BARCELONA, RadarPena.com - Barcelona kembali tak berkutik di hadapan Real Madrid dalam sepasang El Clasico Piala Super Spanyol.

Tak cukup dihajar pada leg pertama di Camp Nou (1-3), leg kedua pun Barca terpaksa bertekuk lutut. Real Madrid berhak mengangkat tropi setelah menang 2-0, agregat 5-1.

Piala Super Spanyol ini adalah gelar keempat Madrid di musim ini setelah La Liga, Liga Champions dan Piala Super UEFA.

 

Khusus untuk Piala Super Spanyol ini, Madrid sudah mengoleksi untuk ke-10 kalinya. Sebelumnya diangkat pada 1988, 1989, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008 dan 2012. (adk/jpnn)

HOFFENHEIM, RadarPena.com - Satu kaki wakil Inggris, Liverpool sudah berada di fase grup Liga Champions. Pasalnya pada laga playoff yang digelar, Rabu (16/8) dini hari WIB di Wirsol Rhein Neckar Arena, Liverpool sukses membungkam tuan rumah Hoffenheim 2-1.

Laga di tanah Jerman dini hari tadi merupakan leg pertama playoff. Pekan depan, Liverpool menjadi tuan rumah leg kedua. Hasil ini jelas membuat sang manajer, Jurgen Klopp merasa puas. 

"Saya senang, tentu saja. Ini sangat membantu usaha kami ke sana (lolos). Namun tetap saya kurang senang dengan gol mereka, meski itu layak jika melihat usaha mereka selama 90 menit," kata Klopp di laman resmi klub.

Dalam pertandingan tersebut, tim tamu unggul lebih dahulu lewat gol sepakan bebas cantik dari Trent Alexander-Arnold di menit ke-35.

Liverpool memperbesar keunggulan setelah pemain Hoffenheim, Haavard Nordtveit bunuh diri, membelokkan arah sepakan James Milner di menit ke-74. Tuan rumah baru medapat gol balasan pada menit ke-87 lewat Mark Uth.

"Gaya permainan Hoffenheim bagus, jadi saya pikir kami telah melakukan sesuatu dengan sangat baik dan membuat mereka dalam masalah," pungkas Klopp. 

Pekan depan, pada leg kedua Liverpool akan menjadi tuan rumah. Jika Liverpool mampu menahan imbang atau kalah hanya 0-1, makan klub berjuluk The Reds ini berhak maju ke fase grup Liga Champions. (jpnn)

Hasil leg pertama playoff Liga Champions (Rabu 16/8)

Qarabag 1-0 Koebenhavn

APOEL 2-0 Slavia Praha

Sporting CP 0-0 FC FCSB

Young Boys 0-1 CSKA Moskva

JAKARTA, RadarPena.com - Dalam dua tahun terakhir, tiga pangeran Arab Saudi yang tinggal di Eropa menghilang. Ketiganya adalah orang yang sangat kritis terhadap pemerintahan Saudi. Ada bukti kalau mereka semua diculik dan dibawa pulang ke Saudi. Namun, sampai sekarang, nasib mereka tidak jelas.

Tiga pangeran itu adalah pendukung rezim Saudi sebelum mereka terlibat dalam aktivitas politik damai melawan pemerintahan di Riyadh. Mereka diculik dan dibawa paksa ke Saudi antara September 1015 dan Februari 2016.

Kisah mereka, yang dilaporkan kali pertama oleh The Guardian pada Maret 2016, saat ini muncul dalam film dokumenter BBC Arab. Berlabel Kidnapped! Saudi Arabia’s Missing Princes (Diculik! Pangeran Arab Saudi yang Hilang), tayangan itu akan tayang akhir pekan ini.

Salah seorang pangeran senior yang hilang adalah Pangeran Sultan bin Turki bin Abdulaziz. Dia diculik oleh otoritas Saudi pada 1 Februari 2016 bersama sekitar 20 stafnya yang sebagian besar berasal dari negara Barat.

Dalam dokumenter tersebut, dua staf pangeran menggambarkan saat mereka menyadari kalau pesawat yang mereka naiki tidak akan mendarat di Kairo seperti yang dijadwalkan. Namun, pesawat itu malah menuju Riyadh.

”Pangeran Sultan berteriak dan berkelahi dengan pramugari penerbangan Saudi itu. Namun, semua sia-sia, karena mereka menodongkan senjata kepadanya dan kami sampai pesawat mendarat,” kenang seorang staf pangeran.

Diceritakan, begitu landing, pesawat langsung didatangi belasan mobil dan kendaraan militer. Ada tentara serta polisi juga. ”Pangeran ditarik paksa. Dia menendang dan berteriak dari dalam pesawat dan dimasukkan ke salah satu mobil. Dia berteriak kepada kami kalau kami semua sudah diculik dan kamu harus melapor kepada kedutaan besar. Sejak saat itu, kami tidak pernah lagi melihat pangeran,” sambungnya.

Staf pangeran, yang juga ada staf perempuan, berada di Saudi selama tiga hari. Saat itu, semua perangkat elektronik seperti HP disita. Pun demikian dengan paspor. ”Kami dikawal menuju hotel di Riyadh oleh tentara. Di antara mereka ada pramugari yang sudah berganti baju dengan seragam militer Saudi. Mereka dilengkapi senjata mesin,” tuturnya.

Dengan penjagaan yang ketat, tanpa paspor, dan perempuan dengan busana yang tidak sesuai dengan kebudayaan Saudi, mereka tidak bisa kabur.

Ponsel dan semua perangkat elektronik kemudian dikembalikan. Semua foto dan bukti kalau sudah terjadi penculikan dihapus. Kecuali satu foto. Tampilan dalam pesawat ketika Pangeran dan para stafnya diculik.

Di hari ketiga, mereka semua kemudian dibebaskan dengan sebelumnya menandatangani dokumen berbahasa Arab yang tidak dipahami. Masing-masing mendapat tiket pesawat pulang ke tujuan yang diinginkan.

Pangeran Sultan ”disergap” saat berada di Jenewa. Saat itu dia menduga akan bertemu dengan salah seorang pangeran Saudi, anak lelaki kesayangan mending Raja Fahd, Pangeran Abdulaziz bin Fahd. Adalah Pangeran Abdulaziz bin Fahd lah yang disebut mengundangnya untuk sarapan bersama.

Namun, begitu sampai lokasi sarapan di Hotel Intercontinental di Jenewa, kenyataan berkata lain. Pangeran diringkus paksa dibawa ke bandara bersama staf-stafnya.


Dalam dokumenter itu juga dipaparkan detail mengenai dua pangeran lain yang diculik. Salah satunya, Pangeran Turki bin Bandar. Pangeran Turki adalah mantan pejabat senior kepolisian. Disebutkan kalau seorang rekan Pangeran Turki menerima pesan dari sang pangeran sebelum menghilang pada 2015. Pesan itu menyebutkan kalau dia khawatir pemerintah Saudi akan menculik atau membunuhnya.

Harian Maroko As Sabah menulis kalau pada November 2015, Pangeran Turki ditahan dan dipenjara di Penjara Sala di Maroko begitu dia hendak pulang ke Prancis. Beberapa hari kemudian, Pangeran Turki dideportasi ke Saudi dengan perintah kerajaan.

Selain Pangeran Turki, pangeran ketiga adalah Pangeran Saud bin Saif al-Nasr. Dia juga pernah mengatakan kepada rekannya kalau dia cemas pemerintah Saudi akan menculik atau membunuhnya karena aktivitas oposisinya.

Pangeran Saud menghilang setelah mengira dia akan melakukan pertemuan bisnis di Italia dengan konsorsium Rusia-Italia. Pangeran kemudian naik pesawat carteran ke Italia. Namun, sejak saat itu tidak ada lagi kabarnya.

Bagimana tanggapan Kerajaan Saudi? Belum ada. Lantas kemana para pangeran itu? Masih menjadi misteri. (*)

 

(tia/The guardian/BBC/JPC)

SURABAYA, RadarPena.com - Persebaya Surabaya akan menghadapi PSIM Jogjakarta di  Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, nanti malam (siarang langsung TV One pukul 18.30).

Keduanya sedang berebut tempat untuk mengisi dua slot grup 5 Liga 2 yang berhak mendapat tiket 16 besar.

Pada putaran pertama lalu, laga yang mempertemukan kedua tim berakhir imbang 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Aroma revans memang tidak ada di laga ini. Akan tetapi, ada pencapaian lain yang bisa diraih jika meraih tiga poin di laga ini.

Sebagai pemuncak klasemen dan penghuni peringkat tiga, jarak poin Persebaya dan PSIM terpaut lima angka (22-17).

Bagi Persebaya, jika menang atas PSIM maka akan membuat langkah ke babak 16 semakin mudah. Sebab, jarak keduanya akan melebar menjadi delapan.

Tetapi, mereka masih harus menunggu hasil yang diraih Persatu Tuban kala melawat ke markas Madiun Putra pada 19 Agustus nanti.

Persatu yang punya 17 poin masih mungkin mengejar poin Persebaya karena mereka memiliki tiga laga.

Sedangkan, PSIM memang tidak punya pilihan lain. Oleh sebab itu, klub berjuluk Laskar Mataram itu juga mengincar tiga poin.

“Kami dan PSIM masih punya peluang untuk ke 16 besar. Tapi, saya ingin bawa Persebaya raih tiga poin. Saya tidak akan memberi mereka (PSIM, red) peluang untuk menang dan merebut poin dari kami,” tegas pelatih Persebaya Alfredo Vera kemarin.

Lebih lanjut, Alfredo sangat antusias menyambut laga ini. “Klub lain kalau lawan Persebaya bermain kasar sampai pemain cedera. Yang saya tahu PSIM tidak seperti itu. Laga ini akan berjalan menarik. Saya yakin mereka punya motivasi berlipat juga untuk mengalahkan kami,” ujarnya.

Pelatih asal Argentina itu sangat senang dengan kondisi timnya. Skuad Green Force –julukan Persebaya- pun dalam kondisi yang lebih mantap.

Skuad mereka lengkap, tanpa ada yang terkena akumulasi kartu dan cedera. Bertindak sebagai tuan rumah jelas akan membantu karena Bonek bakal memberikan dukungan maksimal untuk tim kebanggaannya.

Dukungan keluarga pun juga penting bagi para penggawa Persebaya. Kebetulan, bek Andri Muliadi kedatangan orang tua, kakak, dan tunangannya untuk menonton langsung di GBT nanti malam.

Ya, keluarga Andri datang jauh-jauh dari Aceh Besar untuk memberikan dukungan kepada bek bernomor pungung 44 itu.

“Motivasi pasti jadi lebih berlipat. Selain berusaha tampil bagus untuk tim, saya juga ingin mereka melihat saya bermain dengan baik. Saya ingin mempersembahkan kemenangan, kalau bisa cetak gol juga. Semua untuk keluarga dan Bonek,” ucap pemain 24 tahun itu.

Perjuangan maksimal sepertinya harus dilakukan oleh para pemain PSIM. Sebab, klub berjuluk Laskar Mataram itu harus rela tampil tanpa pelatih kepala Erwan Hendarwanto karena sedang mengikuti kursus lisensi kepelatihan C AFC.

Sebagai pengganti, asisten pelatih Ananto Nurhani akan menemani Achmad Taufiq dkk untuk laga nanti.

Menurut Ananto, absennya head coach bukanlah masalah bagi tim. Sebab, pihaknya sudah mempersiapkan tim untuk laga ini dengan baik.

Sayangnya, skuad mereka pun tengah dalam kondisi tidak maksimal. Gelandang andalan Raymond Tauntu harus absen karena sebelumnya mendapat kartu merah kala melawan Madiun Putra (9/8).

“Pemain yang kami bawa sudah siap semua. Segala kekurangan yang dimiliki oleh klub ini telah diantisipasi. Saya rasa kami bisa menyuguhkan permainan menarik di laga ini nanti,” kata pria 33 tahun itu. (dit)

Perkiraan Susunan Pemain

Persebaya Surabaya (4-3-3)

92-Dimas Galih (g); 31-Kurniawan Karman, 21-Fandry Imbiri, 44-Andri Muliadi, 25-M. Irvan; 6-Misbakus Solikin (c), 22-Abu Rizal Maulana, 96-M. Hidayat; 41-Irfan Jaya, 78-Yogi Novrian, 8-Oktafianus Fernandi

Pelatih: Angel Alfredo Vera

PSIM Jogjakarta (4-2-3-1)

21-Ony Kurniawan (g); 17-Said Mardjan, 51-Edo Pratama, 6-Achmad Taufiq (c), 77-Riskal Susanto; 27-Andi Dwi Kurniawan, 11-M. Rifky; 19-Dicky Prayoga, 8-Hendika Arga, 15-Rangga Muslim; 32-Engkus Kuswaha

Asisten Pelatih: Ananto Nurhani

Di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya

 

Kickoff pukul 18.30 (Live TV One)

JAKARTA, RadarPena.com - Hukuman larangan bertanding selama 5 laga yang diberikan kepada Cristiano Ronaldo dinilai tak adil. Protes itu diungkapkan rekan Ronaldo di Real Madrid, Dani Carvajal.

Carvajal menyebut, hukuman tersebut terlalu berlebihan. Dia yakin Ronaldo sebenarnya tak punya niatan untuk mendorong wasit seperti yang ditudingkan banyak pihak.

“Hukuman untuk kejadian itu berlebihan. Cristiano tidak berniat bertindak seperti itu terhadap wasit dan semuanya terjadi begitu cepat, kartu merah itu sangat tidak adil,” ujar Carvajal seperti dilansir Football Espana.

Bek Timnas Spanyol itu juga mengharapkan adanya pengurangan masa hukuman bagi Ronaldo. Pasalnya, klub akan merugi akibat kehilangan pemain andalannnya.

“Tentu saja ada frustrasi ketika diusir saat anda tidak seharusnya berada dalam konteks larangan itu. ini berlebihan, saya harap ada pengurangan hukuman,” tutur pemain bernomor punggung 2 itu.

“Kami semua merasa kecewa dengan hukuman ini karena Cristiano adalah pemain penting bagi klub. Kami berharap larangan tersebut dikurangi dan dia segera kembali beraksi,” lanjutnya.

Praktis pertemuan leg kedua Piala Super Spanyol yang berlangsung pada Rabu (16/8/2017), di kandang Madrid akan berlangsung tanpa Ronaldo. Meski demikian, Los Blancos tak perlu khawatir. Dari 39 kali pertandingan tanpa Ronaldo, Madrid menang 31 kali, kalah lima kali dan sisanya seri.

 

(ira/JPC/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Liverpool memetik modal penting untuk lolos ke fase grup Liga Champions 2017-2018. Pada play-off leg pertama, Liverpool menang 2-1 di kandang Hoffenheim, Rabu (16/8) dini hari WIB.

Gol-gol Liverpool dihasilkan oleh fullback Trent Alexander-Arnold pada menit 35 dan bunuh diri pemain lawan, Havard Nordtveit pada menit 74. Hoffenheim memperkecil kedudukan pada menit 87 lewat Mark Uth.

Kemenangan ini membuat langkah The Reds pada leg kedua semakin mudah. Apalagi Liverpool giliran bertindak sebagai tuan rumah. Tampil di kandang lawan, Liverpool sedikit tertekan. Tuan rumah yang dilatih juru racik muda, memberikan tekanan sejak menit awal. Bahkan, Hoffenheim nyaris unggul lebih dahulu pada menit 12.

Hoffenheim mendapat penalti setelah Dejan Lovren menjatuhkan Serge Gnabry di area terlarang. Hanya saja, tendangan penalti yang dilakukan Andrej Kramaric mampu ditepis oleh kiper Simon Mignolet.

Usai kegagalan penalti Hoffenheim, pelan tapi pasti Liverpool mampu lepas dari tekanan. Sadio Mane cs mampu memberikan perlawanan. Gol yang ditunggu pun tercipta pada menit 35.

Liverpool mendapat tendangan bebas. Fullback muda Alexander-Arnold maju sebagai eksekutor dan secara brilian mampu mengoyak jala gawang Oliver Baumann. Liverpool memimpin 1-0. Bagi Alexander-Arnold, itu merupakan gol pertamanya bersama Liverpool. Menariknya, dia melakukannya dalam debut di laga Liga Champions.

Upaya Hoffenheim dan Liverpool untuk mencetak gol di sisa babak pertama tak terwujud. Turun minum, Liverpool unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, pertandingan lebih menarik. Maklum saja, Hoffenheim terus berupaya bisa mencetak gol. Sementara Liverpool bernafsu mencari gol berikutnya. Pada akhirnya, The Reds berhasil menjauh lewat gol bunuh diri Havard Nordtveit pada menit 74.

Tendangan James Milner yang bermaksud memberi umpan ke kotak penalti Hoffenheim justru mengenai badan Nordtveit dan mengubah arah bola. Bola meluncur ke gawang Hoffenheim dan membuat Liverpool unggul 2-0.

Hoffenheim akhirnya bisa memperkecil ketinggalan pada menit 87 lewat tendangan Uth. Dia menerima umpan dari Nordtveit. Sisa waktu yang ada tak cukup bagi Hoffenheim mendapatkan gol berikutnya. Liverpool unggul 2-1 di kandang Hoffenheim, Wirsol Rhein-Neckar-Arena.

Leg kedua akan digelar pada 23 Agustus dan Liverpool bertindak sebagai tuan rumah.

SUSUNAN PEMAIN
Hoffenheim: Oliver Baumann, Pavel Kaderabek, Ermin Bicakcic (Nordveit 52'), Benjamin Hubner, Lukas Rupp (Amiri 53'), Kerem Demirbay, Steven Zuber, Kevin Vogt, Sandro Wagner, Andrej Kramaric, Serge Gnabry (Uth 70)
Pelatih: Julian Nagelsmann

Liverpool: Simon Mignolet, Dejan Lovren, Alberto Moreno, Joel Matip, Trent Alexander-Arnold, Georginio Wijnaldum, Mohamed Salah, Jordan Henderson (Milner 63'), Emre Can, Roberto Firmino (Solanke 84'), Sadio Mané (Grujic 89')
Manajer: Juergen Klopp


HASIL LAIN PLAY-OFF LIGA CHAMPIONS LEG PERTAMA 
Qarabag 1-0 Koebenhavn
APOEL 2-0 Slavia Praha
Sporting CP 0-0 FC FCSB
Young Boys 0-1 CSKA Moskva

 

(epr/JPC)

KUALA LUMPUR, RadarPena.com - Timnas Indonesia U-22 menahan imbang Thailand 1-1 pada laga perdana SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (15/8).

Pada laga yang digelar di Stadion Shah Alam, Indonesia berani tampil beda. Hansamu Yama dkk berani tampil menyerang sejak peluit kick off dibunyikan.

Ketenangan terlihat dalam penguasaan bola dan unggul dalam permaian. Tekanan yang cukup efektif membuat tim Gajah Putih dikurung oleh Indonesia.

Tapi, finishing para pemain Indonesia masih belum mumpuni. Peluang dari Marinus Manewar dan Septian David Maulana yang cukup matang, gagal menjadi gol.

Saat asyik menekan, Thailand melakukan serangan balik. Pemain sayap mereka kemudian melepaskan crossing, yang tak bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Indonesia Kartika Ajie.

Blunder itu mampu dimaksimalkan oleh Chaiyawat Buran pada menit ke-14 dan menjadi gol.Skor 0-1 bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua, Indonesia kembali menyerang habis-habsian untuk menyamakan kedudukan.

Tapi, peluang matang tak kunjung membuahkan hasil. Kerja keras skuat Garuda Muda baru terbayar pada menit ke-65.

Berawal dari aksi individu Osvaldo Haay di dalam kotak penalti, pelanggaran dilakukan oleh pemain belakang Thailand.

Wasit langsung menunjuk titik putih dan Septian David Maulana yang melakukan eksekusi, berhasil menyamakan skor menjadi 1-1.

Peluang selanjutnya didapatkan oleh Marinus, Yabes Roni. Sayang, itu belum menjadi gol. Skor 1-1 pun bertahan sampai laga usai.

Dengan hasil imbang ini, Indonesia mampu meraih poin perdana. Selanjutnya, skuat Garuda Muda akan menghadapi Filipina pada 17 Agustus mendatang. (jpnn)

More Articles ...