Sport News

SYDNEY, Radarpena.com - Satu-satunya pasangan Indonesia yang tersisa di Australian Open Superseries, Praveen Jordan dan Debby Susanto, berhasil melaju ke semifinal.

Dalam pertandingan yang digelar di Sydney Olympic Park Sports Centre, Sydney, Jumat (23/6) sore WIB, Praveen/Debby menang atas ganda Malaysia Chan Peng Soon/Cheah Yee See.

Praveen/Debby yang di ajang ini menempati unggulan ketujuh, tak mendapatkan kesulitan berarti meladeni pasangan Negeri Jiran. Praveen/Debby menang 21-8, 21-17 dalam durasi 37 menit (statistik BWF).

Di semifinal, Praveen/Debby akan berhadapan dengan ganda Korea Selatan Kim Dukyoung/Kim Ha Na. Sementara satu semifinal lainnya di ganda campuran ini akan mempertemukan sesama Tiongkok, yakni ganda nomor satu dunia Zheng Siwei/Chen Qingchen melawan Wang Yilyu/Huang Dongping.

Sejatinya, masih ada satu nama Indonesia lainnya yang menembus semifinal, yakni Hendra Setiawan. Namun mantan pasangan Mohamad Ahsan ini sudah tidak lagi turun atas bendera pelatnas, namun dengan nama sendiri, berpasangan dengan pemain Malaysia, Boon Heong Tan.

Hendra/Boon lolos ke semifinal setelah mengalahkan ganda Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Di empat besar, Hendra/Boon akan berhadapan dengan ganda Tiongkok Liu Cheng/Zhang Nan. (jpnn)

SYDNEY, RadarPena.com - Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, masih belum terbendung di Australia Terbuka 2017. Keduanya sukses melaju ke perempat final.

Sukses ini diraih setelah mereka menghentikan Terry Hee Yong Kai/Tan Wei Han dua set langsung 21-6, 21-12,  di Sydney Olympic Park Sports Centre, Australia, Kamis (22/6). Sejak awal keduanya memang tampil cemerlang dengan tak sekalipun disamai perolehan poinnya oleh ganda Singapura tersebut.

Ini adalah kemenangan ketiga Praveen/Debby atas Kai/Han. Sebelumnya, Praveen/Debby sukses menang pada Australia Terbuka 2016 dan Swiss Terbuka 2017.

Pada babak berikutnya, Praveen/Debby akan menghadapi ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Praveen/Debby jelas harus waspada.

Apalagi, sebelumnya Chang Peng Soon/Cheah Yee See sukses singkirkan Hendra Tandjaya/Sekartaji Putri. Mereka menang dua set langsung 10-21, 15-21. (jawapos)

SYDNEY, RadarPena.com - Langkah Anthony Ginting pada Australia Terbuka 2017 harus terhenti. Ini setelah dia disingkirkan oleh Chen Long dua set langsung, 10-21, 13-21  di Sydney Olympic Park Sports Centre, Australia, Kamis (22/6). Ginting mengakui agak keteteran hadapi tunggal Tiongkok saja. Dia bermain dalam tekanan dan malah bikin kesalahan sendiri.

"Saya sudah mencoba untuk unggul di permainan net, supaya saat dia salah mengarahkan shuttlecock, saya punya kesempatan untuk mematikan lawan. Tetapi dia bermain begitu tenang, tidak mudah dimatikan," aku Ginting.

Imbuhnya, "Akhirnya malah saya yang kurang sabar dan membuat kesalahan sendiri. Nyeselnya memang di situ, di mati-mati sendiri."

Sebenarnya, Ginting sendiri pernah mengalahkan Chen Long pada ajang sama 2016 lalu. Tapi memang kali ini dia mengaku gagal membaca permainan Chen Long.

"Kalau saya sabar meladeni dia, ngadu segala-galanya, ya belum tentu juga bisa menang sih, tetapi setidaknya pertandingan akan berlangsung ramai," tandas dia. (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Keseriusan timnas basket Indonesia putra untuk bisa meraih emas di SEA Games 2017 memang sangat besar. Mereka sampai menjalani TC di Amerika Serikat.

Dilatih langsung oleh kepala pelatih dan instruktur di sana, Bryce Browne, para pemain Indonesia benar-benar ditempa sampai habis. Bukan apa-apa sesi pada hari ketujuh benar-benar mengandalkan fisik.

 

"Kami memberikan materi full body work out yang memang melelahkan. Awalnya pemanasan, lalu latihan kelincahan, cardio, dan overload. Semua di stasiun-stasiun yang terpisah. Kami ingin membuat mereka menjadi lebih kuat setiap hari," jelas Bryce Browne sesuai dengan laporan yang dikirim Rosyidan kepada Jawapos.com.

 

Beberapa pemain Indonesia pun mengakui bahwa latihan itu sangat melelahkan. Mulai dari Vincent Rivaldi, Ferdinand Damanik, hingga Abraham Grahita.

 

"Latihan saat ini sangat melelahkan," ujar Vincent.

 

"“Ini latihan fisik paling berat selama di Amerika Serikat," tambah Bram.

 

"Saya harusnya tidak memulai dengan mendorong beban. Berat sekali! Selesai itu, kaki saya langsung lemas. Padahal baru mulai dan masih banyak stasiun lain yang harus dilewati," pungkas Damanik. (rap/epr/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Bos Mercedes, Toto Wolff memberi sinyal positif soal kontrak baru Valtteri Bottas. Dia cukup terkesan dengan penampilan pembalap Finlandia tersebut.

Bottas memang cuma menandatangani kontrak selama semusim di Mercedes. Namun, aksinya di musim debut bersama Mercedes cukup bagus.

 

Pembalap 27 tahun itu telah memenangi salah satu seri, yakni di Sochi. Hal ini bisa jadi pertimbangan besar bagi Mercedes.

 

"Bottas berada dalam posisi yang bagus. Sulit dipercaya sebenarnya dia baru saja tiba di tim beberapa waktu lalu," ungkap Wolff dikutip Sportsmole.

 

Saat ini Bottas sendiri ada di urutan ketiga klasemen dengan 93 poin. Dia berbeda 48 angka dari pemimpin klasemen sementara Sebastian Vettel.

 

"Dalam tujuh seri ini, dia telah melampaui harapan kami. Dia hanya perlu mengumpulkan semua kemampuannya dan melakukan yang terbaik di setiap akhir pekan," tandas dia. (ies/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, kukuh tak mau memiliki media sosial. Dia tak mau hal itu mengganggu konsentasinya untuk balapan.

 

Pembalap asal jerman ini memang terkenal sangat pribadi. Dia jarang berfoto bersama keluarganya dan tak memiliki media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter.

 

"Saya tak mengerti mengapa Anda harus memberi tahu semua orng tentang apa yang Anda lakukan, di mana Anda berada, dan siapakah Anda," ungkap Vettel dikutip Sportsmole.

 

Menurutnya, hal itu tak terlalu penting. Dia sudah menikmati perjalanan hidupnya saat ini tanpa media sosial.

 

"Saya sama sekali tak tertarik menggunakan media sosial. Tapi pada saat bersamaan saya juga tak mau menyalahkan orang yang selalu eksis di media sosial," papar dia.

 

Pembalap 29 tahun itu lebih suka untuk berinteraksi langsung, tanpa di dunia maya. Karena hal itulah yang bisa menjaga hubungannya dengan orang lain.

 

"Kadang saya bertanya, apa yangmereka lakukan dengan itu, dan seringkali jawabannya tak tahu. Saya harus mengakui bahwa saya mendapatkan lebih banyak dari menjabat tangan seseorang dan kemudian berbagi pengalaman untuk bertemu dengan seseorang," pungkas dia. (ies/JPG)

BULUKUMBA, RadarPena.com - Satu lagi ajang sport tourism digelar di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Setelah Malino Run dan Toraja Run, kali ini ada Bira Beach Run 2017 yang dihelat pada 1 Juli mendatang.

 

Bira Beach Run 2017 merupakan edisi perdana. Namun, event tersebut sudah dirancang menjadi agenda tahunan.

 

Anda yang ingin berolahraga sembari menikmati keindahan Pantai Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba tentu tak boleh melewatkan event ini.

 

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengatakan, Bira Beach Run bukanlah event biasa.

 

 "Kami berharap, di samping berlari, para pelari juga dapat menikmati pesona alam di wilayah Tanjung Bira," ujar Tomy beberapa waktu lalu.

 

Kadis Pariwisata Bulukumba Ali Saleng mengamini ucapan Tomy.

 

Menurut Ali, para peserta bakal mendapat suguhan pemandangan yang luar biasa selama berlari.

 

"Rute yang telah ditetapkan sekitar delapan kilometer. Selain melewati jalan raya, pelari juga akan naik di puncak Pua Janggo, lalu turun kembali menyusuri Pantai Bara sampai ke Pantai Bira yang panjangnya sekitar tiga kilometer," kata Ali.

 

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sulsel Yulianus Batara Saleh mengatakan, Bira Beach Run 2017 merupakan bagian Explore South Sulawesi Run Competition selain Malino Run dan Toraja Run.

 

“Konsepnya sama. Peserta akan berlari sambil menikmati keindahan alam dan Pantai Bira yang ada di Bulukumba,” kata Yulianus.

 

Dia menambahkan, panitia pelaksana (panpel) bertekad menggaget peserta sebanyak-banyaknya.

 

Menurut Yulianus, Bira Beach Run 2017 menawarkan konsep yang berbeda.

 

Apa keistimewaan Bira Beach Run 2017 sehingga para runner tak boleh melewatkannya?

 

Jawabannya adalah pesona Pantai Tanjung Bira yang bisa membuat pengunjung terkagum-kagum.

 

Pantai Tanjung Bira memiliki pasir putih yang sangat halus, alam bawah laut yang eksotis, dan pemandangan yang tiada banding.

 

Pengunjung juga bisa melihat matahari terbit dan terbenam di lautan lepas.

 

Selain itu, laut di Tanjung Bira juga memiliki tiga lapisan warna yang sangat indah dilihat dari kejauhan.

 

Tak hanya itu, Pantai Tanjung Bira juga didukung beberapa spot wisata di sekitarnya.

 

Misalnya, Pulau Kambing dan Pulau Liukang. Banyak travelista menyukai diving maupun snorkeling di tempat itu karena biota bawah lautnya memang wow banget.

 

Jika sudah lelah bermain di pantai, travelista bisa menikmati wisata budaya di daerah itu.

 

Travelista bisa melihat perahu phinisi yang dibuat oleh perajin lokal.

 

Tak mengherankan, Pemprov Sulsel berani menjami para peserta bakal puas mengikuti Bira Beach Run 2017.

 

“Karena temanya sport tourism, tentu sasarannya adalah mereka yang senang berwisata sambil menikmati keindahan alam sekitarnya,” tambah Yulianus.

Sementara itu, Direktur Lontara Andi Defiana mengatakan, semua peserta yang berhasil mencapai garis finis bakal mendapatkan medali.

 

 "Para peserta juga saat berlari bisa selfie-selfie di spot-spot yang menarik yang dilaluinya. Intinya mereka bisa berlari dengan nyaman," ujar Defiana. (jos/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Para atlet dan pelatih cabang olahraga anggar mengeluhkan dana training camp maupun peralatan tanding yang belum terealisasi.

 

Padahal, SEA Games 2017 hanya tinggal menghitung hari.

 

"Ya, kami memang sudah mengajukan dana TC dan peralatan tanding untuk tim anggar SEA Games 2017 ke Satlak Prima. Namun, belum terealisasi sampai saat ini. Kami berharap kedua usulan tersebut terealisasi secepatnya," kata pelatih kepala tim anggar William Tarega di Cilandak Commercial Estate-Trakindo, Jakarta Selatan, Selasa (20/6).

 

Situasi makin pelik karena timnas anggar akan menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan selama sebulan.

 

Di sela-sela menjalani TC, para atlet juga akan tampil di Kejuaraan Dunia di Jerman, 17-20 Agustus mendatang.

 

"Kalau bisa anak-anak sudah berangkat awal Juli 2017. Jadi, program latihan yang telah kami susun tidak terganggu," kata William.

 

Dia berharap peralatan tanding bisa direalisasikan sebulan sebelum SEA Games.

 

"Waktu sebulan itu sangat ideal bagi atlet untuk penyesuaian dengan peralatan tanding agar bisa tampil maksimal. Makanya, kami harap sebulan sebelum pertandingan bisa diterima seluruh atlet," tegas William.

 

Sementara itu, Chief de Mission (CDM) Aziz Syamsuddin berjanji memperjuangkan aspirasi tim anggar.

 

"Keluhan dana TC dan peralatan tanding cabang anggar akan saya bicarakan segera dengan Satlak Prima dan Kemenpora. Mudah-mudahan bisa terealisasi sesuai dengan yang diharapkan," kata Aziz. (jos/jpnn)

 SURABAYA, RadarPena.com - Berhenti berolahraga karena berpuasa? Itu tentu langkah yang tidak tepat. Sebab, meski sedang berpuasa, metabolisme tubuh tetap harus terjaga. Salah satu caranya ya dengan tetap berolahraga. Namun yang perlu diatur adalah pemilihan waktu dan jenis olahraganya.

 

”Tentu itu agar bisa memberikan hasil yang optimal serta tidak mengganggu aktivitas berpuasa,” kata Regional Marketing Manager Celebrity Fitness Rara Rachmawati.

 

Perempuan cantik berhijab itu menambahkan, sebelum berolahraga ada baiknya mengetahui terlebih dahulu kondisi fisik. Itu penting untuk menentukan intensitas dan kuantitas olahraga. ”Berlatih beban dan aerobic tetap penting, asal sesuai porsinya,” jelas dia.

 

Menurut Rara, jika berencana berolahraga pada pagi hari pastikan tidak terlalu memaksakan karena masih ada waktu cukup panjang sebelum berbuka. Sedang, berlatih pada sore hari sebaiknya dilakukan sekitar 1-2 jam sebelum atau sesudah berbuka.

 

Apa pun jenis olahraga yang dilakukan tetap harus diawali dengan warm up selama 5 – 10 menit, dan diakhiri dengan cooling down juga selama 5-10 menit.

 

Selain olahraga, yang tidak kalah penting dijaga supaya kondisi tubuh prima selama Ramadan adalah memerhatikan asupan makanan saat sahur maupun buka puasa.

 

“Campur karbohidrat dan protein adaiah pilihan terbaik untuk makanan saat makan sahur,” ungkapnya.

 

Rara menyarankan agar memilih karbohidrat yang tinggi serat dengan nilai indeks glisemik rendah semisal buah dan sayuran. Nilai indeks glisemik rendah memiliki efek pelepasan waktu.

 

“Artinya, karbohidrat akan melepaskan glukosanya secara bertahap. Sedang makanan berserat, selain mencegah sembelit, juga memberi efek kenyang lebih lama yang dibutuhkan selama puasa,” jelas dia. (JPNN/pda)

JAKARTA, RadarPena.com - Sejarah lahir di ajang CEV International Championship. Pembalap Indonesia binaan tim Astra Honda Racing Team (AHRT), DImas Ekky, berhasil mengibarkan bendera merah putih usai naik podium ketiga race 1 CEV Moto2 European Championship di Sirkuit Catalunya-Barcelona, Minggu (18/6).

Prestasi ini bukan cuma sejarah untuk Dimas Ekky, tapi juga Indonesia. Pertama kali dalam sejarah, ada pembalap Indonesia yang naik podium di CEV International Championship. Dimas Ekky menempati posisi ketiga pada race pertama dan kelima pada race kedua.

 

Jalannya balapan yang diikuti pembalap-pembalap lintas benua ini tidak mudah bagi Dimas Ekky. Satu-satunya pembalap Indonesia ini mengawali balapan pertama dengan start dari posisi ketiga dan sempat terlempar ke urutan ketujuh. 

 

Tapi, Dimas Ekky berjuang untuk tetap berada dalam persaingan di grup depan di antara 5 pembalap terbaik demi meraih podium hingga balapan berjalan separuh jalan.

 

Pada dua lap terakhir, Dimas Ekky mulai membuat kejutan. Setelah terus berada di bawah bayang-bayang pembalap Afrika Selatan, Steven Odendaal, dia mampu membuat manuver berani dari sisi dalam dan langsung melakukan overtake. Setelah itu, Dimas Ekky juga mampu terus memperlebar jaraknya dan mengamankan posisi ketiga sampai garis finis.

 

Pada balapan kedua, Dimas Ekky kembali meraih hasil positif. Dia terus bertarung di grup terdepan dan bertekad meraih podium untuk kedua kalinya. Sayang, pada 5 lap sebelum balapan berakhir, Dimas Ekky yang berusaha menghindari pembalap di depannya sempat keluar jalur dan harus puas finis di posisi kelima.

 

“Saya sangat senang saat ini. Semua kerja keras akhirnya dapat berakhir di podium. Setelah balapan di Albacete saya bekerja keras melatih fisik agar bisa mengendalikan motor. Kami kesulitan menemukan setup motor yang bagus di tengah panas yang sangat terik, tapi di sesi warm up kami mencoba sesuatu dan berhasil dengan baik," sebut Dimas Ekky dalam rilis AHM.

 

"Balapan pertama sangat menakjubkan. Saya berjuang hingga lap terakhir dan sangat senang ketika melewati garis finis. Mimpi saya untuk dapat mengibarkan Merah Putih pertama kali di balapan Eropa ini akhirnya dapat terwujud. Kini saya bersama tim akan berusaha keras untuk mengulangi hasil positif ini di seri berikutnya di Valencia,” lanjutnya.

 

Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya, mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan pembalap binaannya mampu memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

 

“Ini hasil yang luar biasa. Dimas Ekky telah membuat sejarah baru yang membanggakan bagi bangsa Indonesia dengan naik podium pertama kali di ajang CEV International Championship. Kami akan terus berusaha mempertahankannya kembali dan mempersembahkan prestasi membanggakan lainnya. Terima kasih atas kerja keras dan semangat para pebalap dan tim, ujar Thomas.

 

Sementara itu di kelas CEV Moto3 Junior World Championship, Andi Gilang yang telah mempersiapkan diri berjuang di balapan seri ini terpaksa tidak dapat memaksimalkan hasil yang diperoleh. 

 

Saat bertarung meraih posisi 10 besar, Andi Gilang jatuh pada lap ketiga karena tidak bisa menghindari kontak dengan seorang pebalap yang mengalami highside di depannya di tikungan ke-5. 

 

Pada balapan kedua, Andi Gilang melakukan start dengan bagus. Namun, terjadi tabrakan dua pebalap di depannya, sehingga Andi Gilang harus menghindar dan berakibat tertinggal dari rombongan pebalap di grup depan. Tiga lap menjelang finis, Andi mengalami masalah teknis pada motor di tikungan pertama di saat posisi ke-15. Andi harus puas finis ke-27.

 

“Kami gagal mendapatkan hasil yang baik di balapan hari ini. Pada balap pertama, saya kurang beruntung karena pebalap lain jatuh tepat di depan saya dan saya tidak dapat menghindarinya. Balap kedua ada masalah pada pacuan saya. Saya kesulitan melakukan akselerasi yang membuat saya banyak kehilangan waktu. Juga di lap awal terjadi kecelakaan yang membuat posisi saya turun cukup jauh," jelas Andi. 

 

"Tiga lap menjelang finis, ban terasa basah dan saya terjatuh, meski saya bisa bangun dan menyelesaikan balapan. Meskipun tidak dapat meraih hasil maksimal pada balap kali ini, tapi saya termotivasi untuk mendapatkan hasil yang bagus di seri berikutnya,” sebutnya lagi.

 

Setelah putaran ketiga musim ini, Dimas Ekky berada di urutan keenam dalam Kejuaraan CEV Moto2 European Championship dengan 37 poin, sementara Andi Gilang berada di urutan ke-14 dengan 11 poin di Kejuaraan CEV Moto3 Junior World Championship. Putaran CEV International Championship berikutnya akan berlangsung pada 8-9 Juli di Sirkuit Valencia.

 

Hasil Race 1 CEV Moto2:

 

1. Ricky Cardus         Kalex      31:31.874

 

2. Eric Granado         Kalex        +5.375

 

3. Dimas Ekky         AHRT        +11.670

 

4. Steven Odendaal NTS               +13.088

 

5. Hector Garzo         Tech3        +13.247

 

6. Joe Roberts         Kalex        +13.256

 

7. Federico Fuligni Kalex        +13.273

 

8. Xavier Cardelus Kalex        +24.832

 

9. Corentin Perolari Transformiers +25.011

 

10. Marcel Brenner Kalex         +25.318

 

Hasil Race 2 CEV Moto2:

 

1. Ricky Cardus         Kalex     31:41.293

 

2. Joe Roberts         Kalex         +3.181

 

3. Hector Garzo         Tech3         +4.364

 

4. Steven Odendaal NTS                 +4.831

 

5. Dimas Ekky         AHRT         +8.345

 

6. Federico Fuligni Kalex          +8.870

 

7. Eric Granado         Kalex          +9.132

 

8. Corentin Perolari Transfiormers +13.616

 

9. Lukas Tulovic         Kalex         +22.885

 

10. Xavier Cardelus Kalex         +23.962 

 

(ira/JPG)

 

SIDOARJO, RadarPena.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengucapkan selamat atas keberhasilan yang diraih Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, ganda campuran Merah Putih yang menjadi juara di BCA Indonesia Open 2017.

Namun Imam minta maaf karena tidak bisa menyaksikan langsung perjuangan pasangan yang karib disapa Owi dan Butet itu di JCC Jakarta. Minggu (18/6) malam, Imam masih berada di Sidoarjo.

Imam tetap melihat pertandingan Owi/Butet melawan ganda Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen, namun dari atas pos ronda. Ya, Imam nonton bareng dengan warga di kampung halamannya, Kedung Cangkring, Sidoarjo. Imam bersama warga menonton di lantas atas pos ronda yang ada di depan rumahnya.

Menpora bersama masyarakat menyaksikan kemenangan Owi/Butet atas pasangan China Zheng Siwei/Chen Qingchen dua set langsung, 22-20, 21-15.

Dengan masih menggunakan sarung usai acara buka puasa bersama dengan IKA UINSA dan warga Kedung Cangkring, Menpora bersama warga duduk di pos ronda untuk menyaksikan laga final Owi/Butet.

Menpora terlihat tegang menyaksikan pertandingan, salah satu penyebabnya yakni cedera yang didera Liliyana Natsir membuat permainan sedikit mengkhawatirkan. Namun dengan semangat yang luar biasa, pasangan kebanggaan Indonesia ini bisa mengobati puasa gelar Indonesia di ajang BCA Indonesia Open kali ini.

"Saya mohon maaf sebelumnya tidak bisa menyaksikan langsung di Plenary Hall JCC Jakarta, tapi saya bersama warga dan teman-teman bisa menyaksikan dari sini. Alhamdulilah akhirnya Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil mempersembahkan gelar untuk Merah Putih di ajang Indonesia Open tahun ini. Perjuangan mereka sangat luar biasa, meski dengan kondisi sakit Liliyana Natsir terus berjuang dengan maksimal. Semangat dan perjuangan mereka sangat luar biasa dan harus bisa menjadi contoh bagi pebulutangkis muda lainnya. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk Owi dan Butet," kata Menpora. (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Kejadian kekerasan terhadap wartawan terjadi di hari terakhir ajang Indonesia Open 2017 pada Minggu (18/6). Kondisi tersebut membuat Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto merasa prihatin dan kecewa.

 

Ulah oknum Brimob yang sempat mengajak berkelahi wartawan sampai dengan menodongkan senjata itu menurut Gatot sudah menodai keberhasilan Indonesia meraih gelar di ajang ini dari nomor ganda campuran atas nama tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.

 

"Saya sudah sounding ke Sekjen PBSI atas kejadian ini. Jangan sampai kejadian ini menodai kelancaran dan sukses prestasi Indonesia," katanya, Minggu malam.

 

Namun, dengan bukti dan saksi yang ada, Gatot menyarankan agar masalah tersebut bisa diperjelas duduk persoalannya dan tidak terjadi kesewenang-wenangan dari pihak keamanan tersebut.

 

"Berhubung videonya sudah jelas, agar petugas terkait diminta pertanggungjawabannya, kasihan PBSI kalau ternoda aparat seperti itu," tandasnya. (dkk/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Pebulu tangkis Jepang, Sayako Sato, baru saja membuat sejarah. Dia meraih gelar superseries pertamanya saat mengalahkan Sung Ji-Hyun pada final Indonesia Terbuka 21-13, 17-21, dan 21-14.

Sato memang sempat tenggelam karena acap terkena cedera dan terakhir kali dia melaju ke final adalah tujuh tahun lalu.

 

Menghadapi Ji-Hyun, Sato mengaku sangat tegang. Tapi, akhirnya tetap berhasil memberikan sesuatu yang maksimal.

 

"Setiap pertandingan sulit. Sehingga selalu ada kesempatan untuk menang," ujarnya pada konferensi pers.

 

"Dari game kedua lawan memperlihatkan muka tegang. Saya juga sebenarnya sama, tapi akhirnya bisa meraih kemenangan. Pada 20 menit terakhir, saya teringat setiap latihan. Sehingga itu menjadi motivasi untuk menang. Memang saya lelah tapi lawan juga. Pelatih memberikan semangat yang sangat krusial bagi saya." tambah dia. (rap/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Mathias Boe/Carsten Mogensen bisa dibilang ganda putra terbaik di dunia. Sayangnya, mereka kalah pada final Indonesia Terbuka saat menghadapi Li Junhui/Liu Yuchen 19-21, 21-19, dan 18-21.

Laga memang berimbang mengetahui kedua pasangan adalah peringkat atas dunia. Terlepas dari itu, Boe mengakui kualitas pasangan Tiongkok.

 

"Laga ini sangat ketat. Tiongkok tampil sangat bagus. Tapi, kami sedikit beruntung dan mereka mendapati pukulan-pukulan mematikan itu membuat momentum," ujar Boe pada konferensi pers.

 

"Mereka pantas mendapat kredit karena tampil luar biasa. Penonton tidak memengaruhi karena kondisi sebaliknya akan terjadi di eropa," tambah dia.

 

Boe/Mogensen sendiri bisa dibilang public enemy Indonesia. Karena mereka sangat sering dicemooh fans Indonesia, pun sering melakukan selebrasi yang membuat fans kesal.

 

Tak ayal, Boe acap diserang di media sosialnya dan ini ternyata membuat dia kesal.

 

"Ribuan ancaman datang di media sosial. Jika di kehidupan nyata itu harus masuk penjara. Pada akhirnya semua fans lawan akan seperti itu, ketika kami bermain kandang keadaan sebaliknya pun akan terjadi," tuturnya.

 

"Kami bukan mesin dan senang melakukan selebrasi yang mungkin menggila," pungkas dia. (rap/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Ganda putra Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen berhasil meraih gelar Indonesia Terbuka 2017. Pada laga puncak mereka mengalahkan ganda putra senior Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen 21-19, 19-21, dan 21-18.

 

Laga terbilang ketat. Mengetahui kedua pasangan adalah ganda peringkat tiga dan dua dunia berturut-turut, laga terbilang sangat panas sejak awal hingga akhir.

 

Tapi, Li/Liu memperlihatkan performa yang lebih istimewa. Strategi mereka ternyata cukup mengejutkan pasangan Denmark.

 

"Hari ini permainan kami sangat baik. Di set pertama kami hampir kalah, dan di set kedua kurang menggigit. Tapi akhirnya bisa menguasai pertandingan di set ketiga," ujar Li pada konferensi pers.

 

"Kami mengandalkan defense dan mencoba melakukan smash-smash pada momen-momen tertentu. Saat momen krusial, kerja sama menjadi andalan. Kami sudah bersama tiga tahun sehingga hal itu sangat membantu," pungkas Liu. (rap/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Pasangan nomor satu dunia di sektor ganda campuran, Zheng Siwei/Chen Qingchen, harus mengakui keunggulan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada laga final Indonesia Terbuka 2017, Minggu (18/6).

 

Mereka kalah dua set langsung 20-22 dan 15-21. Hal ini memang menjadi masalah tersendiri karena tekanan bagi pemain Tiongkok sangat besar dari fans Indonesia.

 

Zheng bahkan mengakui bahwa itu menjadi salah satu alasan permainannya tak bisa keluar dan maksimal.

 

"Ada sedikit pengaruh dengan suporter Indonesia. Ketika mereka berteriak lantai seperti bergetar. Kami hanya coba fokus," ujarnya kepada wartawan.

 

"Kondisi dan permainan kami kurang bagus. Lawan tampil lebih superior. Kami kalah di poin-poin krusial. Bangkit di set kedua tapi, kami juga gagal menjaga," tambah dia.

 

Chen sendiri harus tampil di laga kedua hari ini setelah pertama meraih gelar di sektor ganda putri bersama Jia Yifan. Tak ayal banyak yang mengatakan dia kelelahan karena itu. Faktanya, sang pemain mengatakan tidak.

 

"Kondisi badan saya lebih baik. Lagipula ganda campuran laki-lakinya yang lebih lelah. Kami memang kalah banyak poin saja. Tim Indonesia tampil teratur dan kami berantakan. Kami bisa belajar banyak dari mereka," pungkas dia. (rap/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Liliyana Natsir bisa dibilang sebagai pemain bulu tangkis ganda yang sangat istimewa di Indonesia. Dia sudah meraih segala prestasi dari yang terendah hingga Olimpiade yang tertinggi.

 

Butet juga baru memenangi Indonesia Terbuka 2017 bersama Tontowi Ahmad. Tak ayal, banyak yang mempertanyakan bagaimana masa depan pemain ini. Mengetahui dia sudah 31 tahun dan memang sudah memikirkan pensiun.

 

"Harapa terbesar saya adalah bisa mengakhiri karier dengan gelar lengkap. Karena sejauh ini belum mendapat Asian Games, saya sangat ingin meraih emas tahun depan. Kebetulan perhelatan di Indonesia," jelas Butet.

 

"Memang kemungkinan besar akan kembali tampil di Istora. Tapi, kan Istora baru. Jadi semua akan kembali baru. Saya berharap bisa tampil maksimal di sana," tambah dia.

 

Ketika ada wartawan yang menanyakan peluang Butet bermain di Olimpiade 2020, dia tertawa. Tapi, Owi mengatakan bahwa hal itu mungkin. Butet pun angkat bicara.

 

"Saya melewati semuanya step by step. Apakah masih memungkinkan bermain hingga 2020. Harus melihat kondisi lutut dan stamina. Jika semua masih baik bisa saja terjadi," pungkas dia. (rap/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan pasangan Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen 22-20 dan 21-15, Minggu (18/6).

Owi/Butet memperlihatkan konsistensi luar biasa sepanjang turnamen. Mereka hanya melewati rubber set sekali pada babak pertama, sisanya dimenangi dua set langsung.

 

"Mereka adalah lawan yang tak mudah dan jadi salah satu andalan Tiongkok. Tapi, kami tak mau kalah. Kami banyak menonton video mereka. Kuncinya di set pertama. Sementara di set kedua kami sudah nyaman. Mereka mati sendiri sering sekali," jelas Butet pada konferensi pers. 

 

"Selalu sulit menghadapi pemain kelas dunia. Apalagi mereka lebih muda dan kekuatan. Tapi, kami bisa meredam dan balik menekan. Pertahanan mereka pun kurang kuat," tambah dia.

 

Butet juga mengaku dirinya tak mau kalah dengan Chen yang merupakan pemain wanita andalan di tim Tiongkok. Meski umurnya berbeda sangat jauh.

 

"Chen dari set pertama memang bergerak terus. Dia aktif sekali dan sangat semangat. Saya tak mau kalah dan menang pengalaman. Saya mengalahkan dia dengan otak hingga mereka masuk ke dalam permainan kita," pungkas dia. (rap/JPG)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) hanya mengakomodasi cabang olahraga (cabor) yang ditetapkan Kemenpora untuk memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games 2017.

 

Hal itu diungkapkan Budgeting and Finance KOI Syahrir Nawir dalam pertemuan Chief de Misssion (CDM) Indonesia di SEA Games 2017 Aziz Syamsuddin, Minggu (17/6).

 

“Apalagi, Kemenpora menetapkan hanya cabor yang berpeluang meraih medali emas dan perak. Di luar dari keputusan itu, KOI tidak akan mengakomodasi meski siap dengan biaya sendiri," terang Syahrir.

 

Dia menambahkan, memberangkatkan cabor di luar keputusan Kemenpora dan Satlak Prima akan memberatkan tugas CDM.

 

"Namanya saja masuk kontingen, kan, harus disiapkan segala sesuatunya, termasuk seragamnya," tegas Syahrir.

 

Di sisi lain, Aziz mengamini pernyataan Syahrir.

 

"Ya, saya hanya berpatokan pada keputusan Kemenpora dan Satlak Prima dalam masalah cabor yang memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games 2017. Di luar itu, saya tidak akan bertanggung jawab meski mereka berangkat dengan biaya sendiri," ujar Aziz.

 

Beberapa cabor memang ingin berangkat ke SEA Games dengan dana sendiri. Salah satunya adalah futsal putra.

 

"Prima memang hanya merekomendasikan tim futsal putri untuk menjalani Pelatnas SEA Games 2017. Namun, kami juga telah menyiapkan tim futsal putra untuk bisa diberangkatkan memperkuat kontingen Indonesia dengan biaya sendiri," kata pelatih tim futsal Andre Picessa. (jos/jpnn)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Chief de Mission (CDM) Indonesia di SEA Games 2017 Aziz Syamsuddin makin intensif membangun komunikasi dengan pelatih dan manajer setiap cabang olahraga.

 

Hal itu dilakukan untuk mendapat masukan dan mencari solusi kendala yang kemungkinan dihadapi kontingen Indonesia di SEA Games 2017.

 

Terbaru, Aziz menggelar pertemuan dengan manajer dan pelatih di Jakarta, Minggu (18/6).

 

Pertemuan itu juga dihadiri Sekretaris CDM Arsyad Ahmadin, Wakil Ketua Umum Satlak Prima Sadik Algadri, dan Wakil Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Syahrir Nawir.

 

Beberapa hal dibahas. Di antaranya, jadwal pertandingan dan lokasi penginapan kontingen Indonesia di Malaysia.

 

Aziz mengatakan, .okasi penginapan kontingen Indonesia berada di Bukit Bintang.

 

Daerah itu cukup jauh dengan lokasi pertandingan di Kompleks Olahraga Bukit Jalil.

 

“Jadi, kami akan memberangkatkan tim advance untuk mempersiapkan segala sesuatu yang membuat atlet lebih nyaman. Termasuk, mereka nantinya akan memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memberangkatkan atlet ke tempat pertandingan agar tidak terlambat," kata Aziz.

 

Aziz juga mengingatkan para manajer untuk mendata seluruh kebutuhan peralatan pertandingan

 

"Dengan adanya data itu, saya akan berbicara dengan Satlak Prima dan Kemenpora agar bisa dipenuhi sesuai yang diharapkan. Tugas saya, kan, membantu mempercepat sehingga kontingen Indonesia tidak mengalami hambatan saat tampil di Malaysia nanti," imbuhnya.

 

Salah satu cabor yang mendapat lokasi menginap cukup jauh adalah tim layar di Hotel Langkawi.

 

Jarak Langkawi dengan Bandara Kuala Lumpur sekitar enam jam menggunakan bus.

 

"Ya, kami akan menyiapkan transportasi untuk tim layar. Pokoknya, saya akan berusaha semaksimal mungkin membuat atlet nyaman," tegas Aziz.

 

Di sisi lain, Aziz mengaku sudah menyiapkan tas kontingen yang berisi pakaian trainning, handuk, seragam, topi, botol air minum, t-shirt, baju polo, tas kecil untuk menyimpan paspor, celana pendek, dan syal. (jos/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih gelar juara di Indonesia Terbuka 2017. Mereka menang dua set langsung 22-20 dan 21-15, Minggu (18/6), atas pasangan Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen. 

 

Bagi pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini, kemenangan itu jelas fantastis. Maklum saja, Zheng/Chen merupakan unggulan pertama di turnamen ini. 

 

Selain itu, juara kali ini yang pertama bagi Owi/Butet di pentas Indonesia Terbuka. Sekaligua raihan Superseries ke-13 bagi mereka selama berpasangan. Sebuah pencapaian luar biasa karena ini adalah turnamen pertama keduanya kembali bersama setelah Butet mengalami cedera lutut.

 

Laga sangat panas sejak awal. Kedua pasangan tak mau kalah dan memperlihatkan tempo cepat dengan pelbagai kombinasi permainan. Mulai dari smash-smash keras hingga permainan net cepat.

 

Owi/Butet memperlihatkan performa yang konsisten walau beberapa kali mereka salah langkah dalam mengantisipasi serangan Tiongkok yang memang menyulitkan. Sempat unggul 20-18 di set pertama, pasangan Tiongkok memaksa laga hingga deuce. Beruntung, Owi/Butet dengan pengalamannya mampu memenangi set pertama.

 

Pada set kedua Indonesia sempat tertinggal pada awal laga hingga skor 2-4. Beberapa kesalahan sendiri seperti pukulan menyangkut di net beberapa kali jadi faktor.

 

Hal ini terjadi karena smash-smash beruntun datang dari pasangan Tiongkok. Meski begitu, Owi/Butet tak menyerah begitu saja. Beberapa kali mereka mendapat poin dari aksi memikat.

 

Terlihat keduanya masih mencari sentuhan dan momentum terbaik. Terus tertinggal, mereka akhirnya mengakhiri interval pertama dengan skor sangat ketat 11-10.

 

Laga terus ketat dan kondisi selisih satu bola terjadi bergantian. Ketika pasangan Tiongkok mengumpulkan 14 poin, Owi/Butet terus berlari. Mereka mendapat poin demi poin penting hingga akhirnya meraih kemenangan 21-15. Owi/Butet menang dua set langsung. 

 

Bagi Liliyana, ini gelar ketiga di Indonesia Terbuka. Tapi, sebelumnya tak berpasangan dengan Tontowi. Pada 2005 berpasangan dengan Nova Widianto juara ganda campuran dan pada 2008 berpasangan dengan Vita Marissa juara ganda putri. 

 

Indonesia akhirnya bisa meraih juara di rumah sendiri di turnamen Indonesia Terbuka setelah terakhir kali pada 2013 silam. Kala itu, ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara. Setelah itu hingga 2016 tak ada atlet bulu tangkis Tanah Air yang juara di Indonesia Terbuka dan akhirnya dipecahkan oleh Owi/Butet. (rap/JPG)