu sore.

 

Andritany menegaskan tak hanya Arema yang merindukan penampilan Meiga di lapangan. Masyarakat Indonesia pecinta timnas senior juga berharap Meiga bisa segera merumput di lapangan hijau.

 

 

"Meiga merupakan kiper yang bagus. Bukan hanya Arema yang membutuhkannya. Namun, timnas Indonesia juga membutuhkan kehadirannya," tegas dia. (dkk/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Paris Saint-Germain masih tampil sangat sempurna di Ligue 1. Akhir pekan lalu mereka berhasil menang 2-0 saat menghadapi Olmpique Lyonnais dan membuat mereka duduk di puncak klasemen.

 

Meski begitu, laga tersebut sedikit terganggu ketika terjadi friksi dan sedikit argumentasi antara Edinson Cavani dan Neymar.

 

PSG mendapat penalti pada menit ke-79 dan Cavani terlihat berdebat dengan Neymar soal siapa eksekutornya. Pada akhirnya Cavani menjadi eksekutor dan gagal melakukannya.

 

Pelatih PSG, Unai Emery, angkat bicara soal ini. Dia mengaku bahwa hal tersebut harus secepatnya diselesaikan oleh kedua pemain.

 

"Penalti kami dieksekusi oleh beberapa pemain. Salah satunya Cavani dan Neymar. Harus ada persetujuan antar keduanya siapa yang akan melakukan penalti," ujarnya kepada Goal.

 

"Setelah itu kami melakukan pengaturan internal. Karena saya pikir keduanya punya kapasitas yang baik dan saya ingin keduanya bisa berlatih soal itu. Jika tidak ada kesepakatan, saya yang akan menentukan. Saya tak ingin hal ini menjadi masalah bagi kami," pungkas dia.

 

Memang tak sepatutnya kedua pemain ribut. Pasalnya Cavani dan Neymar adalah dua dari tiga bintang utama lini depan PSG yang selalu dibicarakan.

 

 

(rap/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Malaysia akhirnya dipertemukan kembali dengan Thailand di Piala AFF U-18 2017. Setelah Thailand lebih dahulu lolos usai menang adu penalti atas Indonesia, malam harinya giliran Malaysia yang ke final melalui kemenangan atas tuan rumah Myanmar dengan cara yang sama.

 

Pada semifinal kedua di Thuwunna Stadium, Jumat (15/9) malam, Malaysia menang adu penalti dengan skor 5-4 atas Myanmar. Drama adu penalti terpaksa kembali digelar setelah kedua tim hanya bermain tanpa gol sepanjang 90 menit.

 

Dalam babak tos-tosan itu, kiper Malaysia sukses membendung bola hasil eksekusi dua pemain Myanmar. Sementara, dari enam algojo Malaysia, hanya satu yang gagal menunaikan tugas dengan sempurna karena bola membentur tiang gawang.

 

Pertemuan Malaysia dan Thailand di final menjadi ulangan babak grup. Pada duel di Thuwunna Stadium, (12/9), kedua tim berbagi skor imbang 1-1. Gol Malaysia yang dicetak Nik Akif Syahiran Nik Mat pada menit ke-50 sukses disamakan oleh Kritsada Kaman pada menit ke-63.

 

Thailand dan Malaysia akan saling berhadapan pada partai puncak di Thuwunna Stadium, Minggu (17/9). Beberapa jam sebelumnya, lebih dahulu digelar duel perebutan tempat ketiga antara Indonesia melawan Myanmar.

 

Malaysia dan Thailand baru kali ini bersua di partai puncak Piala AFF U-18. Thailand sudah pernah enam kali mencicipi laga final, dan empat di antaranya menjadi juara. Sementara Malaysia, pernah empat kali ke final, tapi selalu gagal juara.

 

 

(ira/JPC)

IRAN, RadarPena.com - Timnas pelajar U-18 Indonesia harus mengakui keunggulan tim pelajar Iran di Be'sat Stadium, Shiraz, Iran, Jumat (15/9) petang waktu setempat.

 

Dalam Turnamen Antarpelajar Asia U-18 itu, Indonesia kalah telak dengan skor telak 0-3 (0-3).

 

Iran yang memiliki postur dan permainan cepat, mampu mendominasi laga.

 

Dalam situs resmi mereka, tak disebutkan siapa pencetak gol hanya dijelaskan bahwa gol tercipta seluruhnya di babak pertama.

 

"Tima Indonesia memang kalah penguasaan bola, postur tubuh dan strategi permainan Tak berjalan mengakibatkan babak pertama kebobolan tiga gol," ujar Deputi Pembudayaan olahraga Kemenpora R Isnanta, via pesan singkat Sabtu (16/9) dinihari via pesan singkat.

 

Pada babak kedua indonesia mencoba keluar dari tekanan dengan menerapkan permainan cepat. Namun kuat dan disiplinnya pertahanan Iran tak mampu ditembus.

 

 

Selain duduk di posisi runner-up, Indonesia juga layak berbangga karena kiper utama M Reza meraih penghargaan dari panitia sebagai kiper terbaik. (dkk/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Garuda Nusantara harus mengubur impian kembali juara Piala AFF U-18 2017. Langkah mereka dihentikan oleh Thailand di semifinal melalui adu penalti.

 

Timnas U-19 Indonesia sejatinya sudah siapkan skema adu penalti. Namun memang keberuntungan belum mau berpihak kepada Indonesia.

 

Meski tampil spartan dengan 10 pemain, mereka harus takluk 2-3 pada via adu jotos. Sebenarnya, Indra Sjafri beberapa kali sudah siapkan skema adu penalti.

 

"Saya berterimakasih atas perjuangan pemain, kami dari babak kedua mulai bermain 10 orang. Babak kedua kami banyak peluang tapi gagal tercipta gol, penalti pun sudah kami siapkan sejak TC di Yogya dan Karawaci," ungkap Indra.

 

Mantan pelatih Bali United itu juga meminta maaf karena belum bisa penuhi target. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin.

 

"Lalu soal Feby Eka saya ganti karena cedera, dan kram. Penendang pilihan kami ada 5 awalnya, tapi 1 cedera maka kami ganti," tandas dia.

 

 

(ies/JPC/JPG)

YANGON, RadarPena.com - Winger Timnas U-19 Saddil Ramdani menunjukkan penyesalan yang mendalam atas kekalahan Timnas dari Thailand. Dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, Saddil merasa, gara-gara dia timnya rugi dan gagal menaklukkan Thailand dalam semifinal Piala AFF U-18 di Thuwunna Stadium, Jumat (15/9) sore.

 

Di laga itu, Saddil dikartu merah pada pengujung babak pertama. Pemain asal klub Persela Lamongan itu memang baru dimasukkan oleh pelatih Indra Sjafri pada menit ke-45 menggantikan Feby Eka Putra. Tak sampai satu menit di lapangan, Saddil sudah diganjar kartu merah oleh wasit.

 

Penyebabnya adalah aksi sikut Saddil ke dada pemain Thailand. Saddil melakukan tindakan kurang terpuji itu setelah punggungnya terkena lutut lawan. Insiden itu memang sempat luput dari pandangan wasit. Namun, ofisial pertandingan yang berada di dekat kejadian itu langsung melaporkannya kepada wasit.

 

Saat pemain lain sudah masuk ke ruang ganti, Saddil harus menunggu keputusan wasit. Setelah mendapat masukan dari para asistennya, wasit langsung mengeluarkan kartu merah sehingga Saddil tak lagi bisa bermain pada babak kedua. Indonesia pun terpaksa tampil dengan sepuluh orang pada sisa 45 menit.

 

"Saya pribadi meminta MAAF sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas perilaku saya yang merugikan team ini, saya benar-benar refleks atas tindakan saya karena saya kaget dilutut dari belakang tapi ini semua pelajaran berharga bagi saya," tulis Saddil di Instagram Story @saddilramdani76.

 

 

Saddil mengakui kesalahannya. Dia juga ikhlas jika ada yang menyalahkan tindakannya sebagai penyebab kegagalan Indonesia. "Apabila Anda mau menghujat silahkan, tapi saya pribadi meminta maaf atas perilaku dan tindakan yg merugikan team dan masyarakat Indonesia..." pungkas Saddil. (ira/jpc)

YANGON, RadarPena.com - Timnas U-19 Indonesia gagal menebus final Piala AFF U-18 2017 di Myanmar. Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand melalui adu penalti di Stadion Thuwunna, Jumat (15/9) sore.

Laga baru berusia tujuh menit Garuda Nusantara sudah mendapatkan peluang emas. Witan Sulaiman lepas dari jebakan offside, meraih umpan Egy. Tetapi tembakan dalam situasi 1 on 1 melenceng.

Thailand mencoba membalas. Mereka mulai coba melepaskan tembakan jarak jauh tetapi berulang kali mampu diblok.

Menit 21, Feby Eka Putra gantian membuang peluang. Mendapat umpan dari Egy, tandukannya masih melenceng. Demikian pula dengan Egy lima menit berselang.

Sukses memperdaya bek lawan, Egy berhadapan satu lawan satu oleh kiper Thailand, Kantaphat Marpati, tapi sayangnya kembali gagal. Kantaphat sukses memblok bola Egy.

Katanphat kembali jadi tembok Thailand setelah kali ini menghentikan Witan. Sama dengan Egy, dia sudah berada satu lawan satu oleh sang kiper, sayangnya gagal.

Petaka datang pada masa injury time babak pertama. Saddil yang baru masuk 45+2, malah harus diusir wasit setelah peluit babak pertama ditiupkan. Dia terlibat friksi dan menyikut pemain Thailand.

Pada paruh kedua, Indra Sjafri coba bermain tanpa penyerang. Muhammad Rafli ditarik keluar untuk gantikan Muhammad Iqbal guna perkuat lini tengah. Egy Maulana bertindak sebagai false nine.

Strategi itu cukup berjalan baik. Meski 10 pemain, Indonesia beberapa kali mendapatkan peluang emas.

Menit 56 contohnya. Egy Maulana yang meliak-liuk sukses melepaskan diri dan melepaskan sepakan keras, lagi-lagi kiper Thailand masih sangat kuat.

Demikian pula pada menit 67. Kemelut di depan gawang Thailand kembali gagal diselesaikan dengan sempurna.

Memasuki 15 menit terakhir, Thauland terus mengurung pertahanan Indonesia. Garuda Nusantara tampak kelelahan lantaran kalah jumlah pemain.

Indonesia coba tak menyerah. Empat menit jelang waktu normal berakhir, Hanis Saghara gagal memanfaatkan peluang 1v1 dengan kiper Thailand.

Skor kacamata bertahan hingga 90 menit. Laga kemudian dilanjutkan langsung ke babak adu penalti.

Pada babak adu penalti, Indonesia dinilai kurang beruntung. Egy Maulana memulai dengan baik. Thailand juga melalui Kritsada Kaman mengenai tiang.

Akan tetapi Muhammad Iqbal, Nurhidayat dan Rifad Marassebesy juga gagal melakukan tugasnya karena ditepis Kanthapat. Sedangkan algojo Thailand, yakni Nattawut Chootiwat, Chikanan Saima-in, dan Teerapat Laohabut berhasil. Indonesia takluk 2-3 melalui adu penalti.

Susunan Pemain:

Indonesia: Muhammad Aqil Savik; Rifad Marassabessy, Rachmat Irianto, Kadek Raditya, Firza Andika; M Lutfi, Syahrin Abimanyu, Witan Sulaeman (Hanis Saghara 68'); Feby Eka Putra (Saddil 45+2'), Egy Maulana, M Rafli (Muhammad Iqbal 46').

Thailand: Kantaphat Marpati; Nakin Wisetchat, Kritsada Kaman, Jaturapat Sattham, Wudtchai Kumkeam; Teerapat Laohabut, Panyawat nisangram, Yupichai Lertlum, SUriya Chaisuk, Chojanan Saima-in; Naravit Kaorasantia.

 

More Articles ...